
Leo mendengus kesal sebab sedari tadi Grace susah untuk di hubungi.
sebelumnya Leo sudah menanyakan kepada Deti namun hasilnya nihil , Grace sama sekali tidak ada di sana. begitupun dengan Lilis yang mengabarkan jika Grace belum pulang kerumahnya sama dengan Bram tidak tahu dengan keberadaan Grace.
Leo menghela napas kasar merasa frustasi karena Grace selalu ada dalam pikirannya,
"El.. telpon cewek lo.. " di angguki oleh Exel.
Exel menuruti tanpa membantahnya, sebab melihat raut muka Leo yang sedang kesal benar benar menakutkan siapa saja yang melihatnya saat ini.
Exel segera menelpon Silvie. meskipun Silvie bukan pacarnya, tetapi Exel tahu siapa yang di maksud Leo untuk Ia hubungi.
"Halo.. kenapa bang El?'' tanya Silvie gugup.
"Lo pada lagi dimana? " Leo yang menimpali yang berhasil merebut ponsel dari tangan Exel ketika panggilan sudah tersambung.
"Lagi nongkrong di Mall xxx.. Kenapa? "
"Si Grace ada sama kalian kan? "
"Lah bukannya dia mau jalan sama ayangnya.. "
tut..
Leo langsung mematikan sambungan teleponnya sepihak. merasa geram setelah mendengar jawaban dari sahabat Grace.
"Jalan sama siapa lo hehh.. "
Leo merasa kesal sebab kepercayaannya selama ini untuk Grace seolah hilang begitu saja, dirinya merasa di khianati oleh Istrinya sendiri.
"agrhhh.. " Leo memukul dinding penuh emosi.
Tak lama Silvie menelpon kembali Exel, namun Leo enggan untuk berbicara.
Kini Exel yang mengangkat telpon dan berbicara dengan Silvie.
"Hah..!!!''
(..........)
"Okeh.. Lo berdua jangan lepas pandangan dari mereka.. "
Exel menutup panggilan telponnya dengan wajah panik, sementara Leo menyunggingkan salah satu sudut bibirnya.
"Kenapa..? Cewek lo liat bini gue sama selingkuhannya..? " tanya Leo dengan wajah datar.
Exel mencengkram kerah seragam Leo merasa geram.
"Bego.. Bini lo diculik Astro!!!"
Exel membentak Leo sebab kesal dengan sohibnya yang mudah sekali menuduh Grace berselingkuh.
Seketika Leo langsung terdiam setelah tersentak oleh Exel, memang jika di lihat Exel tidak kalah menyeramkan dari Leo jika sudah marah.
Leo sangat menyesal, bukan karena di bentak oleh Exel melainkan penyesalannya terhadap Grace yang sudah Ia tuduh berselingkuh di belakangnya.
"Harusnya tadi gue ajak lo.." batinnya membayangkan rengekan Grace yang ingin sekali bersamanya menghabiskan malam minggunya.
"Goblok.... Malah bengong, buruan ..!!! "
Ari tak kalah berteriak pada Leo yang sedari tadi telah siap bersama semua temannya sudah menyalakan motornya.
...****************...
Sebelumnya Soni beserta anak buahnya membuntuti Grace atas laporan yang di berikan Linda bahwa Grace terbebas dari pengawasan Leo.
Sekali lagi Soni berniat menghancurkan Leo untuk kedua kalinya, begitupun dengan Linda yang menginginkan kehancuran Grace atas karena merasa benar benar iri atas apa yang semua Grace miliki.
Soni menghampiri Grace yang sedang menepi, setelah Grace menoleh kearahnya Soni sigap membekap Grace dengan sapu tangan yang sudah tercampur obat bius.
Sementara di tempat lain, Megan dan Silvie bersembunyi di salah satu bilik toilet menguping percakapan Linda cs, tak lupa dengan ponsel yang sudah siap merekamnya.
"gimana? Si Soni berhasil nyulik si Grace..? "
"Gue pastiin si Grace benar-benar hancur.. "
"Biar jadi j*l*ng beneran sekalian... "
Sontak Kedua sahabat Grace menutup mulut bergetar saat mendengar jika sahabatnya di culik dan akan mendapatkan pelecehan.
