
Pagi yang cerah matahari bersinar.
Alarm berdering , Leopun terbangun tetapi tidak dengan Grace yang masih memeluknya erat .
Leo mencoba bangkit namun Grace menahannya,
"Jangan pergi.. "
Ucap Grace yang masih memejamkan matanya.
Leopun menurutinya, Ia kini duduk bersandar di tempat tidurnya, mengusap kepala Grace yang masih lekat memeluknya.
Leo menatap wajah Grace yang terlihat tenang, membelai rambut indahnya, kemudian Ia mengecup kening Grace.
Ceklek..
Pintu kamar terbuka bersamaan dengan Leo yang tengah mencium istrinya, sontak Leopun terkejut dan menoleh ke arah pintu dimana di sana berdiri Deti sedang melongo menutup mulut tak percaya.
Jika saja suasana seperti biasa, sudah tentu Ia akan mengolok-olok putranya yang tengah bertelanjang dada mencium Istrinya yang memeluknya erat.
Leo meletakan telunjuk di bibirnya mengisyaratkan agar Ibunya tidak mengeluarkan suara.
Detipun mengangguk paham lalu menutup kembali pintu kamar putranya, Ia segera turun ke bawah dengan semangat menghampiri suaminya, menceritakan apa yang dilihatnya barusan.
Hendri hanya mengangguk mengerti, sepertinya sudah ada kemajuan dengan hubungan anak dan menantunya, begitupun dengan Deti mengiyakan pemikiran Hendri tanpa mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi semalam.
"Leo .. Papah sama mamah mau pergi, urusan papah belum selesai, nanti kami juga mau mampir dulu ke rumah mertuamu.
Jaga Istrimu dengan benar.
Kamu jangan khawatir, papa sudah minta ijin pihak Sekolah biar kamu bisa menemani Grace.."
Leo menghela nafas kasar setelah membaca pesan dari sang Ayah.
***
Disekolah seluruh murid riuh karena semua guru mengadakan rapat.
"Yee.. Free.."
Silvie kegirangan.
"Tapi sayang si Grace gak ada.. "
Timpal Megan malas.
"Yaudah kita kerumahnya yuk.. Mumpung bebas nih.. "
Ajak Silvie penuh semangat.
"Ah elo Sil.. Palingan mau ngepoin yang kemaren.. "
timpal Megan menduga .
"Gue kangen dia tau.. Tapi itu juga bener sih.. Hehe"
Jawab Silvie cekikikan.
"Udah sih.. Kasih Si Grace waktu buat berkabung.. "
"Hmm iya juga ya.. "
___
Sementara di kelas lain.
"El .. Kuy maen basket.. "
Ari mengajak Exel.
"Males gak ada si Leo.. "
Jawab Exel dengan dingin
"Tau tuh anak.. Tumben gak ada kabarnya, tapi di absensi dia sakit.. " Timpal Ari keheranan.
"Yaudah cabut yuk.. "
Ajak Exel membuat Ari kembali heran.
"Cabut kemana..? Kata lo males gak ada si Leo.. "
Tanya Ari dengan sarkasnya.
" bego.. Ya kerumah si Leo lah, lu mau jadi temen durhaka gak nengokin temennya sakit.. "timpal Exel geregetan menoyor Ari.
"Anjir.. Lagu lo El.. "
***
Tok.. Tok.. Tok..
"Ini Bi Esih den.. "
Esih ke kamar Leo tak lama setelah kepergian majikannya.
"Hmm.. Masuk bi.."
Jawab Leo pelan.
Esihpun masuk membawa nampan berisi makanan.
"Ini den makannya...bibi teh ijin keluar sebentar atuh nya mau belanja dulu.. "
Ucap Esih seraya memalingkan wajahnya setelah sejenak melihat pemandangan dihadapannya.
"Taro aja disitu bi.. "
Leo menunjuk meja belajarnya.
"Permisi den.. "
"Hmm.. "
Esih pun keluar dari kamar Leo.
