Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 12


__ADS_3

Kini di kediaman mewah sepasang pengantin tengah beristirahat selepas perjalanan yang cukup jauh dan penuh drama. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Leo yang dibuat jengkel dengan Grace yang sepanjang perjalanan ia selalu tidur dan tidur bersandar di bahu Leo.


Grace keluar dari kamar mandi dan telah mengenakan pakaiannya.


dirinya merasa lebih segar, sementara Leo masih berbaring terlelap.


"lo ganteng tapi sayang.. lo reese.. "


Tok.. Tok.. Tok..


Suara pintu di ketuk.


"Iya... Masuk.. "


Titah Grace.


"Eh bibi .. Ada apa bi.. ? " Tanya Grace.


"Anu Non.. Bi Esih teh di suruh mijitin si aden katanya. " Jawab Esih gugup.


"Oh mau mijitin Leo.. " Grace berpikir sejenak.


"Eh.. Bi gak usah biar Grace aja yang mijitin, Grace udah enakan ko.. "


sepertinya Grace tidak rela perempuan lain menyentuh tubuh suaminya sekalipun wanita tua macam Esih.


"Baik Non.. Kalo begitu bibi permisi dulu atuh.. Mau nyiapin makan malam dulu.. "


Pamit Esih sambil melangkah keluar.


Grace menutup pintu rapat dan melangkah menghampiri Leo. Ia duduk di samping Leo seraya memulai memijat bagian pundak Leo.


telapak tangan yang dingin juga jemari yang lentik menyapu pundak Leo membuatnya menggeliat membalikan badannya dan membuka perlahan matanya membuat Grace terkejut dan gugup.


"Lo ngapain..? " Tanya Leo heran.


"Mau mijitin Lo..


Enak aja bi Esih mau mijitin lo.. Eh..


Nggak maksud gue kasian Bi esih.. Lo ngapain pake nyuruh bi esih segala.." Jawab grace gelagapan


Leo menahan tawanya melihat ekspresi Grace salah tingkah.


"Yaudah.. Lanjutin.. "


Titah Leo sambil membuka kaosnya.


"Ngapain Lo buka..?


Tanya Grace melongo gugup,


Namun Leo tak menanggapinya, Ia kembali tengkurap dan menunjukkan pundaknya


" Nih.. Pegel gara-gara lo nyandar mulu.. " Titah Leo sok kesal.


"Iya.. Sorry. . "


Gracepun melanjutkan pijatannya.


"Emm.. Enak juga pijatan lo.. Sering-sering lo mijitin gue. " Ucap leo sambil matanya terpejam.


Grace tersipu malu dengan pujian Leo terhadapnya, Iapun melanjutkan aktivitasnya dari pundak turun ke punggung, lengan hingga ke kaki,  melakukannya dengan telaten, Ia kerahkan bakat terpendam yang dimilikinya.


Kini Grace memijat bagian kaki Leo, mulai dari telapak betis hingga ke paha, Namun aktivitasnya terhenti tatkala Leo menepis tangannya.


Leo bangkit meninggalkan Grace bergegas masuk ke kamar mandi.


Rupanya sedari tadi kelelakian Leo berontak akibat sentuhan lembut dari Grace.


Gracepun merasa heran dengan Leo yang tiba-tiba menyuruhnya menyudahi aktivitasnya , tetapi Grace tidak banyak berfikir, akhirnya  memutuskan keluar kamar untuk turun ke bawah menjumpai mertua yang sangat dirindukannya.


***


Leo telah selesai membersihkan dirinya, Ia pun ikut turun ke bawah ketika tak mendapati Grace di kamar.


Leo menuruni tangga menuju ruang makan dimana disana sudah ada Grace dan kedua orangtuanya.


Gracepun berdiri, dengan cekatan Ia mengambil dan menyodorkan makanan untuk Leo makan, seolah dirinya Istri yang patuh melayani suami.


Leo terkejut dengan tingkah Grace, tapi merasa senang walaupun ekspresinya acuh.


"Emh.. Mah, lain kali gak usah nyuruh Bi Esih mijitin Leo mah, bukannya bi esih belum pernah mijitin Leo sebelumnya kan..?"


Ucapan Leo seraya melirik Grace menekankan bahwa Asisten Rumah Tangganya tidak pernah menyentuhnya.


