
Setelah menunaikan kewajiban sebagai sepasang suami-istri, kini keduanya kembali berbaring di balik selimut setelah sebelumnya membersihkan diri.
"Le.. "
panggil Grace pelan membuka sesi Pillow Talk.
"Hmm.. "
Ucap Leo sembunyi di ceruk leher Grace seraya memeluknya.
"Ko bisa ada bibi sih? katanya mau mandiri.. "
Grace mengelak, Ia merasa risih jika ada wanita lain di tengah-tengah rumah tangganya sekalipun itu asisten rumah tangga seperti Lilis wanita paruh baya.
"Hmm.. "
Hanya suara itu yang keluar dari mulut Leo dengan mata terpejam.
rupanya Leo benar-benar merasa kelelahan namun terpaksa meladeni ucapan Grace.
"Leo.. lo bisanya cuma hmm hmm doang.. "
Grace memunggungi Leo merasa kesal, sementara Leo mengeratkan pelukannya.
"Gue gak mau lo cape.. Gapapa bibi bantuin kita sekalian jaga rumah kalo kita gak ada.. "
Ucap Leo di balik tengkuk Grace.
"Janji.. Bantu doang ya.. "
Timpal Grace menekankan. Ia tidak ingin membebani Lilis dengan semua pekerjaan rumahnya.
"Iya sayang.. Udah tidur"
Titah Leo seraya mengelus perut rata Grace.
Grace terkekeh geli, membayangkan suatu saat nanti jika dirinya mengandung , Leo memperlakukannya seperti saat ini.
"Kenapa..? Mau lagi..? "
Ucapan Leo memancing, namun tak bersungguh-sungguh, dirinya sendiri merasa sangat lelah.
Grace hanya menggelengkan kepalanya seraya membalikan badannya menghadap ke arah Leo dan bersembunyi di dada bidangnya.
Leopun menyambut mendekapnya lalu mengusap lembut rambut indahnya.
Dekapan dan hembusan napas Leo seolah menjadi candu bagi Grace.
"Dia tau gak sih kalo gue suka gocan.. "
batinnya seraya mendongak ke atas melihat wajah Leo yang kini mulai terpejam dengan tenang.
"cih.. yang dikelonin siapa.. yang duluan tidur siapa.. Untung lo ganteng.. "
Gumamnya kembali bersembunyi di dada bidang Leo.
____
Pancaran fajar di pagi hari memancarkan energi dan semangat baru untuk suasana hati yang sedang di mabuk asmara.
Grace merasa lebih segar karena tidurnya semalam yang nyenyak tanpa di ganggu oleh Leo yang biasanya akan meminta kembali melayaninya.
Begitupun dengan Leo nyenyak karena Grace tidak mengganggu tidurnya yang tidak bisa diam atau sekedar mengigau. Jelas saja Grace akan diam jika berada di dekapannya.
Leo bersiul seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, seketika matanya melongo melihat tingkah Grace yang nyeleneh mencuci pakaian dalam keduanya di wastafel.
"Ngapain..? " tanya Leo heran
"menurut lo..?" timpal Grace ketus.
"Maksud gue ngapain nyuci di situ kan bisa di bawah.. lagian kan ada bibi.. "
Ucap Leo merasa frustasi.
"cih.. Gue gak rela ya orang lain liat atau megang underwear lo.. Apalagi nyuciin.. "
Grace benar-benar sudah buta karena cintanya pada Leo.
Leo terkekeh,
"tapi gak disitu juga nyucinya.. "
Timpal Leo bergidik, bayangannya sudah jauh. Ia membayangkan jika suatu saat nanti punya anak, Grace memandikan bayi mungil di wastafel juga.
"Bodo.. Udah sana pake baju, gue udah nyiapin sarapan buat lo.. "
titah Grace mengibaskan tangannya mengusir Leo yang mengganggu aktivitasnya.
"Iya.. tapi bareng sama lo makannya"
"Hmm.. "
Leopun menurut meninggalkan Grace mengenakan seragamnya bersiap untuk berangkat sekolah.
____
Leo mengerutkan dahinya ketika membuka tudung saji yang berada di atas meja makan.
Ia menggeleng tak percaya dengan sarapan yang disajikan oleh Grace, di mana sudah tersaji nasi hangat dengan telur mata sapi beserta sebotol kecap manis di lengkapi dengan kerupuk putih khas rumah makan sederhana.
"Kenapa..? Gak mau..? " tanya Grace menantang.
Leo menggeleng menghela napas,
"Emang bibi gak masak ya.. " tanya Leo dengan suara pelan.
"Katanya kalo gue masak apa aja pasti lo makan.. "
Ucap Grace cemberut sok ngambek.
"ini mau makan.. makasih sayang.. "
Ucap Leo tersenyum semanis mungkin, tetapi tangannya penuh tenaga saat menuangkan kecap pada piringnya.
