
Mentari pagi membawa energi untuk beraktivitas kembali.
Grace sedang sarapan di ruang makan, Leo menghampirinya.
"Udak gak sakit.. ? "
Tanya Grace sembari mengambilkan sarapan untuk suaminya.
"Hmm.. "
"Yaudah.. Gue numpang ya.."
Grace cengengesan.
"Tumben lo mau bareng gue.. "
Tanya Leo sok heran, padahal senang.
"Lah ngapa..? Motor gue rusak gara-gara siapa? gue mau naik taksi lo bilang gak boleh boros.. "
Grace nyerocos.
"Mulai.. Mulai.. Merembet terus.. "
Timpal Leo.
"Lagian lo ngeselin.. Jawab aja boleh atau enggak.. "
Grace cemberut kesal.
Leo terkekeh melihat Grace yang kesal terlihat menggemaskan baginya.
"Iya deh iya.. Boleh.."
Jawab Leo.
Merekapun melanjutkan sarapannya.
"Oh ya Le.. Kenapa lo gak bawa mobil sendiri aja.., pake supir segala..apa jangan-jangan lo gak punya SIM..? "
Ledek Grace yang sudah berubah moodnya.
"Kalo gue gak punya SIM, kemaren gak mungkin nganterin bokap nyokap gue ke bandara.. Males aja gue.. "
Jawab Leo santai.
"Males.. ? Kenapa takut tangan lo kapalan..? Payah Lo.. Gimana kaya gue kemana-mana pake motor.."
Grace kembali mengejek.
Leo mendengus kesal, Iapun beranjak dari meja makan meninggalkan Grace.
"Leo.. Tungguin.. "
Grace buru-buru menghabiskan sarapannya dan meminum segelas susu dengan satu tegukan sampai kandas, kemudian segera mengejar Leo keluar.
"Widih.. Bapak baper..? "
Ejek Grace ketika mendapati Leo tengah duduk dibelakang kemudi,
Gracepun naik di bangku belakang.
"Lo pikir gue supir Lo..? Pindah ..! "
Titah Leo kesal.
Gracepun turun untuk pindah ke bangku depan dengan kesal.
Mobil pun melaju keluar dari kediaman mereka.
Di tengah perjalan Grace terkekeh, Leo meliriknya keheranan.
"Kenapa lo..? "
tanya Leo heran
"Nggak.. Gue inget Si Silvie kemaren mau dengerin musik, gue bilang isinya religi semua, biar gak berisik.. "
Grace cengengesan sambil menunjuk audio mobilnya.
"Coba aja lo nyalain.. Isinya emang religi semua.. "
Jawab Leo santai.
"Hah.. Seriusan lo..? "
Leo hanya mengangguk mengiyakan.
Gracepun terkekeh tak percaya.
"beneran regilius nih anak? mana mungkin, kang balapan liar religius.. "
___
Mereka telah sampai di sekolah, mobilpun memasuki parkiran.
"Gue duluan ya.. Tar keburu fans fanatik lo liat, bisa abis Gue.. "
Ucap Grace sambil membuka sabuk pengaman lalu meraih tangan Leo mencium punggung tangannya.
Grace mulai membiasakan diri mencium tangan Leo, sementara Leo membalas dengan mengecup kening Grace, sontak Grace terkejut membulatkan matanya menatap Leo.
Leo membalas tatapannya, wajahnya mendekat, Grace menutup mata ketika bibir Leo menyentuh bibirnya dengan lembut.
Jantung keduanya berdetak kencang.
Tuk.. Tuk.. Tuk..
"Sial.. "
Gumam Leo ketika melihat Ari mengetuk kaca mobilnya.
Grace yang tadinya gugup terkekeh melihat kekesalan di wajah Leo.
Merekapun keluar dari mobil dengan Leo membukakan pintu untuk Grace
Leo mengusap kepala Grace dengan hangat tanpa penolakan dari Grace.
"Tar malem.. "
Bisiknya di telinga Grace membuat Grace merinding mendengarnya.
"Aw.. "
Leo meringis ketika kakinya sengaja di injak oleh Grace sebelum berlalu meninggalkannya.
Ari yang melihatnya tertawa terbahak-bahak.
"Lo ngapain lama di dalem Le..? Abis isi energi..? "
Ucap Ari terkekeh.
"Kepo.. "
Timpal Leo melengos.
___
Sesampainya di kelas Grace disambut oleh kedua sahabatnya.
"Grace..Grace.. Gimana udah belum..? "
Tanya Silvie penuh semangat.
"Apanya..? "
Tanya Grace heran.
"Yang kemaren gue bilang, udah lo lakuin belom? "
"Belum.. "
"Wah parah lo.. Lo mau Si Leo nyari pelampiasan? "
Silvie menakut-nakuti.
Grace terdiam mencoba berfikir, mencerna perkataan dari sahabatnya. hati dan pikirannya bergelut.
__
Ditengah jam pelajaran Grace ijin ke toilet.
Grace berjalan melewati lapangan dimana kelas Leo sedang praktik olahraga.
