MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Kedatangan Pak Bupati


__ADS_3

Hari kini berganti lagi. Di rumah Jiwo, kesibukan jelas sekali sangat terlihat di pagi ini. Mereka sibuk membersihkan rumah dan menyiapkan beberapa jenis makanan, baik berupa cemilan maupun makanan berat. Emak dan istri istri Jiwo sedang melakukan semuanya sejak subuh tadi.


Berita tentang datangnya orang nomer satu di kabupaten itu ke rumah Jiwo, tentu saja menjadi perhatian khusus warga sekitar yang menjadi tetangga Jiwo. Bahkan Pak Rt mencanangkan agar para warga melakukan kebersihan serta merapikan halaman rumah masing masing agar lebih sedap di pandang mata.


Di kantor kelurahan, para aparat pegawai desa juga terlihat sedang mempersiapkan diri serta merapikan kantor kepala desa. Menurut rencana, Bupati memang akan mengunjungi kantor kepala desa terlebih dahulu sebelum datang ke rumah Jiwo.


Banyak warga yang senang bahkan takjub dengan kabar datangnya Bupati ke rumah Jiwo. Mereka bahkan mengkhayalkan jika rumahnya disambangi pejabat, pasti mereka akan sangat senang. Mereka akan mengeluarkan segala beban hati jika hal itu menjadi kenyataan.


Tapi, diantara banyak orang yang senang dengan berita tersebut, ada juga orang yang tidak suka dengan kabar datangya Bapak Bupati ke rumah Jiwo. Siapa lagi kalau bukan Malik dan Titin. Awalnya mereka senang saat mendengar kabar itu dari Pak Lurah, tapi kesenangan mereka berubah menjadi rasa kecewa dan benci karena apa yang mereka harapkan sangat melenceng jauh dengan kenyataan yang mereka dapatkan.


"Kira kira apa yang akan dilakukan Pak Bupati di rumah Jiwo ya, Mas?" tanya Titin pada suaminya.


"Aku sih sangat yakin kalau Jiwo akan dikasih peringatan. Atau mungkin Jiwo disuruh melepaskan istrinya. Aku harap nomer dua beneran terjadi. Biar mampus tuh tukang kolor jika istrinya pada pergi," jawab Malik penuh dengan rasa benci.


"Terus kalau yang posting nanti diusut gimana? Nanti kamu yang kena lagi."


"Nggak bakalan. Jiwo mana mampu melacak kita. Punya duit juga nggak seberapa, mana berani dia."

__ADS_1


Titin nampak manggut manggut. Dia sangat setuju dengan apa yang diucapkan suaminya. Sekarang dia tinggal menunggu kabar buruk yang sebentar lagi akan menimpa mantan pacarnya dulu.


Berita yang diliput oleh wartawan juga satu persatu sudah mulai mengudara. Mereka menganggap berita tentang Jiwo itu adalah sebuah berita yang sangat unik. Bahkan dengan adanya berita dari para wartawan, pertanda bahwa itu adalah sebuah bukti kalau apa yang ditulis dalam postingan berbeda jauh dengan pengakuan dari narasumber langsung. Bahkan dalam berita itu menampilkan wawancara dengan para tetangga. Jadi kenyataan tersebut cukup membungkam mulut netizen yang kemarin ramai menghujat.


"Masak apa sih, Dek?" tanya Jiwo saat baru bangun dan melihat kesibukan seluruh anggota keluarganya.


"Ya itu, di meja kan sudah kelihatan," tunjuk Alena yang sedang sibuk menuang adonan puding ke dalam wadah plastik.


"Aku tahu di meja kelihatan, Dek. Tapi kan aku pengin tahu nama nama masakannya gitu," sungut Jiwo tak mau kalah.


"Lebih baik Mister mandi aja deh, daripada gangguin orang masak. Bentar lagi Pak Rt dan yang lain datang loh," ucap Aziza mengusir Jiwo secara terang terangan.


Pletak!


"Aduh!"


"Gosok gigi dulu, baru makan. Jorok banget sih! Baru bangun juga, mau main makan aja!" sungut Aisyah.

__ADS_1


"Astaga! Galak amat!" pekik Jiwo sambil mengusapa tangannya yang baru saja ditepis Aisyah. "Awas loh, lubang kalian nanti nggak akan aku masukin!"


"Hahaha ... Mister ngancam? Yakin, Mister bakalan mampu menolaknya?" ledek Anisa.


"Yakinlah! Emangnya aku nggak mampu apa!" sungut Jiwo dengan nada kesal.


Plak!


"Aduh!" pekik Jiwo dia langsung menoleh sambil mengusap bahunya. "Apaan sih, Mak?"


"Mandi sana, orang udah siang malah ngejogrok disini! Sana cepet mandi!" usir Emak yang ikut merasa gemas dengan tingkah anaknya.


"Astaga! Mentang mentang laki lakinya hanya satu orang, kalian maen seenaknya secara keroyokan!," gerutu Jiwo sembari bangkit menuju kamar mandi. Saking kesalnya, Jiwo melepaskan lipatan sarungnya hingga sarung itu merosot ke lantai. Para istri sontak terkesiap melihat sang suami yang melangkah santai ke kamar mandi tanpa memakai apapun untuk menutupi tubuhnya.


"Bocah edan!" seru Emak tapi para istri Jiwo hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang suami.


Waktu yang ditunggu pun tiba. Iring iringan mobil Bupati terlihat memasuki komplek Rw dimana rumah Jiwo berada. Dengan perasaan was was, Jiwo, Emak, istri istri Jiwo dan beberapa warga termasuk Pak Rt, menunggu kedatangan tamu penting tersebut.

__ADS_1


"Semoga semuanya lancar tanpa ada berita buruk," gumam Jiwo penuh harap.


...@@@@@...


__ADS_2