Silviepun segera menelpon Exel selepas Linda cs keluar dari toilet, dengan suara terbata-bata Silvie menjelaskannya pada Exel.
***
Di markas Astro.
Grace telah sadar dari pingsannya, namun tangan dan kakinya terikat.
Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan tersebut yang sangat asing baginya.
tak lama Sonipun menghampirinya,
"Cantik udah bangun.. " ucap Soni seraya membelai pipi Grace.
"Brengsek.. Lepasin gue..!!! " teriak Grace menatap tajam ke arah Soni. namun Soni malah tergelak meremehkan gadis cantik di hadapannya.
"Gue gak bakalan lepasin lo sebelum lo puasin gue.. " ucap Soni begitu enteng.
Soni memang sangat tertarik dengan Grace terlebih Ia sangat menginginkan kehancuran Leo saat ini juga.
Grace menghela napas mencoba untuk tenang. Ia harus menyusun rencana untuk segera kabur dari tempat menjijikan ini terlebih Soni berniat akan melecehkannya.
"Okeh.. sebelum itu gue minta minum, gue haus.. "
Grace memang merasa haus terlebih dirinya ingin menambah tenaganya untuk melarikan diri.
Seringai jahat di wajah Soni membuat Grace bergidik menelan ludahnya.
"Baiklah.. Gue ambilin lo minum dulu.. "
Soni tentu tidak percaya begitu saja dengan Grace.
Grace mencoba membuka tali yang mengikatnya. kemampuan melepaskan diri yang sempat Ia pelajari sangat berguna untuk keadaan genting seperti sekarang, dengan mudah Grace membuka ikatannya dalam waktu yang singkat selagi Soni mengambilkan minum untuknya, namun Grace membiarkan tali tersebut seolah Ia masih terikat.
Tak lama Soni datang kembali dengan membawa segelas air lalu menyodorkan kearah mulut Grace.
Gracepun meneguknya sampai habis tak tersisa karena Ia benar-benar merasa haus dan butuh tenaga untuk saat ini.
Soni menyeringai menatap Grace yang sudah menghabiskan minuman yang di berikannya. Kini Grace benar benar sudah berada di genggamannya dan Soni sudah sangat siap untuk menantikan kehancuran seorang Leo, lagi.
bughhh...
Soni tersungkur mendapat tendangan dari Grace tepat area pusakanya.
kemudian dengan cepat Grace segera berlari keluar.
melihat Grace keluar dari ruangan tersebut dengan berlari seluruh anak buah Sonipun langsung mengejarnya, beruntung Leo datang tepat waktu.
Leo segera menghampiri Grace langsung mendekapnya sedikit merasa lega.
"Lo gak papa..? " tanya Leo seraya memeluk Grace begitu erat.
Grace menggeleng dengan napas yang ngos-ngosan.
"Leo awas.. !"
bughh..
dengan sigap Grace menendang anak Astro yang ingin menyerang Leo.
Leo menyunggingkan bibirnya, merasa kagum dengan Grace yang bisa sigap melindunginya dari serangan Astro.
Kini keduanya saling membelakangi menempelkan punggungnya seraya memasang kuda-kuda dengan ekspresi yang menggebu-gebu.
tanpa pikir panjang anak Astro menyerang keduanya secara keroyokan.
Dengan sekuat tenaga Leo dan Grace melawan mereka, Leo membiarkan Grace membantunya melawan anak Astro selagi menunggu anggota yang lainnya datang.
Kemampuan Grace dalam beladiri memang tidak pernah diragukan, terlihat beberapa lawannya tumbang dengan tendangan maut Grace.
Seluruh Anggota geng Leo yang baru saja tiba melongo tak percaya menyaksikan sepasang kekasih tengah melawan seluruh anak buah Soni dengan mudahnya, tak terkecuali dengan Ari juga Exel yang terbelalak melihat kemampuan beladiri Grace.