Leo menghela napas, Ia sama sekali tidak bisa beranjak dari tempat tidur, bahkan untuk sekedar ke kamar mandipun tidak bisa sebab Grace masih terus memeluknya.
Ceklek..
__ADS_1
"Kebetulan.. Gue udah kebelet.. "
Leo mengira jika Esih kembali ke kamarnya, Ia akan menyuruh menggantikan posisinya sebentar selagi dirinya ke kamar mandi.
Namun bukannya Esih yang datang melainkan kedua sohibnya yang masuk nyelonong kebiasaan.
Keduanya kompak melongo tak percaya melihat pemandangan yang tersuguh, namun Leo berusaha tetap tenang dan mengisyaratkan agar mereka diam.
Leo mencoba mengurai pelukan Grace, beruntung Grace hanya menggeliat.
" Hhh.. Dari tadi ke.. "
Batinnya.
Leo beranjak dari tempat tidur dengan hati-hati, Ia mengibaskan tangannya mengusir kedua sohibnya dengan memaksa menutup pintu kamar rapat.
Kemudian Ia bergegas ke kamar mandi, hanya sekedar buang air kecil karena sudah tidak tahan lalu mencuci muka dan menggosok giginya.
Selepas menunaikan urusannya di kamar mandi, kemudian Leo keluar dari kamar turun menghampiri kedua sohibnya yang kini menunggunya di ruang keluarga.
"Widih.. Gila lo bro.. Nyolong start. . "
Ucap Exel dengan nada mengejek
"Tau tuh.. Gue pikir sakit.. Eh malah lagi asik-asik.. "
timpel Ari sama mengejeknya.
"Dia Istri gue.. "Ucapnya datar.
Leo menjelaskan, Ia tak ingin ada kesalahpahaman, terlebih Ia tak ingin kedua sohibnya menganggap Grace gadis yang bukan-bukan.
Mendengar ucapan Leo, sontak Ari dan Exel terkejut.
"Hah.. Jangan bercanda Le.. "
Ucap Ari tak percaya.
" Lo pikir ini lelucon.. "
Leo menatap tajam sohibnya.
" Sejak kapan Le..?"
Exel mencoba menenangkan.
" Abis ujian akhir.. "
Jawab Leo mulai santai.
"Hah.. Jadi di Labuan bajo lo bedua honeymoon.. Trus yang kemaren di toilet dia gak nyasar?..gila.. Ini.. Gila.. "
Ari nyerocos menggeleng tak percaya.
Leo menghela napas
"Gue harap lo berdua bisa jaga rahasia.. "
Ucapnya menekankan.
"Siap bro santai aja.. "
Exel santai menimpali.
timpal Ari cengengesan, membuat Leo menatapnya tak suka
"Lo mau mati..? "
Ucap Leo mengancam.
"Ampun.. Santai bro gue cuma becanda kali.. "
Ari masih cengengesan.
"Mundur Ri mundur.. Kita kalah langkah ri.. "
Exel menimpali seraya merangkul Ari.
"Udah lu berdua cabut deh.."
"Anjir.. Siang-siang lo hajar juga Le.. Mentang-mentang sepi.. "
Ucap Ari songong.
"Grace lagi sakit, nyokapnya kemaren meninggal.. "
Timpal Leo datar
Keduanyapun terkejut, terlebih Ari
"Oh namanya Grace..
Hahh.. Nyokapnya meninggal..??? Pantesan kemaren lo cabut duluan.. "
"Yaudah Le kita cabut dulu.. Lu temenin istri lo.. Kasian dia lagi berduka, pasti butuh lo.. "
Ucap Exel yang sok bijak menepuk bahu Leo.
"Tapi lo belum ceritain Le.."
Ucap Ari sambil cengengesan.
"Cerita apaan.. ?"
Tanya Leo heran.
"Ya begituan..Detik-detik lo unboxing.. "
Ari menaikturunkan kedua alisnya.
"Cabut gak lo.. "
Usir Leo dengan tatapan yang tajam.
"Iya deh iya kita cabut.. Ayo El cabut keburu macan ngamuk.. "
timpal Ari gelagapan seraya menarik lengan Exel.