"Shuit wiww.. "
"Grace.. Makin cantik aja lo.. "
__ADS_1
"Grace.. Aylopyu.. "
Semua siswa menyoraki Grace bak Selebritis yang berjalan di karpet merah.
Namun bukannya lambaian tangan yang mereka dapatkan, melainkan kepalan tangan Grace meninju ke arah mereka tanpa menoleh nya. Grace sudah terbiasa dengan situasi seperti ini.
"Hahha... Mampus lo.. "
Ari terkekeh melihat tanggapan Grace terhadap Teman-temannya, sementara Leo menggeleng mengamati.
"Oh Grace.. Makin galak makin suka.. "
Grace berlalu begitu saja tanpa menanggapinya.
Pesan masuk,
Hubby :
"Lo gapapa..? Muka lo pucet.. "
Mine :
"Muless.. "
Hubby :
"Mules kenapa..? Lo gak salah makan kan?"
Mine:
"Gue baru datang bulan.. "
Hubby :
".. Tar malem gak jadi..? (emoticon sedih) "
Mine :
" emoticon tinju"
***
Tiba waktu istirahat.
Grace Cs keluar kelas menuju kantin.
Silvie menghentikan langkahnya, Ia mengamati tubuh Grace dari atas sampai bawah.
"Kenapa lo..? Ga jelas banget.. "
Megan Keheranan.
"Jadi susah bedain kalo lo udah ngelakuin ato belom.. Habisnya jalan lo kek begitu, keseringan bawa Moge sih lo.. "
Ucap Silvie cekikikan.
"Maksud lo apaan si..? "
Tanya Grace penasaran.
"tar kalo udah.. ceritain ya "
timpal Silvie cengengesan
"Huhh.. Gila Lo Sil..!"
Megan yang paham menoyor kepala Silvie, membuat Grace menggeleng melihat kedua sahabatnya.
Merekapun sampai dikantin.
"Guys mau makan apaan? "
tanya Megan pada keduanya.
"Apa aja deh.. samain Me.."
Jawab Silvie.
"Lo juga mau di samain Grace..??? "
Tanya Megan pada Grace
"Gue.. ,
Ucapan Grace terpotong tatkala seseorang menyodorkan secangkir air jahe hangat di hadapannya.
Ucap Leo sambil duduk di samping Grace.
"Thanks.. "
Jawab Grace gugup, seketika wajahnya langsung bersemu.
"Ehem.. Grace gue sama Silvie pindah aja ya.. "
Ucap Megan sambil menyikut lengan Silvie yang sedang melongo.
"Gak usah, udah di sini aja..Gapapa kan..? "
timpal Grace seraya melirik Leo.
Leo hanya mengangguk setuju.
"Yaudah gue pesenin dulu makan, Leo juga samain kan? "
Tanya Megan pada Grace.
"Jangan.. ehh maksud gue gak usah pake seafood.. Nasi goreng biasa aja, iya kan Le..?"
Tanya Grace gugup ke arah Leo.
"Gak mau.. Gue maunya nasi goreng bikinan lo.. "
Jawab Leo santai.
Grace menghela napas kasar
"Udah Me.. Lo pesen aja tiga, punya gue polos aja.. "
Titah Grace pada Megan.
Megan pun mengangguk mengulum senyuman, sementara Silvie masih melongo.
Pesananpun datang tak lama setelah Megan kembali.
"Nih.. Lo cobain dulu.. Rasanya sama kaya bikinan gue.. "
Titah Grace kesal terhadap Leo.
Leo hanya diam memandangi sepiring nasi goreng yang disodorkan oleh Grace.
"Ngapa malah diliatin.. Mau gue suapin??? "
Grace kesal, sebenarnya Ia menginginkan Leo pergi, Sementara Leo malah mengangguk semangat.
"Lo gila.. Gak liat noh fans fanatik lo merhatiin kita..?"
Grace makin kesal ia mengambil sesendok nasi dan memasukannya ke mulutnya sendiri.
Leo menyambar sendok yang telah kosong dari tangan Grace, Iapun mulai memakan makanannya.
Grace melongo tak percaya dengan tingkah Leo, tak terkecuali dengan kedua sahabatnya bahkan semua murid yang memperhatikan mereka.
"Buka mulut lo.. "
Titah Leo hendak menyuapi Grace membuatnya langsung menggeleng menolak.
"Kenapa, kita udah ngelakuinnya kan? "
Ucap Leo santai menatap Grace penuh arti, sontak Grace menatap tajam Leo, sementara kedua sahabatnya menahan tawanya.
"Aw.. "
Lagi-lagi Grace menginjak kaki Leo.
"Udah sono lo cabut.. Tar gue jadi bulan-bulanan fans fanatik lo.. "
Grace benar-benar kesal dengan tingkah Leo
"Gue mau pergi kalo makannya udah abis.. "
timpal Leo santai.
"Ih.. Lo bener bener ya.. "
Kesal Grace menyambar kembali sendok dari tangan Leo.
