Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 158


__ADS_3

waktu menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Leo melajukan motornya ke suatu tempat membuat Grace menyerit heran. pasalnya Leo tadi mengajaknya pulang, sekarang malah membawanya ke hotel mewah bintang lima.


motor berhenti tepat di depan lobby hotel tersebut, padahal sudah jelas tersedia parkiran khusus motor di basement sana. suka-suka Leonard saja, ck..


" mau ngapain kesini? " tanya Grace ketika Leo membantu melepaskan helmnya.


" mau nginep lah, masa mau piknik.. " sahut Leo santai membuat Grace memutar bola matanya malas.


" gue gak mau di sangka cewek gak bener lagi yah.. " ucap Grace seraya menuding wajah Leo dengan jari telunjuknya. jujur saja, Grace merasa sedikit trauma dengan tuduhan juru parkir tadi.


memang sudah biasa jika orang yang belum mengenal keduanya pasti akan menyangka sepasang kekasih yang sedang berpacaran. bahkan kebanyakan tidak menyangka dengan mereka yang sudah memiliki dua anak.


pertanyaan orang yang heran dengan kehadiran si kecil Lucio diwaktu keduanya baru memasuki dunia perkuliahan saja membuat Grace jengah, pasalnya banyak yang berpikiran yang tidak-tidak seperti kehamilan diluar nikah. apakah dia harus menyesal dengan tidak menunda terlebih dulu untuk memiliki anak? oh tentu tidak miskah..


" kuylah sesekali check-in-"


" ck, lo bener-bener ya malah bikin gue kek j*l*ng beneran.. "


" hmm, tapi buat gue doang.. " dengan santainya Leo mengedipkan mata nakal membuat Grace mendesah kesal.


Leo kemudian menarik tangan Grace supaya melangkah berdampingan dengannya. kali ini wanita itu sudah tidak mengumpat protes lagi, dia hanya dibuat melongo kala para pegawai hotel itu tampak menyambut dengan membungkukkan badan hormat.


" Tuan Leonard.. "


akhirnya Grace mengangguk paham, walaupun penampilan keduanya terkesan urakan, namun orang di sana tahu betul dengan sosok pria disampingnya.


" ini hotel client gue, daddy juga tau.. " bisik Leo pada Grace membuat istrinya mengangguk paham hingga akhirnya kembali menatapnya penuh selidik.


" jangan bilang lo dapet voucher dari client lo.. ck dasar ogah rugi.. " sahut Grace ketus. belum juga Leo membenarkan ucapannya, dia sudah kembali kesal dan kecewa. suaminya itu benar-benar tidak peka dan melupakan sesuatu hal yang penting.


" nethink mulu lo.. " dan tanpa aba-aba, Leo langsung menggendong Grace ala bridal style. Dia membawa istrinya ke salah satu kamar yang sudah dipesannya secara khusus jauh-jauh hari.


" Leonard.. lepasin, malu tau.. " ucap Grace pelan sok menolak, padahal dia juga senang dengan apa yang dilakukan Leo terhadapnya, terbukti dengan tangannya yang mengalungi leher suaminya itu dengan lembut. ck..


" malu? tadi teriak-teriak di pasar malem gak malu hmm? " sahut Leo santai sambil membuka pintu kamar dengan kakinya, kemudian Ia menurunkan Grace dari gendongannya dengan hati-hati.


sementara Grace, dia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia hanya bisa menutup mulut tak percaya, matanya langsung berbinar kala melihat apa yang tersuguh di sana. penataan kamar hotel dengan desain aesthetic membuatnya merasa Dejavu.


" happy anniversary sayang.. " bisik Leo tiba-tiba memeluknya dari belakang.


Grace kemudian membalikkan badannya sehingga berhadapan dengan Leo. jantungnya terasa ingin melompat keluar saja, dia tidak menyangka jika pria dihadapannya bisa seromantis ini. bahkan dia sudah mengira jika Leo benar-benar tidak mengingat momen penting ini, nyatanya suaminya itu sudah menyiapkan semuanya.


" I love you Leonard.. " hanya itu yang bisa Grace katakan dengan bibir yang bergetar menahan tangis harunya. Dia menunduk menyembunyikan rona diwajahnya, bahkan Dia tidak berani menatap Leo yang sialnya semakin tampan saja.