"Gila.. cewek si Leo jago juga ... "
"ngapain kita susah-susah kesini.. Mereka berdua bisa lawan noh.. "
"Bisa viral ini.. "
"Si anjir.. Malah pada bengong lo.. Ini lagi malah direkam.. Kuy sikatttt"
Titah Ari menggebu membuat seluruh anggota Geng Leo tersadar mengangguk kompak dan langsung membantu mereka berdua.
terjadilah baku hantam antara Geng Leo dengan Astro.
"Leo.. gue pusing.. " teriak Grace ditengah perkelahiannya.
"Le bawa si Grace.. Biar gue sama anak anak yang beresin Astro.. " Ucap Exel di angguki oleh Leo.
Leopun menurut membawa Grace ke dalam mobil Exel.
"Leo.. Gue gerah.. panas banget.. " Ucap Grace seraya membuka jaketnya,
Leo mengira jika Grace merasa gerah sebab kelelahan setelah berkelahi dengan Astro.
Ia pun dengan sigap menyalakan pendingin di mobil Exel dan segera menyodorkan air mineral untuk Grace. namun Grace mencekal lengannya seraya menggelengkan kepala menolak.
__ADS_1
"Leo.. badan gue panas.. pala gue sakit le.." Lirih Grace.
Leo mengerutkan dahinya merasa cemas,
"Grace lo sakit..? Ayo kita ke rumah sakit.." ucapnya seraya menggenggam tangan Grace.
Grace kembali menggeleng menolak ajakan Leo,
"Gue mau Lo leo.. "
Grace dengan napasnya yang memburu mendekat kearah Leo, tanpa permisi Grace ******* bibir Leo dengan penuh gairah.
dengan cepat Leo melepaskan bibir Grace yang terpaut dengan bibirnya. bukannya Leo tak mau meladeni Grace, tetapi Ia merasa heran dengan sikap Grace yang tiba-tiba agresif.
Leo mencoba berpikir dengan tenang
"Grace lo tadi diapain sama tuh cowok? "
"Gue ga diapa-apain sayang.. "
Grace semakin menjadi-jadi kini Ia mencoba membuka kancing baju Leo, lagi-lagi Leo mencekal nya.
Sejenak Leo berpikir dengan gelagat Grace yang di rasa aneh,
"Tuh cowok gak ngasih sesuatu sama lo? "
"Dia cuma ngasih gue minum.. "
"Terus lo minum? "
"Ya gue minumlah sayang.. Gue kan aus abis pingsan... "
Grace meracau seperti orang mengigau, rupanya Soni sudah mencampur obat perangsang pada minuman Grace.
Leo mengepalkan kedua tangannya.
"tunggu sini bentar.. "
Leo bergegas keluar dari dalam mobil dan mengunci Grace didalamnya, dengan tergesa dan penuh emosi Leo menghampiri Soni yang tengah baku hantam dengan Exel.
"Brensek an*ing...!!! "
bughhh..
Satu pukulan maut di tengkuk Soni membuatnya jatuh hingga tak sadarkan diri.
"Kenapa Le..? " tanya Exel heran
"Dia udah ngasih obat perangsang sama bini gue.. " ucap Leo geram seraya meludah kearah Soni.
"An*i*g emang.. Gue abisin sekarang..!" ucap Leo kembali mengumpat seraya menginjak Soni yang teregelatak.
"Bego..!!!! Sono lo temuin si Grace biarin ini gue beresin.. "
ucap Exel seraya mengambil ponselnya untuk menelpon pihak berwajib.
Leopun bergegas menemui Grace.
"Kenapa El ?'' tanya Ari heran sebab Exel menyuruh seluruh anggotanya untuk menyudahi aksinya.
"Lo pada jangan lepasin mereka.. polisi bentar lagi dateng.. "
Titah Exel pada anggotanya, merekapun menunduk patuh dengan perintah Exel.
"Kenapa El.. bentar lagi abis.. "
Ucap Ari melihat anggota Astro yang sudah tumbang dengan wajah yang babak belur.
