MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Pak Rt Kadang Kadang


__ADS_3

"Iya benar, Wo. Maka itu, Wo, sebaiknya kamu buruan gerak cepat? Kamu amankan istri istri kamu!"


"Gerak cepat? Maksud Pak Rt?"


"Kamu renggut semua mahkota istri istri kamu aja, Wo. Jika itu terjadi, para penjahat bisa apa coba."


Jiwo tercengang, lagi lagi Pak Rt memberikan ide yang agak gila. Meski ide Pak Rt memang ada benarnya, tapi Jiwo tidak pernah terbesit dalam pikirannnya kalau ada ide seperti itu.


"Kalau kamu nggak mampu, saya siap membantu kok, Wo," ledek Pak rt sambil cengegesan.


"Hahaha ... nanti istri Pak Rt ngamuk ngamuk loh."


Kedua pria beda usia itu pun saling tertawa hingga obrolan mereka berlanjut kepembahasan yang lainnya. Beberapa menit kemudian Pak rt lantas pamit karena merasa sudah cukup lama berada di rumah Jiwo.


Setelah Pak Rt menghilang, Jiwo terdiam sembari memikirkan usulan Pak Rt. Bukan hanya Pak Rt saja sebenarnya memberi masukan seperti itu, ada Ozi yang kemarin bertemu saat sedang kerja, juga memberi saran yang sama.


Jiwo pun jadi senyum senyum sendirian, membayangkan dirinya menyentuh semua istrinya. Hati Jiwo sontak menggalau. Dia memang menikahi ketiga belas wanita itu untuk melindungi mereka. Tapi, apakah dengan menyentuh semuanya juga termasuk melindungi mereka juga?


Jika menyimpulkan saran dari Ozi dan Pak Rt, memang benar para oknum itu pasti mengejar istri istri Jiwo karena mereka masih memiliki sesuatu yang bisa dijual. Setelah itu mau tidak mau mereka akan dipaksa melayani para pria. Tidak, Jiwo tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Tapi Jiwo juga takut jika mereka kembali ke negaranya, tidak akan ada pria yang mau menerima mereka karena mereka telah rusak. Jiwo sungguh dibuat galau saat ini. Apakah ada cari lain untuk melindungi mereka selain menidurinya?

__ADS_1


Jiwo berdiri dan beranjak masuk ke dalam rumah. Para istrinya masih asyik merumpi meski pekerjaan mereka telah selesai. Dipandanginya satu persatu wajah wanita wanita itu. Mereka cantik, tubuh mereka juga bagus. Wajar jika para penjahat masih mengejar mereka. Jiwo terduduk dilantai antara ruang tamu dan ruang tengah.


"Mister kenapa? Kok menatapnya gitu banget? Ada masalah?" tanya Aluna.


Kenapa kalian itu cantik cantik banget? Apa aku sanggup jika nanti melepas kalian kembali ke negara kalian?" bukannya menjawab, Jiwo malah melempar pertanyaan yang membuat para istrinya pada bingung.


"Mister kenapa sih? Abis ada tamu malah dilema?" ujar Andin.


"Gimana nggak dilema, kalian itu cantik cantik, dan aku nggak mungkin memilih salah satu dari kalian. Aku ingin memiliki kalian semua. Apa aku serakah?"


"Hahaha ... Mister ini aneh. Orang kita semua memang sudah jadi milik Mister. Apa yang Mister takutkan?" ucap Aisyah.


"Mister mau kemana?"


"Mau ke rumah Pak Rt sebentar, mau ambil mobil milik oknum."


"Emang mobilnya kenapa, Mister?"


"Nggak kenapa, mau dipindahkan saja ke sini. Saya pergi dulu ya?"

__ADS_1


"Baik, Mister."


Jiwo melenggang meninggalkan para istrinya yang memandang kepergiannya dengan rasa heran dan senyum yang terkembang. Dari cara memandang mereka, jelas sekali kalau semua istri Jiwo itu menaruh hati pada satu pria itu. Dimata mereka, Jiwo sangat tampan dan menggemaskan. Apalagi Jiwo memiliki hati yang hangat dan baik serta penuh tanggung jawab. Mereka bangga sudah menjadi istri satu pria tersebut.


Jiwo terus melangkahkan kakinya menuju rumah Pak Rt yang letaknya ada di ujung pertigaan. Namun di tengah perjalanan, Jiwo harus bertemu dengan dua orang yang sangat menyebalkan. Siapa lagi kalau bukan pasangan mantan dan suaminya.


Melihat Jiwo yang sedang berjalan kaki, Malik sontak menyeringai dan menghadang langkah kaki Jiwo dengan motornya, hingga pria itu kaget dan langsung menghindar.


"Wew! Ada pria belagu yang sok jadi pahlawan nih! Kayaknya senang banget menikah dengan banyak wanita. Apa mungkin semua wanita yang dinikahi itu wanita baik baik?" cibir Malik dengan senyuman yang penuh ejekan. "Kayaknya bukanlah, mana ada cewek baik baik mau dinikahi satu pria?"


Jiwo tersenyum sinis. Dia lumayan gerah dengan ucapan Malik yang sudah seperti mulut wanita. "Terus, menurut kamu, cewek baik baik tuh seperti apa, Lik? Yang hamil duluan sebelum nikah atau gimana?"


Malik dan Titin sontak saja langsung mendelik dan menatap tajam karena mereka merasa tersindir dengan ucapan Jiwo barusan.


"Heh! Brengsek! Maskud kamu apa? Hah!" bentak Malik lantang.


"Kalau kamu punya otak, harusnya kamu tahu maksud perkataanku itu apa!"


Deg!

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2