Leo, jelas dia tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat rona langka itu. diraihnya dagu Grace hingga istrinya itu mendongak namun tak tak berani membalas tatapannya.


" to.. " ah, Leo sudah tidak tahan dengan bibir yang bergetar itu. tanpa menunggu persetujuan dari sang pemilik, dia langsung mengecup bibir itu dengan lembut.


Grace terbelalak kaget, bahkan yang bisanya Ia berani membalas lebih gila dari apa yang Leo lakukan, tiba-tiba terasa kaku membuatnya pasif.


pasifnya Grace yang tiba-tiba terlihat seperti seorang pemula, membuat Leo menyeringai jahat, digigitnya bibir bawah Grace hingga istrinya itu meringis dan tanpa sadar membuka mulut. inilah kesempatan Leo untuk mengeksplorasi bagian dalam.


.


.


.


permainan berlanjut ke hal yang lebih gila dan melupakan rasa penat dan lelah setelah menghabiskan waktu malam minggu di pasar malam tadi.

__ADS_1


dan ya.. disaat kedua insan tengah memadu kasih merayakan ulang tahun pernikahan, mereka melupakan para anggota yang di instruksikan oleh Grace tadi untuk ehem, silaturahmi dengan orang yang sudah merendahkan ketuanya.


.


.


.


sekitar pukul sepuluh pagi, Grace baru bisa membuka matanya, itu juga karena suara dering di ponselnya yang menuntutnya untuk segera bangun. sementara pria disampingnya nampak masih terlelap dengan damainya. Leo benar-benar menghajarnya habis-habisan dan melakukannya berulangkali.


" boleh juga lo jadi model iklan obat kuat Leonard.. rentek badan gue gara-gara lo kamprett, untung lo ganteng.. " bisiknya sambil mengelus rambut Leo dan mengecup sekilas bibir yang membuat bibirnya bengkak itu.


kemudian Grace beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi tanpa menghiraukan panggilan yang sedari tadi berdering, sengaja Ia mengabaikannya, syukur-syukur Leo mau bangun karena dering itu.


tepat, Leo benar-benar terbangun dari tidurnya gara-gara deringan ponsel itu yang sengaja Grace letakkan di dekat telinganya.


" ishhh.. budek gue lama-lama.. " umpat Leo seraya menggosok-gosok telinganya yang terasa pengang. kemudian Ia melemparkan ponsel tersebut ke arah Grace yang baru saja keluar dari kamar mandi, beruntung kecepatan dan ketepatan tangan Grace begitu aurat sehingga mampu menangkapnya.


" woahh Tuan Leonard merasa terganggu hemm?" sahut Grace terkekeh, setelahnya Dia mengangkat panggilan tersebut.


" Grace..!!!!" suara cempreng si penelepon langsung terdengar begitu tombol hijau diusap oleh Grace.


" ishhh.. kebiasaan lo kermi, bikin orang budek tau gak.. "


" hah mampus.. " celetuk Leo terkekeh kala melihat Grace melakukan hal yang sama dengannya yakni menggosok-gosok kuping yang terasa pengang itu.


" tega bener ya, gue maen ke rumah.. elonya gak ada.. "


" alah, soksoan lo mau ketemu gue.. palingan tujuan lo berdua ajak maen Cio sama Gwen.. "


" bener sih.. tapi kan gue juga kangen sama lo Grace. lagian lo curang, ngerayain aniv gak ngajak-ngajak.. "


" woahhh.. berapa ronde bestie..? "


" menurut lo.. lagian kapan sih gue ngerayain aniv kek kalian.. kapan coba.. "


" woy anjirr kagak usah ngegas juga lah.. iya kita-kita mah aniv juga nempel sama pesta ultah Cio Gwen.. puas lo.. "


" bagus, itu lo tau.. "


" tapi Grace, lo gak lupa kan sama janji lo.. "


" janji apaan? "


" emh, itu pesta ultah anak gu-"


" gue bilang mau di rapel.. paham? "


" ck, itu lo aniv sendiri-sendiri.. "


" lo protes, gue batalin nih.. "


" eh, jangan dong bos.. "


" dahlah, lo nelpon cuma mau ngingetin itu doang kan? ganggu aja lo.. "


" tunggu.. "


" apa lagi kermi..??? "

__ADS_1


" btw.. lo cantik kalo di poto candid.. babang tampan so sweet banget sih.. "


" maksud lo apaan? "


" yaelah lo liat IG sono.. "


tutt..