Exel menghela napas dalam dalam, kemudian menjelaskan dengan rinci pada seluruh anggotanya agar tidak terlibat terjerat hukum,
tak lama polisi pun datang kemudian meringkus Soni beserta anak buahnya.
Sementara di tempat lain Linda cs terkejut dengan kehadiran polisi di tengah ramainya pengunjung cafe.
"Nih.. pak dalang penculikan.. "
Ucap Silvie yang tiba-tiba datang bersama Megan.
"Maksud lo apaan? " Elak Linda dengan gugup membuat Megan tersenyum kecut seraya memutar rekaman percakapan Linda cs, sontak semua pengunjung di sana terkejut lalu saling berbisik mencibir Linda cs, tak sedikit mengabadikan momen dan mengunggahnya di laman sosial media.
***
Leo melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, sementara Grace terus saja meracau seraya menggoda Leo.
Leo tak habis pikir jika saja Grace tidak bisa melarikan diri sudah tentu itu akan menjadi penyesalan yang terbesar untuk dirinya.
"Sorry.. Harusnya tadi gue ngajak lo.. "
Merekapun kini telah sampai di rumah, beruntung Lilis tidak mengetahui kepulangan mereka.
Leo bergegas membawa Grace masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan dirinya, setibanya dikamar Grace mencekal tangan Leo yang ingin mengambil handuk untuknya.
Grace menarik Leo sampai terjatuh ditempat tidur,dengan sigap Grace menaiki perut leo dan mengukungnya membuat Leo terkunci.
Leopun membiarkan Grace yang sudah menggelora dengan hasratnya.
Sekali lagi Leo membiarkan Grace menjadi wanita penggoda untuknya.
mereka menghabiskan sisa malam dengan permainan yang panas.
***
Jam menunjukan pukul delapan pagi
Leo terbangun mendapati Grace masih terlelap di pelukannya.
Leo membelai rambut Grace. Ia kembali merasa bersalah dengan kejadian semalam walaupun berujung indah untuknya tetap saja rasa penyesalannya masih terasa karena membiarkan Grace pulang sendiri.
cup...
Leo mengucup kening Grace membuatnya menggeliat membuka mata.
"Kenapa..? Lo mau lagi..? "
ucap Grace penuh kemenangan membuat Leo terkekeh mengacak rambutnya.
"Katanya mau ngedekor bengkel..? "
Leo mencoba menenangkan Grace yang masih terkontaminasi dengan otak joroknya.
"Jam berapa sekarang..? "
tanya Grace seraya membenamkan wajahnya di ketiak Leo.
"Delapan lewat.. "
"Huhh.. Gue tuh pengennya pagi-pagi olahraga sama lo.. "
Ucap Grace kesal lagi-lagi ekspetasi akhir pekannya gagal.
"Hmm.. Kan semalem udah olahraga nya.. "
Jawab Leo terkekeh.
"yaudah ajak gue jalan dong.. "
Grace kembali merengek.
"Kemana..? Lo gak capek..? "
Tanya Leo seraya mengusap lembut rambut Grace.
"Kemana aja.. Gue mau ngabisin duit lo sampe limit.."
Ucap Grace ketus.
"Yaudah sono mandi.. "
Kali ini Leo bersedia menuruti apapun keinginan Grace.
Gracepun beranjak dari tempat tidur dengan tidak tahu malunya berjalan di hadapan Leo tanpa sehelai benangpun ditubuhnya.
Leo menggeleng melihat Grace berjalan ke kamar mandi dengan tubuh yang polos, sepertinya efek obat perangsang masih bereaksi di tubuh Grace pikirnya.
drettt..
Suara panggilan video grup dari kedua sohib Leo.
Leopun menjawabnya seraya duduk di meja belajar.
Suara Ari sebagai pembuka, tujuan Ari hanya sekedar ingin mengejek Leo.
"Anjay.. Berapa ronde le? "
Ucap Ari cengengesan melihat Leo bertelanjang dada penuh dengan kissmark.
"Ada apa..? "
tanya Leo tak ingin basa-basi.
"Bini Lo disuruh ke kantor polisi buat di mintai keterangan.. "
Jawab Exel.
