MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Pembahasan Yang Aneh


__ADS_3

"Bagaimana, Bos? Suryo setuju?"


"Harus! Mau tidak mau dia harus setuju dengan rencana kita, dia juga pasti tidak mau nama baiknya tercoreng."


"Baguslah, Semoga kali ini rencana kita sukses ya, Bos."


"Harus sukses, aku nggak ingin ada kegagalan lagi."


Kedua anak buah si Bos nampak manggut manggut sambil menyeringai. Begitu juga dengan si Bos.


Hujan bukannya mereda malah bertambah deras menyebabkan udara terasa lebih dingin dari biasanya. Siang kini juga telah berganti malam dan diluar tampak begitu sepi. Jiwo masih bertahan duduk di kursi ruang tamu sedangkan para istri sekarang sedang riuh di dapur membuat lauk untuk makan malam.


Sejak menikah dengan Jiwo, entah kenapa semua istri malah lebih sering mamasak makanan negara ini daripada negara asal mereka. Belum sekalipun Jiwo dihidangkan makanan khas negara mereka. Bukannya di sini tidak ada bahannya, waktu ditanya kenapa tidak masak makanan daerah asal mereka? Makanan negara ini lebih nikmat.


Jiwo akui, dalam beberapa hari masakan mereka memang udah persis dan sangat cocok di lidah Jiwo. Apa lagi si Aisyah, ketrampilan tangannya membuat masakan biasa terasa istimewa.


"Mister, mau makan lagi nggak?" tanya Alena sembari duduk di atas karpet depan televisi dan kebetulan dia duduk di dekat pintu yang tersambung ke ruang tamu.

__ADS_1


"Masih kenyang, sisain aja, siapa tahu nanti aku lapar lagi," ucap Jiwo setelah menoleh sejenak ke arah Alena lalu kembali fokus ke layar ponsel di tangannya.


Alena melaksanakan permintaan Jiwo, setelah itu dia dan yang lainnya termasuk Emak langsung menyantap makanan sederhana bersama sama. Jiwo melirik sekilas ke arah mereka lalu tersenyum sembari menggelengkan kepalanya beberapa kali.


Beberapa menit kemudian ketika Jiwo sedang asyik dengan ponselnya, dia mendengar pertamyaan salah satu istrinya yang seperti sedang meminta kepastian.


"Mister serius nggak mandi sore?" Jiwo hanya menoleh lalu tersenyum lebar. "Ya ampun, suamiku jorok sekali."


"Suami kita, Lin, suami kita," protres Andin.


"Astaga! Suruh mandi aja susah amat, kayak disuruh bercinta dengan kita semua," celetuk Alifa.


"Apaan, kalau disuruh bercinta dengan kita semua ya Mister pasti mau lah, nggak mungkin nolak, perumpamaan yang salah, Alifa," sanggah Alana. Alifa hanya cengengesan saja, enggan membalas ucapan Alana.


"Lagian cuma mandi doang loh, apa susahnya sih?" ucap Alina seperti tidak terima dengan keputusan suaminya.


"Ya Jiwo memang seperti itu, kalau joroknya kumat ya gitu, mandi sehari satu kali aja," ucap Emak lalu dia berdiri dan beranjak untuk cuci tangan karena telah selesai makan. Semua beberapa mata langsung menoleh ke arah dengan tatapan tak percaya. Sedangkan Jiwo hanya mesam mesem saja.

__ADS_1


"Tapi meskipun nggak mandi, bau badan Mister tetap enak sih, seger kayak bau bayi gitu" celetuk Anisa dan ucapannya sontak membuat kaget yang mendengarnya, sedangkan Jiwo malah merasa terbang dengan senyum yang sangat lebar mendapat pujian yang sangat menyenangkan menurutnya.


"Kayak bayi? Ada ada aja kamu, Nis, masa dibandingkan dengan bayi," protes Anum.


"Emang nyatanya gitu, Mister itu lebih enak bau badan yang asem daripada wangi, seger gitu dan bikin tenang perasaan," kekeh Anisa membuat Jiwo semakin melayang tinggi.


"Tapi gosipnya emang benar sih, katanya bau badan suami itu sangat menenangkan bagi istrinya. Nggak peduli itu bau wangi atau asam, katanya memang menenangkan. Mungkin itu yang dirasakan Anisa," ucap Aisyah.


"Ya udah, buat membuktikan, gimana kalau tiap sore Mister kita larang untuk mandi, buat bercobaan gitu. Jadi tiap kita bergilir menemani Mister tidur, kita tahu hasilnya, gimana?" usul Anum.


Kali ini Jiwo yang tercengang mendengarnya. Bagaimana bisa ada usulan semacam itu? Dan Jiwo semakin tercengang saat mendengar persetujuan dari para istrinya. Jiwo menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bisa bisanya para istri menjadikannya bahan percobaan.


Tapi sepertinya Jiwo tidak akan protes. Biarlah istrinya berbuat sesuka hati mereka selama dalam batas wajar. Sepertinya Jiwo juga harus bersiap diri jika tiap sore istrinya melarang dia mandi.


"Nggak apa apa lah, yang penting istri istriku senang," gumam Jiwo pasrah.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2