
kacau, satu kata yang menggambarkan keadaan saat ini. dimana dengan santainya Grace turun ke kolam ikan tersebut, bahkan dia mencabut penutup aliran pembuangan air sehingga kolam itu hampir surut.
" Cio.. ayo.. " ajak Grace santai melambaikan tangannya ke arah si kecil yang masih berada dipangkuan Leo. dan kelakuan random wanita itu tak luput dari pandangan para anggota yang tercengang. mau marah, dia suhu.. mau ikutan, yang diajak cuma si bos kecil. ck..
" papi, papi ayo.. " rengek si kecil Lucio sambil menarik-narik ujung kaos sang ayah. tentu saja anak itu sangat antusias dan minat untuk mengikuti ibunya, terlebih ikan-ikan yang mulai bermunculan membuatnya begitu tergiur.
" kita liatin mami aja yah.. nanti mami tangkap ikan yang banyak buat abang, oke.. " bujuk Leo mencoba menolak halus ajakan si kecil. padahal dia sendiri sebetulnya sangat ingin melakukan hal yang sama dengan Grace. hanya saja Leo terlalu gengsi sebab dia terlanjur menegur Grace dengan tatapan tajamnya.
sialnya Grace malah menyeringai mendapat tatapan maut itu,
" lo pada malah bengong.. kuy turun.. " ajak Grace pada para anggota hingga membuat mereka mengerjapkan mata dengan kompaknya.
" boleh nih suhu..? " celetuk salahsatu anggota mewakilkan yang lainnya.
" bolehlah, lagian kelamaan.. auto keabisan sama si Iyan.. " sahut Grace disusul kekehan dari yang lainnya terkecuali Leo, pria itu cemberut sebal merasa terabaikan. Grace sama sekali tidak mengajaknya.
para anggota tentu merasa senang akhirnya si suhu menyuruh turut turun juga. ah ini adalah sebuah perintah yang harus segera dilaksanakan. lantas merekapun turun setelah sebelumnya melepas segala atribut yang melekat dan menyisakan kaos dan kolor saja.
melihat yang lainnya turun, membuat si kecil Lucio semakin merengek dan bahkan berani memukul-mukul wajah sang ayah yang masih cemberut itu. " papi ayo papi.. " rengeknya membuat sang ayah menghela napas dan mengangguk sok pasrah.
" baiklah.. ayo, ini demi jagoan papi ya.. " ucapnya sambil turun ke kolam dengan menggendong si kecil, sengaja Leo berucap dengan lantang berharap Grace mendengarnya supaya istrinya itu mengganggap minatnya hanya demi si kecil saja. cih dassar..
" Cio takut panuan hmm..? " celetuk Grace sengaja menyindir Leo hingga membuat suaminya itu memutar bola matanya malas.
.
.
.
kegiatan tangkap ikanpun terjadi dengan hebohnya, dimana mereka melakukannya dengan tangan kosong dan melupakan joran yang terbengkalai di tepian.
oh dan lihatlah, siapa yang tadi ogah-ogahan, rupanya dia yang paling antusias dan asyik sendiri sampai kaos yang di kekanakannya pun sudah tak berupa lagi karena dipakai untuk menangkap ikan, alhasil dipenuhi lumpur.
" woahh.. gue dapet lagi woy.. " teriaknya sambil mengacungkan ikan yang memberontak di genggamannya. Dia sungguh melupakan jatidirinya yang terkesan disegani para anggotanya.
" waw mantep tuh buat di bakar.. " celetuk Grace seraya menaikturunkan kedua alisnya.
" enak aja, tangkep sendiri.." sahut Leo yang langsung buru-buru menyembunyikan hasil tangkapannya,
" Ngomong-ngomong udah dapet berapa suhu..? " ejeknya tersenyum meremehkan membuat Grace memajukan bibirnya sebal. ya, memang sedari tadi Grace belum juga mendapat tangkapannya, dan Leo yang sempat Ia remehkan malah nampak lihai.
lalu bagaimana dengan si kecil Lucio? si bos kecil sudah diambil alih oleh para anggota, tentu mereka senang mengasuhnya, apalagi sang leader yang menginstruksikan. lagi, ini perintah yang harus dilaksanakan.
