MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Istri istriku Lagi Aneh


__ADS_3

"Sial! Jadi berantakan begini!"


"Iya, dikiranya etalase nggak mahal apa? Mas Malik, mending minta ganti rugi coba? Enak benar kalau Jiwo didiemin. Rugi kita."


Malik langsung menatap tajam Titin yang sedang merapikan barang. "Kalau ngasih ide, yang masuk akal dikit dong, Tin! Bisa bisanya nyuruh ganti rugi, kamu mau, aku dibikin malu lagi?"


"Ya bukan begitu, Mas. Meski marah, Jiwo nggak seharusnya merusak barang kita kayak gini."


"Terus? Mau kamu, aku yang dirusak? Udahlah, mending kamu diem. Ngomong sama kamu bikin tambah emosi aja," Titin langsung terdiam dan mendengus kesal.


Dan waktu terus berlalu.


"Eughh!"


Sebuah suara berat seorang pria terdengar menggema dari dalam sebuah kamar. Pria yang sedari siang memejamkan mata, baru nampak bangun saat hari sudah berganti malam. Jarum pendek yang bergerak pelan, menujuk ke arah angka tujuh sedangkan jarum yang lebih panjang bergerak sedikit lebih cepat dan menunjuk ke angka sebelas.


Mungkin karena lelah setelah meluapkan emosi ke sepasang suami istri, pria bernama Jiwo itu tidur siang dalam waktu yang cukup lama. Setelah puas melepas lelah, mata Jiwo baru terbuka sekarang.


Begitu matanya terbuka sempurna, Jiwo memilih bangkit dan duduk bersandar setelah menelentangkan kedua tangannya dan melakukan peregangan. Ponsel yang tergeletak di lantai, Jiwo ambil dan dia langsung membuka benerapa akun sosial media sejenak.


Merasa cukup dengan apa yang dilakukan setelah tidur, Jiwo berdiri dan melepas semua pakaian yang menempel ditubuhnya. Lalu dia membuka lemari dan mengambil sarung unuk dipakai seperti biasaya, kemudian dia beranjak keluar kamar.


"Eh, Mister sudah bangun?" ucap salah satu istri Jiwo dan dia langsung beranjak mendekat ke arah suaminya.


Cup!

__ADS_1


Sebuah kecupan dari sang istri mendarat sempurna di pipi Jiwo dan sukses mengejutkan pria itu. Belum hilang rasa terkejut yang baru saja dirasakan, istri istri yang lain juga antri memberi kecupan satu persatu.


"Kalian lagi pada kenapa sih? Kok aneh banget?" tanya Jiwo yang masih mematung di depan pintu kamarnya. Wajahnya menunjukan rasa heran dengan tingkah para istri.


"Aneh kenapa, Mister? Orang cium suami sendiri kok aneh," jawab Anisa setelah mengecup dua pipi suaminya.


"Ya aneh aja, nggak biasanya kalian kayak gini?"


"Ya nggak apa apa kan? Sekali kali kita kayak gini? Ini kan biar hubungan kita makin mesra, Mister," ucap Andin setelah mendapat giliran yang terakhir.


Kening jiwo semakin berkerut lalu dia duduk di salah satu kursi yang ada disana. "Apa kalian sedang menginginkan sesuatu?"


"Menginginkan sesuatu? Menginginkan apa?"


Para istri hampir serentak mencebikan bibirnya. "Orang dikasih cium oleh istrinya sendiri kok ya malah curiga," ucap Alifa.


"Iya, heran aku loh, kayaknya nggak seneng gitu dicium istri istrinya," Arin menimpali.


"Ya bukan begitu," bantah Jiwo, tapi dia memilih diam dan mengalah daripada terus bertanya, nani malah akan banyak tuduhan yang keluar dari mulut istrinya. "Emak mana?" tanya Jiwo mengalihkan pembicaraan agar para istrinya tidak tersinggung.


"Lagi di kamar mandi," jawab salah satu istrinya, tapi tak lama kemudian Emak muncul dari arah dapur. "Tuh Emak."


"Ada apa?" tanya Emak sembari duduk di sebelah anaknya.


"Enggak, kirain Emak lagi keluar," jawab Jiwo lalu dia bangkit dan beranjak ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Setelah urusan kamar mandi selesai, Jiwo melanjutkannya dengan menyantap makan malam lalu duduk bersama para istrinya, membahas apa saja yang memang perlu dibahas.


Hingga tanpa terasa, waktu kini semakin malam.Para istri Jiwo sudah masuk ke dalam kamarnya masing masing. Begitu juga dengan Jiwo dan dua istrinya yang mendapat giliran tidur bersama suaminya malam ini.


"Malam ini sepertinya Mister libur berhubungan badan deh," ucap Alana.


"Loh kenapa? Apa kalian sedang datang bulan?" tanya Jiwo. Kedua istrinya mengangguk. "Terus kenapa barusan kalian malah nyuruh aku minum jamu kuat?"


"Hehehe ... lupa ngasih tahu. Emang Mister sedang ingin berhubungan badan," tanya Aziza.


"Ya sebenarnya lagi pengin, kalian tahu kan, sembilan hari di ibu kota, aku sama sekali nggak ada waktu buat nyentuh kalian?"


"Yah gimana dong, besok aja ya? Mending sekarang kita tidur."


Jiwo pun menghembus nafasnya secara kasar dan membiarkan istrinya yang bersiap siap untuk tidur. Beberapa saat kemudian, ketika jam di dinding menunjukan pukul sebelas malam, Jiwo memilih bangkit dan beranjak keluar kamar saat dia merasa istrinya sudah benar benar nyenyak.


Jiwo menyendiri di ruang tamu dalam keadaan gelap. Entah apa yang sedang dia pikirkan, hingga Jiwo berdiam disana sampai jam dua belas malam. Saat pikiran Jiwo sedang asyik berkelana, tiba tiba lampu ruang tamu menyala membuat Jiwo terkejut.


Jiwo semakin terkejut dengan mata membelalak sempurna saat matanya menangkap sesuatu yang tidak biasa.


"Kalian pada ngapain?"


"Kejutan, Mister! Selamat ulang tahun!"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2