Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 68


__ADS_3

Leo cs melahap makanan dalam keheningan, namun hati masing-masing tengah bergelut dengan pikirannya dimana ketiganya kembali mengakui dosa dan kesalahan terhadap bidadari-bidadari mereka.


Grace dibuat cengo melihat Leo cs makan dengan lahap dalam keheningan,


" Ehem.. tumben makan tertib gini..?"


ucap Grace membuyarkan lamunan ketiganya.


" Eh.. sini sayang makan.. " Leo menepuk kursi sampingnya.


"Gue udah duluan tadi nungguin lo pada lama banget. . " timpal Grace santai.


" masakan lo enak Grace.. gue gak nyangka lo bisa masak seenak ini.."


ucap Ari cengengesan seraya nambah menyendok nasi langsung mendapat tatapan tajam dari Leo.


" Sorry.. gue cuma becanda.. " timpal Ari gelagapan


" Gue gak suka istri gue dijadiin bahan candaan.. "


ucap Leo menekankan masih dengan sorotan tajam membuat Ari menelan ludahnya ketakutan.


" thanks Grace, masakan lo emang enak.. Lo beruntung Le.. "


ucap Exel mencoba mengurai ketegangan,


"Hmm.. " Leo masih memasang wajah datar.


" kayaknya lo harus siap ngadepin si kermi El.. doikan bisanya dandan doang, masak mie aja tutorial.. " ejek Grace.


" Gue mau jadiin si Silvie istri bukan babu.. "


timpal Exel santai di tengah kunyahannya.


Leo yang merasa tersindir menatap tajam mangsa baru,


"El.. asal lo tau masakan istri sendiri itu lebih nikmat daripada masakan koki terkenal manapun.. "


ucapnya seraya menggenggam tangan Grace.


" Hmm.. Kalo gitu nanti gue ajarin si Silvie masak, gue kan udah jago masak.. "


timpal Exel santai tanpa dosa alias tidak peka jika Leo tersindir ucapannya.


" belum tentu El.. belum tentu si Silvie yang jadi istri lo.. "


ucap Leo dengan nada mengejek membuat raut wajah Exel kembali panik sementara Grace dan Ari terkekeh geli dibuatnya.


" Leo.. Lo kan udah janji mau nemenin gue.. "


Exel mulai merengek menggoyangkan lengan Leo yang sengaja sok jual mahal.


" nemenin apaan? " tanya Grace penasaran membuat Exel beralih menatapnya.


"Grace.. tolongin gue, temenin gue nemuin bokap si Silvie.. please Grace.. "


Exel sungguh tidak ada wibawanya sama sekali.


" Lo takut El..? " tanya Grace menahan tawanya di angguki oleh Exel.


"Gimana sayang.. temenin gak? " tanya Grace kembali dengan menyikut lengan Leo .


Leo sok jual mahal membuang mukanya,


"Cih.. Emang kita bonyoknya.. " timpalnya santai senang sekali mengerjai Exel.


" Leonard.. Lo kan tadi udah janji, dosa lo dosa.."


Exel semakin menjadi-jadi merengek bak anak kecil.


" Bodo.. "


" ya elah bro.. iyain aja napa.. ? ribet lo, geli gue liat si Exel kek bocah gitu.. " sahut Ari bergidik geli.


" hmm iya iya.. " ucap Leo sok pasrah membuat Exel sumringah memeluknya.


" Thanks Papi... "


" Najiss.. "


...****************...


Selepas makan Grace bersama Leo cs bergegas pergi menyambangi kediaman Silvie.


Sepanjang perjalanan Grace menggeleng menahan tawanya sebab ekpresi ketiga pria tampan saat ini terlihat seperti anak kucing yang hanyut kebanjiran.


Leo cs kompak mematung saat sudah tiba di depan rumah Silvie,

__ADS_1


" kuy..!!! " ajak Grace pada ketiganya untuk masuk.


Ketiganya pun mengikuti langkah Grace dengan gemeteran dan saling mendorong.


Terlihat ayah Silvie tengah duduk santai di sofa ruang keluarga sambil membaca koran. aktivitasnya terhenti saat mendengar suara deheman Grace.


deg.. " bener kayak tuan takur.. " batin Leo cs saat melihat tampang ayah Silvie melipat koran yang sempat menutupi wajahnya.


" Hallo om apa Kabar..? "


Grace menyapa seraya mengajak Ayah Silvie hivi sementara Leo cs mencium tangannya dengan gugup terlebih jemari Ayah Silvie dipenuhi dengan cincin batu akik batu bacan membuat nyali ketiganya semakin menciut.


" inces mana om..?"


Grace menanyakan keberadaan Silvie seraya mendudukkan dirinya di sofa di ikuti Leo cs.


" si Grace santai gitu..ngajak tos lagi bukannya salim.. "


batin Exel.


" Anjirr.. Grace lo emang suhu, mudah-mudahan lo bisa jinakin ni tuan takur.. "


batin Ari bergidik melihat kumis ayah Silvie yang sangat tebal seperti tuan takur.


" sial.. nyali gue kalah sama bini sendiri.. " batin Leo.


" Lagi di kamarnya, bi.. bibi.. panggilin inces kesini buruan.. !"


sontak Leo cs melongo mendengar suara Ayahnya Silvie yang lembut dan gestur gemulai jauh dari raut wajah garangnya.


" Ehem.. Ini yang mau ngelamar inces yang mana?"


tanya Ayah Silvie lembut membuyarkan lamunan Leo cs.


" tiga-tiganya om.. "


sahut Grace cengengesan langsung mendapat tatapan tajam dari Leo.