Grace menutup panggilan tersebut secara sepihak. sejujurnya dia malas meladeni Silvie, kerena memang dirinya berniat melanjutkan tidurnya saat ini juga karena kelelahan. namun begitu mendengar ucapan sahabatnya barusan, membuat Grace nampak antusias membuka salah satu sosial media yang sudah cukup lama tak dibukanya.


satu kejutan lagi yang Grace dapatkan dari sosok Leo yang bisanya menyebalkan itu. Dia melihat poto dirinya tadi malam di akun sosial media Leo yang bahkan jarang sekali dibuka. dimana poto tersebut di ambil secara candid ketika dirinya tengah tersenyum manis menikmati tontonan tadi malam.


bukan perihal poto yang membuat Grace tersentuh, melainkan captionnya yang sukses membuat jiwanya bergetar hebat.


" istriku yang cantik dan selalu cantik.. terimakasih untuk hari-hari yang penuh dengan cinta..


Akhirnya aku bisa mengerti indahnya cinta itu karena dirimu..


bilangan tahun yang kita lalui bersama mengajariku satu hal, bahwa tidak ada yang lebih baik dan lebih tulus selain dirimu..


Aku tidak akan menuntutmu lebih, aku hanya ingin sehidup semati denganmu..


Mari bahagia bersama dengan anak-anak kita.. "


" Leo.. " panggil Grace terdengar lirih menatap Leo yang tampak bersandar di tempat tidurnya sambil memeriksa laporan pekerjaan di ponselnya.


" hmm.. " sahut Leo seadanya. Dia terlalu fokus dengan ponselnya dan mengabaikan istri yang sedang terbawa perasaan itu. terlebih setelah membaca begitu banyak komentar positif dari para penggemar yang selalu setia menunggu kabar baik kehidupan mereka.


" Leo.. liat dulu napa istrinya.. " ucap Grace sedikit merengek membuat Leo mendongak kemudian terkekeh kala melihat istrinya itu merentangkan tangan meminta Leo segera memeluknya.


Leo mengangguk, bangkit dari tempat tidurnya dan segera menghampiri Grace untuk memeluknya. mana bisa Leo menolak permintaan istrinya itu, apalagi harus melihat wajah menggemaskan ketika merengek mengalahkan Cio saja.


seketika Grace dibuat terbelalak ketika Leo melangkah menghampirinya. bagaimana tidak, pria itu dengan santainya berjalan tanpa sehelai benangpun menempel di tubuhnya. ya, Leo masih dalam keadaan n*k*d, dan Grace tadi belum menyadarinya karena memang terbalut selimut.


" Leonard.. itu si Jhoni ngegantung kemana-mana.. " celetuk Grace menunjuk barang pusaka milik Leo tanpa dosa.


sementara sang empu malah cuek membiarkannya, Dia malah langsung mendekap Grace yang tengah melongo itu.


" dapet salam dari si Jhoni.. " bisik Leo membuat Grace gugup sekaligus sesak.


" apaan sih lo? salam salam, salam apaan? "


" salam olahraga.. "


" ogah.. rentek badan gue.. " Grace langsung mendorong dada Leo dengan kasar, pasalnya suaminya itu mendekapnya terlalu erat sampai dirinya nyaris kehabisan napas.


" oh ayolah Grace.. gue janji deh gue bakalan-"


" ngelakuin apa yang gue mau.. " sela Grace menantang membuat Leo mengangguk setuju tanpa berpikir terlebih dulu. bisa saja kan istrinya itu meminta aneh-aneh? ah.. persetan.. yang penting hasratnya tersalurkan saat ini juga.


" oke.. diel.. " sahut Leo nampak bersemangat membuat Grace tersenyum penuh kemenangan, mudah sekali ternyata mengelabui Leo.


lagi. keduanya melanjutkan kembali aktivitas sensitif itu. dimana kali ini Grace mendominasi, ck.. padahal sebelumnya Dia ogah-ogahan nolak ajakan suaminya.


entah berapa kali mereka melakukan kelanjutan permainan semalam, yang jelas mereka menjeda permainan itu hanya waktu makan saja.


" woah.. lo kan udah janji mau ngelakuin apa aja yang gue mau.. "


" memangnya mau apa hmm? "

__ADS_1


__ADS_2