" heh kupret, lo gak turun..? " teriak Grace pada Ari yang terlihat asyik merekam aktivitas tersebut di tepian. dan Grace baru menyadarinya.
" ngapain? gue bosen kali tiap hari ngurusin ikan.. " kilah Ari membuat Grace memutar bola matanya malas.
" yakan beda, lo tiap hari ngurusin ikan emang buat makan pelanggan.. nah sekarang kenyang-kenyangin dah.. "
" ogah, gue udah kenyang-"
" ya seenggaknya lo gabunglah, bukan masalah ikannya, tapi seni sama kebersamaannya.. payah lo.. "
" bodo amet, gue emang males.."
__ADS_1
" napa? takut di gigit.. lo pikir kita-kita pada nangkep piranha apa? oh gue tau, lo takut kena omel ayang Megan..? susis dong lo.. "
Sial, upaya Grace yang berusaha mengompori Ari agar mau gabung bersamanya, sama sekali tidak dihiraukan oleh pria itu. Ari masih setia dengan ponselnya yang baru saja merekam Grace yang bertolak pinggang mengajaknya berdebat.
dan Grace, tentu saja dia tidak kehabisan akal. seketika Dia menyeringai dengan senyuman devil, lantas dengan entengnya Ia mencipratkan air kolam yang didominasi lumpur tersebut ke arah Ari. sontak saja pria itu terkejut, sialnya para anggota malah terkekeh menanggapinya. dan bahkan sebagian dari mereka malah ikut-ikutan dengan Grace.
" ok fine.. gue turun.. " ucap Ari pada akhirnya membuat Grace terkekeh senang.
" gitu dong.. "
.
.
.
.
suasana semakin heboh kala satu persatu berhasil menangkap ikan, begitupun dengan Grace. dia terlihat begitu kegirangan bahkan tak segan memeluk Leo sebagai bentuk selebrasinya. mereka melupakan bau amis dan juga lumpur yang sudah mengotori seluruh pakaiannya.
" goblok.. lo mau perkutut lo gue penggal hemm? " teriak Ari kesal karena barang kebanggaannya tak sengaja di pegang oleh Iyan. dan itu berhasil mencuri perhatian dari yang lainnya hingga semuanya tergelak.
" sorry bos gue pikir ikan sapu-sapu.. " celetuk Iyan tanpa dosa dan langsung kena tempeleng dari Ari.
" sialan lo, barang sakti gue lo samain sama ikan sapu-sapu.. "
" ya maaf bos, gue gak sengaja.. soalnya dari tadi gue belom dapet bos, malah anu si bos yang ketangkep-"
" belum dapet lo kata..? itu di ember apaan bego? udah kayak tengkulak aja lo.. "
" itu kan hasil mancing, bukan boleh nangkep pake tangan kosong-"
" iya iya iya.. ck, tadinya buat emak.. "
" itu urusan lo Iyan bin Usman.. "
sontak saja semuanya tergelak mendengar perdebatan antara bos dan karyawannya itu. apalagi para anak Astro yang terhibur dengan wajah melasnya Iyan, mati-matian si Iyan merahasiakan nama bapaknya kepada mereka. sialnya bosnya malah tega memproklamirkan hal itu.
" gimana Yan, torpedonya gede gak..? " celetuk Grace disusul kekehan dari yang lain.
" lumayan kenyal suhu-" seketika Iyan langsung menutup mulutnya sambil menundukkan kepala kala mendapat tatapan tak suka dari Leo.
" mampus.. lo sih cari gara-gara.. singa anteng nangkep ikan, malah di usik.. " ucap Ari tertawa penuh kemenangan kala melihat raut wajah Grace dan Iyan tiba-tiba kaku bak kanebo kering.
" wah wah wah.. bagus yah nyiksa ikan biar pada mabok.. "
" ya kan ujung-ujungnya mati juga tuh ikan, di bakar di mak-" seketika Grace langsung menghentikan sahutnya kala menyadari siapa yang berbicara barusan. hingga akhirnya Grace nyengir kuda.
" mamah.. " gumamnya seraya mengacungkan dua jari membentuk huruf V membuat sang mertua menggeleng bertolak pinggang.