Akhirnya Grace menyerah, Ia memakan nasi gorengnya bergantian dengan Leo yang menyuapinya sampai habis.
__ADS_1
***
Jam belajar telah selesai, waktunya untuk pulang.
"Loh.. Grace lo gak bawa motor? "
Tanya Megan
"Lo ga liat si Grace masih pake rok.. "
Silvie menimpali.
"Oh iya.. "
"Ehem.. Grace gimana rasanya..? "
Goda Silvie cengengesan.
"Apanya yang gimana? "
Tanya Grace heran.
"Itu ciuman pertama lo..? "
Silvie cengengesan.
"Gila lo.. "
Jawab Grace kesal menoyor kepala Silvie.
"Gue emang udah gila Grace.. Eh no laki lo.. "
Leo keluar dari mobilnya menyandar di pintu mobil menunggu Grace.
"Guys gue cabut duluan ya.."
Pamit Grace cari aman.
Iapun menghampiri Leo yang tengah menunggunya.
Leo mengacak rambut atas Grace lalu membukakan pintu mobil untuk Grace.
"Anjir.. Sweet banget.. Gue jadi pengen.. "
Ucap silvie ketika mobil Leo telah berlalu.
___
"Emh.. Le.. Lo bisa gak sih, gak bersikap kaya gitu kalo di sekolah..? "
Ucap Grace gugup.
"Kenapa.. Lo keberatan? Atau lo ada yang lain..? "
Tanya Leo heran.
"Enak aja ada yang lain.. Lo kali .. Secara yang ngejar-ngejar lo banyak.. "
Jawab Grace kesal.
Leo menyeringai.
"Kaya lo nggak aja.. "
Ucap Leo santai.
"Emang lo pernah ngeliat gue ngeladenin cowok lain.. Pernah gak?.. Lo pikir status ini gue anggap main-main?"
Ucap grace mulai tersulut.
"Merembet terus.. "
Ucap Leo mengejek, sebenarnya kegirangan mendengar ucapan Grace tentang status pernikahannya.
"Maksud gue tuh, kalo di sekolah ya .. Bersikap kaya biasanya aja.. Gue males kalo harus ngeladenin fans fanatik lo.. "
"Terus kalo diluar sekolah boleh dong.. "
Leo menimpali dengan santai. membuat Grace seketika gugup, mukanya memerah.
"Ah.. Sial.. Bodoh emang lo Grace.. "
Gumamnya.
Leo mengulum senyuman melihat Grace yang salah tingkah sungguh menggemaskan.
***
Hari sudah gelap, Grace tengah sibuk membantu Esih menyiapkan makan malam, sementaranya Leo tengah mengerjakan tugas sekolahnya di kamar bergelut dengan laptopnya.
Mata Leo memicing tatkala melihat riwayat di mesin pencarian pada layar Laptopnya.
"Kiat-kiat menjadi istri yang baik"
"Hak suami-istri"
"Cara mengatur napas saat berciuman"
Leo terkekeh melihat riwayat yang paling menohok.
Ceklek..
Leo menoleh ke arah pintu lalu berekspresi seperti tidak tahu apa-apa.
"Le.. Makan dulu, udah gue siapin.. "
Ajak Grace .
"Hmm.. "
Jawab Leo sok serius dengan aktivitasnya.
Grace berniat kembali turun ke bawah seketika terhenti,
"Lo abis make Laptop gue..? "
Tanya Leo sok penasaran.
"Iya gue tadi ngerjain tugas bentar.. "
Jawab Grace malas
"Lain kali di restart dulu kalo mau matiin.."
deg.
"Mampus.. dia tau ga ya.. "
Grace mulai panik,
Leo beranjak menghampiri Grace yang tengah berdiri mematung dengan kepanikannya.
"Lo udah siap..? "
Bisik Leo pada telinga Grace seraya menggenggam tangannya.
"Gugue.. Hemmp.. "
Mulutnya terbungkam ketika bibir Leo menyerang bibirnya dengan lembut.
Gracepun mencoba mengimbanginya, entah apa yang dirasakan keduanya sekarang , berciuman tanpa di dasari cinta tetapi keduanya sangat menikmatinya terlebih Leo memperlakukan Grace dengan lembut membuatnya seperti terhipnotis.
Tanpa sadar Leo menuntun Grace sampai terbaring di ranjang masih dalam posisi saling menautkan bibirnya.
Kini bibir Leo berpindah ke leher jenjang Grace, menghirup aroma tubuh Grace, membuatnya melenguh pelan.
"Leo.. Stop..!"
Ucap Grace seraya mendorong tubuh Leo yang mengukungnya.
Leopun menghentikan aktivitasnya.
"Kenapa..??? "
tanyanya heran yang tak kuat menahan gejolaknya selama ini.
"Gue kan lagi dapet.. "
Jawab Grace gugup memalingkan wajahnya.
Leo mendengus kesal,
"Berapa lama..? "
Pertanyaan bodoh Leo.
"Paling lama seminggu.. Udah ayo makan.."
__ADS_1
"okeh.. seminggu lagi men.. "