Grace terkekeh gemas dengan tingkah Leo
"Gitu dong, suami aku makin tampan deh.. "
Goda Grace mengusap ujung bibir Leo yang terkena noda kecap dengan ibu jarinya.
"Gak usah mulai goda.. Gue rela kalo hari ini harus bolos.. "
Ucap Leo santai seraya ******* noda kecap di jari Grace.
"Apaan sih.. Siapa yang goda.. "
Ucap Grace gugup memalingkan mukanya.
____
__ADS_1
Di perjalan menuju sekolah Grace merasa kesal karena macet tak kunjung terurai.
"Le.. motor ambil satu ngapa.. Males gue kalo pake mobil.. Macet mulu.. " ucap Grace melas.
" Pagi-pagi macet udah biasa.. Lo aja taunya molor kalo di mobil.. nih tumben tumbenan lo ga molor.."
Leo menimpali dengan santai.
"Gue molor di mobil gara-gara lo malemnya.. Nih tumben tumbenan Lo gak minta nambah.. "
Sarkas Grace tidak mau kalah.
Leo mengulum senyuman,
"Oh.. mau nambah? kayanya ada yang ketagihan.. "
"Sok tau lo.. "
Grace membuang muka menghadap jendela
Hening..
Grace kembali memecah keheningan.
"Ehm, Le.. tar pulang temenin gue belanja keperluan rumah ya.. "
Bujuk Grace manis manja mengoyang-goyang lengan Leo.
"gak mau jenguk Daddy dulu..? " tanya Leo pelan.
"Ntar malem kan bisa.. " Jawab Grace kekeh.
"Gak hari libur aja? atau biar bibi aja.."
" Dih bawel ya.. Tibang nemenin belanja doang.. Gimana gue ajak kencan ke Mall.. eh lupa senengnya di Cafe Outdoor pinggir jalan.. "
Grace meracau tak karuan membuat Leo kembali frustasi.
"Iya ntar kita kencan ke Mall sekalian belanja keperluan rumah.. "
Leo menimpali dengan pasrah.
____
Mereka telah tiba disekolah dengan tepat waktu.
Keduanya turun dari mobilnya setelah sebelumnya melakukan ritual mengisi energi.
"Belajar yang bener jangan ghibah mulu.. "
Ucap Leo mengacak pucuk kepala Grace.
"Dih.. Sotoy.. lagian gue udah pinter dari sononya.. " timpal Grace songong.
"belagu.. Peringkat lo ke geser tau rasa lo"
"Sayangnya gue gak peduli tuh.. "
Timpal Grace melengos meninggalkan Leo.
___
"Hi bestie.. Gimana tidurnya semalem ?"
Sapa Grace kepada kedua sahabatnya yang sudah tiba duluan dikelas.
Timpal Silvie penuh semangat, sementara Megan terkekeh.
"Lo gimana bestie..? "
Tanya Grace pada Megan.
"biasa aja.."
Jawab Megan santai.
" Guys.. guys lo taukan artis ini.. ternyata punya selingkuhan.. "
Ucap Silvie seraya menyodorkan ponselnya pada Grace juga Megan,
baru saja di kasih tau oleh Leo jangan keseringan bergosip, tapi sepertinya jiwa keingintahuan Grace cs bak mamak arisan.
____
Tiba waktu pulang.
"bye bye bestie.. Gue mau quality time dulu.. "
Ucap Grace melambai-lambaikan tangannya meninggalkan kedua sahabatnya.
"Si Grace kesambet kali ya.. "
tanya Silvie Heran melihat Grace berlenggang menghampiri Leo.
"Bucin akut.. "
timpal Megan di angguki Silvie.
___
"Hi suamiku.. Jadi kan..? "
Goda Grace tersenyum sejuta watt.
"hmm.. gak usah goda gitu.. Buruan.. "
Ucap Leo seraya membukakan pintu untuk Grace.
"Makasih sayang.. " Goda Grace kembali.
Leo menghela napas dalam-dalam, melajukan mobilnya mencoba tidak meladeni Grace. Ia benar-benar tidak tahan dengan tingkah Grace yang menggemaskan. Ingin sekali rasanya menerkamnya saat itu juga, beruntung Ia masih tahu tempat.
___
Mobilpun memasuki Pusat perbelanjaan.
"Shitt.. "
Umpat Leo mendengar suara suara Klakson mobil di pintu masuk parkiran.
"Kenapa? " Tanya Grace heran.
"Parkirannya penuh kayak weekend aja. "
Jawab Leo sambil melajukan mobilnya mencari lahan kosong.
" ada Film baru kali.. Biasa.. Anak muda.." Timpal Grace santai.
"Cih.. Gak ada waktu laen apa..? "
__ADS_1
Ucap Leo santai, namun Grace merasa tersindir dengan ucapan Leo.
"Minggir.. Ibu rumah tangga mau belanja.. "
Ucap Grace kesal memaksa mengambil alih kemudi dengan duduk di pangkuan Leo.