" Iya maaf Le.. Mama tau kamu keberatan kalo orang lain nyentuh kamu nak.. Mama pikir kalian kecapean, makannya nyuruh bibi buat mijitin kamu, toh nyatanya gak jadi dipijit kan"? Deti  pura-pura memelas.


"Jadi.. Sama Grace" Ucap Leo santai sambil mulai memakan makanannya.


"Ternyata bukan dia yang nyuruh.. Ah malunya gue, dan apa tadi dia belum pernah disentuh orang lain? Hmm menarik juga.. "


Grace bergelut dengan hatinya.


"Oh ya Le.. Besok papa sama mama mau ke luar kota mau urusin cabang disana, yaa sekalian kami liburan, emangnya kalian doang, kita juga perlu.. Iya ngga mahh.. " Ucap Hendri.


"Betul tuh pahh.. Like mamah. " Timpal Deti.


"Inget Le.. Sekarang kamu sudah punya tanggungjawab. Jagain Grace yang bener. Jangan bikin papa kecewa. " Titah Hendri sok bijak.

__ADS_1


" Iya pah.. "


"Nak.. Kamu juga harus layanin Suami kamu dengan baik, ya sekali-kali boleh lah masakin buat suamimu"


Kini Deti menasihati menantunya.


Gracepun hanya mengangguk mengerti.


__


"Oh ya mah pah.. Boleh g5a besok Grace pulang kerumah sebentar? Grace mau ngambil motor Grace sama mau kasih oleh-oleh buat orang rumah,


Oh iya lupa Grace juga bawain oleh-oleh buat mama sama papah sama pegawai sini juga. "


"Kamu ngapain repot-repot bawa oleh-oleh segala nak.. Boleh kamu boleh pulang tapi ditemenin Leo ya, kalo masalah motor nanti biar orang suruhan papah yang bawain kesini" Timpal Deti


"Makasih ya mah.. "


"Iya sayang.. "


Selepas makan Leo beranjak ke kamar diikuti Grace di belakangnya.


Tos..


hivi Deti dan Hendri.


"Rencana papah bagus.. Mamah like "


***


Keesokan harinya Leo dan Grace mengantarkan Orangtuanya ke bandara, Selepas dari bandara mereka langsung menuju Rumah orangtua  Grace.


__


Mobilpun  telah sampai di depan Gerbang, Grace keluar dari mobil dan memanggil penjaga agar membukakan pintu gerbangnya.


"Eh Non Grace, maap tak pikir mobil siapa.. "


Ucap penjaga gugup melihat Nona mudanya.


" Iya Pak mobil suami saya, tolong bukain ya pak.. " Titah grace.


"Siap Non.. "


Grace kembali masuk kedalam mobil , kemudian mobil memasuki pekarangan rumah tersebut.


Leo dan Grace keluar dari mobil, mereka di sambut oleh asisten rumah tangganya.


"Eh Non Grace.. Mau pulang ko ga ngabarin bibi, kan biar bibi masakin"


"Gapapa bi nanti kita bisa masak bareng, itu di mobil ada oleh-oleh, tolong di bagiin ya bi.. "


"Eh si Non ga usah repot-repot, Non pulang aja udah seneng"


"Saya Surti den.. "


" Leo.. "


"Gimana bi ganteng gak..? "


Bisik Grace pada Surti.


"Iya Non ganteng banget, cocok sama Non yang cantik.. "


Sialnya Surti menjawab dengan Suara kencang saking semangatnya, membuat wajah Grace seketika memerah menahan malu, sementara Leo hanya mengulum senyuman.


"Bibi permisi dulu Non.. "


Surti cari aman sambil melangkah menuju mobil Leo.


___


Grace memasuki kamar yang sangat di rindukan, Iapun langsung menjatuhkan diri di ranjangnya.


"Ahh kamarku yang nyaman.. "Ucapnya dengan mata terpejam.


"Hh nyaman..??? "


Timpal Leo dengan nada mengejek sambil meyusuri kamar Grace yang terbilang jauh dengan kategori nyaman layaknya kamar gadis pada umumnya,


dimana terdapat banyak tempelan poster seputar otomotif.


" Lo ngapain kesini..? " Tanya Grace sadar akan kehadiran Leo.


"Lo suka otomotif.. ?"


Bukannya menjawab Leo malah kembali bertanya.


"Kenapa..? Karna kamu sudah mengutak-atik hatiku.."