"Lo lapor polisi El.. Anak-anak gimana? "
__ADS_1
tanya Leo penasaran.
"Aman.. " jawab Exel santai.
"Si El malah lapor polisi.. Padahal kita belom kenyang abisin Astro.. " ucap Ari kesal.
"Bego.. Mereka udah ngelanggar hukum.. Masih untung si Grace selamat.. "
Jelas Exel.
"Kerja bagus.. Biar mereka jera.."
Grep...
"Kenapa sayang.. ? " Grace melingkarkan tangan di leher Leo dengan manja.
Leopun menoleh mengulas senyuman seraya mengelus tangan Grace, sontak kedua sohib Leo melongo melihat adegan romantis Leo dan grace.
"Wih.. Disekolah ribut mulu... Dikamar asik-asik. . "
Ari yang tak mampu menahan tawanya.
"Sial.. "
Grace mengepal tangannya ke arah ponsel Leo.
"Ampun suhu.. ampun.. "
tut..
Grace terkekeh seraya menaikan satu alisnya,
"Suhu..? " tanya Grace.
Leo menarik Grace agar duduk di pangkuannya
"Hmm.. Suhu dari semua suhu.. "
Ucap Leo seraya melingkarkan tangannya di pinggang Grace.
"Maksudnya..? " tanya Grace penasaran.
"Lo sempurna buat gue.. " Ucap Leo bangga mengingat Grace memiliki kemampuan yang serba bisa.
"Hmm gombal.. "
Timpal Grace mencubit gemas pipi Leo.
"Cepet banget mandinya.. ? "
"Gak sabar pengen ngabisin duit ayang.. Udah sono mandi.. "
Leopun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Grace yang sedari tadi menunggunya terbelalak melihat penampilan Leo yang semakin tampan dan terkesan cool.
"Pake ini sayang... Gue gak mau lo jadi pusat perhatian orang.. "
Ucap Grace manja seraya memakaikan topi di kepala Leo membuat Leo terkekeh.
"hmm mau makan dulu gak? " tanya Leo seraya meraih pinggang ramping Grace.
"entar aja diluar.. "
"Oh ya.. Si El laporin anak Astro sama polisi.. entar kesana ya.. "
"Hemm.. yaudah .. "
_____
Keduanya kini sedang makan di salah satu kedai pinggir jalan.
Grace merasa risih sebab keduanya menjadi pusat perhatian.
"Leo.. yang cepet makannya.. Noh emak-emak pada ngiler liat ketampanan lo.. "
Ucap Grace mulai posesif, sementara Leo hanya menggeleng.
"Misi mas..Boleh minta poto ga..? "
Ucap salah satu ibu pada Leo seraya mengelus perutnya yang membuncit.
Grace mendengus kesal dengan bersidekap dada.
"Boleh bu.. tapi sama istri saya ya.. "
Ucap Leo sopan seraya menggenggam tangan Grace membuat Grace menggigit bibir bawahnya dan wajahnya bersemu merah.
cekrek..
"Makasih ya mas.. Mba.. Mudah-mudahan anak yang saya kandung cantik atau ganteng seperti kalian.. "
Ucap Ibu tersebut sumringah.
"Sama-sama Bu.. Semoga kandungan Ibu sehat .. " ucap Leo tersenyum.
"Amiin .. Semoga kalian juga menyusul.. "
deg..
Grace kembali merasa tidak enak dengan Leo jika sudah membahas masalah anak.
"Bisa lo ngomong manis sama orang lain.. " ucap Grace ketus setelah kepergian si Ibu.
Leo menggeleng mengulas senyuman.
"Gue gak perlu ngomong manis sama lo.. Lo udah kelewat manis.. "
Leo menggombali Grace dengan caranya sendiri membuat Grace memutar bola matanya jengah. padahal di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, rasanya seperti melayang tinggi karena terlalu senang di gombali oleh suaminya sendiri.
___
Keduanya kini berdiskusi dengan Exel lewat sambungan telepon mengenai keinginan Grace melepaskan Linda cs dan anak Astro mengingat mereka masih berstatus pelajar yang sebentar lagi akan lulus.