"Tau lo gak kenal waktu dan tempat kalo nanya Ri.. Kaya otak lo nyampe aja.. "
__ADS_1
Timpal Exel mengejek Ari.
"Sialan lo El.. Tapi lain kali ceritain ya Bro.. "
Ari masih cengengesan menatap Leo penuh harap.
"Lo beneran mau mati..!!!"
Leo benar-benar kesal.
"Anjir.. Ayo cabut El.. "
Merekapun bergegas keluar dari Rumah Leo.
***
Selepas kepergian kedua sohibnya, Leo bergegas kembali ke kamar.
Sesampainya di kamar Ia mendapati Grace sudah terbangun dan tengah bersandar di tempat tidur.
"Dari mana aja.. "
Ucap Grace kesal.
"Dari bawah.. Mau makan gak..? "
Ucap Leo sambil mengambil nampan di atas meja.
"Kenapa??? Gue rese kalo laper..? " timpal Grace ketus.
Leo tersenyum menghampiri Grace yang sedang cemberut, mengacak gemas rambut atas grace.
"Makan yah.. Biar badannya enakan.. "
Ucapnya lembut membujuk Grace.
"Hmm.. "
Grace menjawab dengan gaya Leo, membuat
Leo menggeleng mengulum senyum.
Gracepun memakan makanannya dengan lahap.
"Diminum vitaminnya.. "
Leo menyodorkan vitamin dan segelas air setelah Grace menghabiskan makanannya.
Gracepun menurut meminum vitaminya.
"Le.. Thanks ya udah mau nemenin gue.."
Ucap grace yang mulai berubah moodnya.
"Udah seharusnya gue jagain lo.. Kan gue suami lo.. Gak peka banget.. "
Ucap Leo bermaksud menghibur istrinya, dan benar saja kini Grace tertawa lepas.
"Oh ya Le.. Gue boleh minta sesuatu gak..?"
" Hmm.. "
"Boleh gak gue kasih tau status kita sama kedua sahabat gue..? Kemaren kan mereka pasti ngeliat lo.. Boleh ya..???"
Grace memelas manja.
" Lo kasih tau seluruh dunia juga gue gak keberatan.. "
Batin Leo, namun ia hanya mengangguk tanda setuju.
Tanpa sadar Grace menghambur memeluknya.
"Sorry.. "
Grace mencoba mengurai pelukannya, namun Leo malah mendekapnya dengan erat, mengelus rambut indahnya. Gracepun tak menolak, merasa mulai betah berada didekapan Leo.
Grace mendongak menatap wajah Leo
"Oh ya.. Gue boleh minta satu lagi ga..?"
Pintanya penuh harap yang masih di dekapan Leo.
"Apa tuh..? " Timpal Leo membalas tatapan Grace dengan sorotan yang tajam nan hangat.
" Tambahin uang jajan gue.."
Bisik Grace.
"Gak.. "
Jawab Leo singkat.
"Dasar pelit.. Katanya suami gue.. Masa iya gue harus minta sama bang Jamal.."
Grace kesal sambil memukul pelan dada bidang Leo.
"Bang jamal..? Siapa lagi tuh..? "
Tanya Leo penasaran menunduk ke arah wajah Grace.
Seringai licik diwajah Grace
"Lo mau tau..? Tambahin dulu uang jajan gue.. "
Ucap Grace memancing.
"Iya gue tambahin.. Jawab dulu, siapa si Jamal itu..? "
Leo menginterogasi sambil memegang kedua pundak grace dan menatapnya lekat.
deg.. deg.. deg..
"Kang kebun di sekolah.. Hahaha.. Kena lo... "
Grace bergegas melarikan diri masuk ke kamar mandi.
"Ye.. Uang jajan gue ditambahin.. "
Sorak grace di dalam kamar mandi.
__ADS_1
Leo yang sempat kesal karena terpancing dengan Grace, kini ia menggeleng dan tersenyum dengan tingkah laku Grace yang mudah sekali berubah moodnya.
Leo meyakini jika Grace gadis yang kuat.