"Grace jangan aneh aneh.. Biarin gue geser dulu.. "
Ucap Leo seraya memejamkan matanya sebab tak tahan dengan Grace yang duduk di pangkuannya, namun Grace tak menghiraukannya .
Tak lama mobilpun berhenti terparkir dengan sempurna.
"Dah.. turun.. "
Titah Grace pada Leo yang masih terpejam.
Leo membulatkan matanya tak percaya, rupanya Grace membawanya ke parkiran yang luas dan strategis disana tertulis "Ladies parking".
Leo mengacak gemas rambut Grace,
" Gue gak kepikiran.. " Ucap Leo bangga.
"Pikiran lo ngeres mulu sih.. " Timpal Grace terkekeh.
Kini mereka sedang berada di dalam pusat perbelanjaan.
"Grace lo gak mau nonton..? " Tanya Leo pelan.
Grace langsung menggeleng menolak.
"terus lo mau beli apaan? dari tadi muter-muter mulu.. "
Leo kesal karena sedari tadi Grace mengajaknya mampir dari toko satu ke toko lainnya tanpa membeli satupun barang.
"cuci mata dulu sayang.. "
Jawab Grace enteng seraya menggandeng lengan Leo.
"Katanya mau beli perlengkapan rumah.. "
Ucap Leo mengingatkan tujuannya.
"Hmm.. Yaudah ayo kebawah.. "
Ajak Grace menarik lengan Leo.
Grace bercermin pada ponselnya dengan fitur kamera depan, Ia menajamkan penglihatannya mendapati seseorang yang di kenalnya berdiri di kejauhan .
"Hehh.. mau macem-macem ama gue.. "
Gumamnya seraya menyunggingkan senyuman.
"kenapa..? "
Tanya Leo heran menggenggam tangan Grace ketika mereka berdiri di tangga berjalan.
"Gapapa.. Sayang selfie yu.. "
Ucap Grace melingkarkan tangannya pada pinggang Leo.
Leopun dengan senang hati menuruti keinginan Grace.
cekrek.. cekrek..
beberapa adegan gemas dari keduanya tertangkap kamera ponsel Grace.
"sayang.. Yang ini kamunya terlalu manis.. bisa diabet aku.. "
Ucap Grace menyandarkan kepalanya di bahu Leo seraya menunjuk salah satu hasil potret di ponselnya pada Leo.
Leo mengusap punggung Grace tanpa menimpali, sebenarnya Ia merasa heran dengan sikap Grace, tetapi Leo membiarkannya selama itu menggemaskan pikirnya.
Keduanya memasuki area perlengkapan kebutuhan rumah tangga di ikuti seseorang di belakangnya yang memang di sadari oleh Grace.
"Sayang aku mau ini.. Kayanya enak deh.. "
Grace menunjuk Mi instan varian baru.
"Jangan Mie mulu.. gak baik.." timpal Leo dengan lembut.
"Hhmm.. iya deh beli buah yuk.. Kamu pilihin ya sayang.. "
Ucap Grace so imut.
Leo mengangguk mengiyakan seraya mengacak gemas pucuk kepala Grace.
"Nih cobain .. Manis gak..? "
Ucap Leo menyuapi buah ke mulut Grace.
"Ini asem sayang.. nih kamu cobain..? "
Grace membalas menyuapi Leo tanpa penolakan darinya.
"manis ko... apa karna yang nyuapin manisnya nularin.. ?"
Ucap Leo jujur, secara tidak langsung Leo memerankan dengan sempurna drama yang di buat oleh Grace.
" Gombal.. " Ucap Grace bersemu merah.
"Jujur sayang.. Siapa yang gombal.. "
Timpal Leo seraya mencubit gemas pipi Grace.
Keduanyapun berkeliling mengambil beberapa perlengkapan sampai troli belanjaannya penuh. mereka tertawa lepas saling melempar canda dan bualan.
Jangan lupakan dengan seseorang yang sedari tadi mengikuti mereka mengepalkan tangannya kuat hingga tak tahan Ia menghampiri mereka yang tengah di area perlengkapan kebersihan.
Ia setia dengan trolinya yang masih kosong karena memang tak berniat berbelanja, kemudian menabrak troli Leo dan Grace pura-pura tidak sengaja.
Keduanya sontak menoleh karena kaget.
Leo langsung menarik lengan Grace untuk segera meninggalkannya, tetapi Grace mundur selangkah mengambil beberapa botol cairan pembersih lantai kemudian meletakkannya pada troli milik orang tersebut yang masih kosong.
"Buat stok.. "
Bisik Grace dengan nada menantang, kemudian berlalu segera menghampiri Leo.
"Sayang.. Ko aku jadi gerah ya.. "
Ucap Grace mengipas-ngipasi wajah dengan tangannya.
Leo menggeleng terkekeh.
"Mau eskrim..? " tanya Leo mengusap lembut pipi Grace.
Gracepun mengangguk mengiyakan.
"Ayo... "
__ADS_1