" Waduh.. semua cakep-cakep, om gak bisa nolak Grace.. "


timpal Ayah Silvie santai memperhatikan ketiganya secara bergantian.


" sikat aja semuanya om.. "


timpal Grace menaikturunkan alisnya.


" Lah.. Masa cangkirnya satu tekonya tiga.. "


timpal Ayah Silvie tergelak membuat Leo cs kembali melongo tak percaya,


" Anying.. muka galak hatinya lawak.. "


gumam Ari bergidik geli.


" Grace.. Lo ngerjain kita..? lo bilang bokap si Silvie serem kayak tuan takur.."


bisik Leo pada Grace.


" dih kapan gue bilang serem..?Gue cuma bilang mirip tuan takur, lo gak liat noh muka ama kumisnya.. "


timpal Grace santai tanpa dosa membuat ketiganya berdecak kesal.


" Grace.. yang bisik-bisik sama kamu boleh tuh.. "


goda Ayah Silvie dengan nada gemulainya sukses membuat Leo cs bergidik, sementara Grace langsung melotot,


" jangan om.. ini punya Grace, "


timpal Grace menggenggam tangan Leo takut kehilangan. dalam hatinya, Grace mengutuk kebodohannya atas ucapannya tadi.


" Ya gapapa kalo teko satu cangkir dua.. "


sahut Ayah Silvie enteng.


" mampus lo.. " batin Ari puas melihat kepanikan Grace.


merasa tersulut, Grace tidak bisa tinggal diam. masa dirinya harus berbagi suami dengan sahabatnya sendiri?


" Om.. kayaknya Anak Grace minta kumis baplang opanya di botakin deh.."


ucap Grace songong menunjuk kumis tuan takur.


" Gila.. bini lo malah nantangin..."


bisik Ari pada Leo.


" jangan.. ini kesayangan maminya inces.. "

__ADS_1


sahut Tuan Takur seraya memilin kumis tebalnya.


merasa perdebatan tidak akan ada habisnya dan lupa akan tujuannya, Exel menghela napas dalam-dalam,


"Saya om.. yang mau melamar Silvie.. "


ucapnya gugup seraya mengacungkan tangannya.


Tuan takur beralih menatap Exel dan hanya manggut-manggut memelintir kumisnya.


Exel mencoba kembali ke jati dirinya yang cool,


" saya tahu saya belum mapan, saya masih merintis usaha om.. tapi saya akan berusaha buat bahagiain putri om.. "


ucapnya Exel dengan pembawaannya yang tenang.


Tuan Takur tampak berpikir sejenak dan kembali mangut-mangut,


" gampang.. itu bisa diatur.. Kau boleh pilih cabang perusahaan om, atau mau perusahaan pusat boleh, om liat kau laki-laki tanggungjawab.."


timpal Tuan takur santai dengan kumis kesayangannya yang di pelintir.


" dia juga anak Sultan pih.. gimana Papi terima gak..? terima gak..? terimalah masa enggak.. "


timpal Silvie cosplay ala gamers baru menghampiri semuanya.


Silvie mengajak Grace hivi sebab sudah sukses membuat Leo cs ke mode kucing gemas.


sementara ketiganya mendongak penuh harap atas jawaban Tuan Takur, terlebih Exel si pemeran utama.


" Hmm.. dari tadi juga Papi udah nerima, dari kapan tau malah dari anak Papi masih pedekate.. "


timpal Tuan takur tenang membuat raut wajah Exel langsung sumringah.


" Anying, segampang ini lo El.. aduh nasib gue gimana ini.. "


Batin Ari mulai panik.


" Oh ya, siapa namamu lupa..? " tanya Tuan Takur pada Exel.


" Exel pih.. panggil aja El.. "


sahut Silvie bangga.


Tuan takur menghela napas, memasang wajah serius membuat Leo cs kembali tegang,


" Exel , om mau tanya kenapa kau ngebet mau nikahin putri om..? "


ucapnya memancing.


deg.. " kok bisa.. ? " telepathy Leo cs mendengar suara Tuan Takur normal seperti pria dewasa pada umumnya.


" Maaf om.. saya laki-laki normal, takut kebablasan.. mangkanya saya memutuskan segera menikahi Silvie om.. "


ucap Exel dengan lantang membuat yang lainnya terkekeh, begitupun dengan Tuan Takur yang langsung tergelak.


" Hmm.. pasti inces suka godain Exel ya..? " goda Tuan Takur membelai rambut putri kesayangannya.


" Noh.. yang suka gak kira-kira .."


timpal Silvie menuding Leo dan Grace yang suka tidak tahu tempat jika bermesraan.


" kita mah bebas udah halal keless.. lo tau sil gimana rasanya yang ori ketemu yang ori.. ?


Anjay.. ngiler lo sil.. "


sahut Grace songong mengompori Silvie seraya mencium pipi Leo dihadapan semuanya membuat yang lainnya menggeleng, sementara Leo menepak jidat ada-ada saja dengan tingkah random Grace.


" tuh kan, papi bisa liat tuh anak kerjaannya nyosor gak tau tempat.. "


ucap Silvie ketus,


Tuan takur terkekeh kembali mengusap rambut putrinya,


" Ya sudah.. halalin sekarang putri om .. "


ucapnya santai menatap Exel.


" Hahh.. Sekarang..!!! "


Kekompakan yang hakiki.


Tuan Takur mengangguk enteng mengiyakan,


" ta.. ta. ta.. pi.. tapi .. "


" tenang tinggal klik...! "

__ADS_1


.


__ADS_2