" ide konyol siapa ini..? "
" Grace mah, Grace yang mulai.. " celetuk Leo sambil menuding Grace hingga membuat istrinya itu melotot sempurna.
" Ari mah yang ngasih ide.. " timpal Grace asal sambil menunjuk Ari dan sialnya diangguki Leo. " iya mah bener.. "
__ADS_1
" wah sialan lo berdua.. gue baru aja turun anying.. " sahut Ari tak terima.
" sudah-sudah, kalian sama aja.. itu lagi Cio, ya ampun cucu omah.. " Deti memijat dahinya frustasi kala melihat cucunya dipenuhi lumpur. lantas Iapun menyuruh pengasuh untuk segera memandikan cucunya itu.
" udah naik, mandi.. entar gatel gimana..? "
" yah nanggung mah, bentar lagi ya please.. " sahut Leo dan Grace dengan kompaknya mengerjapkan mata penuh permohonan.
" Cio.. bukan kalian.. sono obok-obok sampe mabok.. " timpal Deti sewot.
" yess..!!! " sahut Leo dan Grace yang hivi kompak. " like ini mah.. "
" dih najiss.. " timpal Ari kesal.
sementara para anggota yang menunduk sejak kedatangan Deti, kini mereka mati-matian menahan tawa kala melihat dua insan yang selama ini mereka segani bahkan ditakuti, ternyata masih memiliki sisi kekanak-kanakan.
setelah kepergian Deti yang membawa si kecil Lucio, semuanya nampak bernafas lega.
" kuy.. lanjut.. " seru Grace diangguki yang lainnya.
drettt.. dering panggilan dari ponsel Ari membuat sang pemilik terbelalak. Ya, dia lupa dengan ponselnya yang Ia kantongi di kantong celananya sebab buru-buru turun ke kolam tadi. beruntung ponselnya masih hidup, dan terbukti masih bisa menerima telepon.
Yang Maha Lebay Exel nama yang tertera di ponselnya.
" hmm..? " sahut Ari malas-malasan hingga akhirnya matanya terbelalak seolah tak percaya dengan ucapan sohibnya di sebrang sana.
" ada apa..? " tanya Grace penasaran sebab melihat ekspresi Ari seperti itu. lebih tepatnya Dia merasa khawatir takut terjadi sesuatu dengan Silvie sahabatnya.
" si kamprett anaknya udah lahir.. " sahut Ari. " lah lo kenapa Grace..? " tanyanya heran dengan tanggapan tercengang Grace.
" si El ngasih kabar, tiba-tiba anaknya udah lahir, gitu doang..? "
" ya terus maunya gimana emang..? "
" ya ngasih kabar tuh pas mulai kontraksi gitu-"
" ya bagus dong.. berarti tuh anak gak mau ganggu yang lagi have fun-"
" ck, gak asyik.. gak ada dramatisnya-"
" parah lo.. "
keduanya sama-sama terhanyut dalam pikirannya masing-masing. dimana mereka membayangkan bagaimana repotnya dan payahnya Exel kala menghadapi Silvie yang mereka yakini jika wanita itu pasti akan menyiksa Exel.
baik Grace maupun Ari , keduanya terkekeh pelan saat harus membayangkannya. Exel yang di jambak, di cubit, dicakar bahkan kalo boleh ya di tendang sekalian.
ada satu lagi yang Ari bayangan hingga membuat pria itu menyeringai ke arah Leo dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
Sementara Leo yang merasa dirinya tengah ditatap oleh Ari, kini Ia menyerit bingung dengan tingkah sohibnya itu, " ngapa lo ngeliatin gue kek gitu..? "
" taun depan, keponakan lo yang ulangtahun ada dua Le.. " celetuk Ari cengengesan seraya menaikturunkan kedua alisnya membuat Leo berdecak kesal.
" sialan, gercep banget otak lo-"
" harus dong Leonard.. iya gak Grace? "
__ADS_1
Grace mengangguk terkekeh, dia jelas mengerti kemana arah pembicaraan dua pria itu. dan Ia sama sekali tidak merasa keberatan dengan apapun yang nantinya akan Leo lakukan untuk kesenangan dan kebahagiaan keluarga kedua sohibnya. toh itu memang visi-misi hidupnya juga.
" taun depan rapel aja semuanya.. "