Grace merasa tidak tega dengan mereka terlebih dengan Linda Cs, tanggung rasanya jika mereka harus di tahan di dalam sel.
Leo dan Exel tidak bisa berbuat apa-apa. Exel memang teman yang paling bersemangat memberi pelajaran untuk Linda cs juga Astro, akan tetapi Grace dan Leo sangat percaya dengan Exel yang mampu berpikir secara jernih tidak tersulut emosi seperti teman yang lainnya.
Exelpun mengiyakan untuk mencabut laporannya, walaupun sebelumnya Ia merasa ragu dan menentang tetapi Grace mampu meyakinkannya.
...****************...
Di halaman kantor polisi selepas kebebasan Linda cs juga Astro.
"Grace.. Sorry gue udah berlebihan sama lo.. Gue jahat sama lo.. " Ucap Linda lirih di angguki oleh temannya yang sedari tadi menunduk.
Grace hanya mengangguk sementara Leo dan Exel menatap mereka dengan sorotan tidak suka.
"Gue janji Grace.. Gak bakalan jahatin lo lagi.. " Ucap Linda dengan lirih memberanikan diri mendongak ke arah Grace.
"Okeh.. Gue hargain niat baik lo.. " timpal Grace santai.
"Thanks Grace lo udah bebasin kita.. " ucap Linda kembali menunduk.
"Lo pada bilang makasih sama si Exel juga.. Dia udah cabut laporannya.. "
Ucap Grace pada Linda cs juga geng Astro.
Semuanya menatap takut ke arah Leo dan Exel dengan tubuh yang bergetar.
"Sorry.. Bro.. Gue janji gak bakalan gangguin cewek lo lagi.. Gue sama anak-anak gak bakal nyari masalah sama anak-anak lo.. "
Ucap Sony gelagapan.
Leo menyunggingkan senyum yang kecut, begitupun dengan Exel tak kalah memasang wajah yang datar.
"Kali ini gue lepasin lo semua.. tapi inget.. Tradisi tetap tradisi.. " ucap Exel dingin seperti ketularan Ari.
"Exel.. Lo masih mau ribut sama mereka? " tanya Grace kesal menatap Exel tak suka tetapi Exel malah terkekeh,
"Tradisi suhu.. "
"Shittt.. "
Exel meringis lagi-lagi kakinya menjadi korban injakan maut Grace.
Semua menahan tawanya, seorang Exel yang dingin dan jago berkelahi bisa meringis kesakitan di tangan Grace. seberapa kuat sih tenaga Grace sampai bisa membuatnya meringis? begitulah yang ada di dalam pikiran Linda Cs juga Astro.
"Sialan lo.. Gue gak bakal biarin suami gue terlibat tawuran lagi.. "
Grace langsung menutup mulutnya, sementara semua melongo tak percaya terkecuali Leo yang sangat senang mendengar pengakuan dari Grace.
"Grace.. Kalian udah merit....? " tanya Linda gugup.
"Yups.. So.. Lo jangan ngatain dia j*l*ng lagi.. " Exel menimpali dengan wajah kembali datar.
"Sorry Grace.. " lirih Linda.
"hmm.. "
"Denger lo semua.. Sampe gue denger lo pada tawuran ngelibatin laki gue.. Gue pastiin lo pada mampus sebelum lulus..!!! "
Grace bertolak pinggang dengan tangan kirinya sementara yang kanan menunjuk mengancam seraya menatap satu persatu anak Astro membuat semuanya mengangguk patuh dengan jiwa yang gemetaran.
"Baik suhu..! "
__ADS_1
Kekompakan anak Astro menyembah Grace sebagai suhu mengingat Grace mampu menumbangkan beberapa anggotanya.
Exel dan Linda cs terkekeh melihat kepatuhan Astro terhadap Grace bak anak kucing tercebur di got. sementara Leo menggeleng melihat pawangnya bak komandan tentara yang sedang mendidik anggota baru dengan bertolak pinggang.