Grace langsung menutup dan memukul mulutnya yang tidak bisa dikondisikan, sementara Leo memicingkan matanya melihat tingkah nyeleneh Grace.


"Gak heran gue.. Segala konci Inggris lo taro di tempat sisir.. "


Ledek Leo sambil terus menelusuri kamar Grace. langkahnya terhenti di depan sebuah lemari kaca, dimana didalamnya terdapat beberapa piala, medali dan sertifikat kemenangan Grace dalam bidang Beladiri, dirinyapun tersenyum takjub dengan pencapaian Grace.


"Lo harusnya bersyukur punya bini kaya gue, Bisa masak, jago bela diri, ya walupun gue kurang fheminim , tapi gue bisa.. "


"Bisa apa..? "

__ADS_1


Tanya Leo  memancing masih berdiri mematung dekat lemari kaca.


"Emh udah lupain.. Oh ya Le, malam ini gue nginep sini ya boleh kan? "


timpal Grace gelagapan.


"Lo ngapain minta ijin sama Gue. .? " Tanya Leo kembali memancing.


"Pake nanya lagi..Kan Lo suami gue.. Gak peka banget.. "


Grace kesal, sebenarnya Ia malu dengan ucapannya.


"Hmm boleh, tapi sama gue."


Jawab Leo santai.


"Loh ko gitu..? "


"Kan Gue suami Lo.. Ga peka banget.. "


Sarkas Leo sambil menirukan cara bicara Grace.


Musnah sudah harapan Grace bebas sejenak dari Leo.


__


Siang berganti malam, Grace tengah sibuk berperang dengan peralatan memasaknya, Ia terhenyak saat Leo tiba-tiba menghampirinya.


Leo terpesona melihat Grace yang sedang memasak dengan celemek terikat di badannya menembah kesan feminim.


"Ngapain kesini..? " Tanya Grace sok sibuk.


"Gue mau mandi. "timpal Leo datar.


"Mau mandi ngapain nyamperin kesini..? Mau gue mandiin..? "


Grace langsung memukul-mukul kepalanya sendiri tersadar dari ucapannya.


"Bodoh.. Kenapa akhir-akhir ini gue jadi makin bodoh begini siii.. " Batin Grace.


"Boleh.. " Jawab Leo santai, sebenarnya berharap.


"Haha gue cuma bercanda kali" timpal Grace dengan tawa memaksa.


"Gue gak ada baju ganti.. "


Ucap Leo santai


"Oh.. Yaudah pake baju gue, dilemari banyak kaos gede"


Leopun mengangguk dan pergi ke kamar Grace, langkahnya tertahan ketika Grace memanggilnya.


"Le.. Abis mandi tar turun lagi, makan.. " Titah Grace.


"Hmm.. "


__


Selepas mandi dan mengenakan pakaian, Leopun turun menuju ruang makan dimana ada Grace yang sedang menunggunya.


Grace membulatkan matanya melihat penampilan Leo.


"Ngapain pake celana itu? "


Grace kesal keberatan, pasalnya itu celana kesayangannya .


"Emang kenapa si..? " Tanya Leo heran.


"Itu celana kesayangan gue, samaan kaya punya Bang Aga.. " Jelas Grace.


"Bang Aga siapa, mantan Lo? Atau Cowok Lo"


Leo menatap Grace penuh curiga.


"Enak aja, gue ori tau.. "


Jawab Grace bangga.


"Terus siapa..? Sodara lo? Abang-abangan lo? "


Tanya Leo penasaran, sebenarnya merasa lega Jika Grace belum pernah berpacaran.


"Itu Si Raga di Film S**.. "


Jelas Grace kembali.


" Oh di Film, yaudah mau gue ganti nih celana.. ? "


Tanya Leo kembali lega.


"Eh.. Gak, gak usah, lo cocok ko pake itu, apa lagi tanpa kaos.. Roti sobek lo.. "


Grace menutup mulut lagi-lagi ia merasa bodoh dengan ucapannya yang tidak bisa dikontrol.


" Roti Sobek apaan..? " Tanya Leo pura-pura polos.


"Udah lupain aja, lo mendadak kepo.


Udah ayo makan keburu ga enak"

__ADS_1


Jawab Grace gelagapan sambil menyendok makanan buat Leo.


Leo merasa terhibur dengan tingkah Grace yang semakin hari semakin menggemaskan baginya.


__ADS_2