MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Kepanikan Para Musuh


__ADS_3

Hari yang melelahkan. Mungkin itu yang dirasa Jiwo hari ini. Meski dia libur berjualan, tapi masalah yang dia hadapi hari ini cukup menguras tenaga dan pikirannya. Beruntung, satu persatu masalah bisa langsung diatasi dengan baik. Sekarang Jiwo bisa lebih tenang. Setidaknya istri istrinya sekarang aman dari kejaran para penjahat itu.


Masih terekam dengan jelas dalam ingatan Jiwo, interogasi yang dia lakukan kepada Bejo dan kawan kawan. Di mana Jiwo mendapat jawaban dari Bejo yang sama persis dengan pemikiran Ozi dan Pak Rt. Dari mulut Bejo, Jiwa menemukan fakta kalau ketiga belas wanita itu memang wanita pilihan. Makanya semuanya cantik, karena mereka dipilih sesuai kebutuhan pasar.


Bejo dan dua rekannya juga mengaku, alasan kenapa mereka masih mengejar istri istri Jiwo. Karena wanita wanita itu sudah dipesan dengan harga tinggi. Dari pengakuan itulah Jiwo semakin yakin kalau dia harus merusak segel istri istrinya daripada harus dinikmati oleh pria lain.


Setelah menuntaskan semua masalah yang ada, kini saatnya Jiwo melepas lelah. Di dalam kamarnya, Jiwo sedang terbaring dengan mata yang belum terpejam. Di sebelah kirinya, nampak juga salah satu istri Jiwo yang sedang terbaring miring menghadapnya. Sepertinya keduanya sedang terlibat dalam pembicaraan serius.


"Mister yakin? Tidak ingin berhubungan suami istri malam ini?" tanya istri Jiwo yang bernama Alina. Ada rasa tak enak hati dalam diri wanita itu. Sebab, disaat Jiwo dan istri istrinya merubah kesepakatan, Alina malah kedatangan tamu bulanan.


"Kenapa?" tanya Jiwo lembut sembari tersenyum.


"Ya, kali aja Mister malam ini mau meminta hak Mister sebagai suami, biar nanti aku cari ganti istri yang lain buat menggantikannya."

__ADS_1


Senyum Jiwo semakin melebar, dia menggeser tubuhnya hingga semakin dekat dihadapan Alina. Tangan kanan Jiwo bergerak dan mengusap lembut kepala istrinya. Setelah itu, Jiwo menekan bagian belakang kepala Alina hingga kepala itu mendarat di dada bidang Jiwo.


"Tidak perlu. Aku lagi nggak ingin melakukannya," jawab Jiwo.


"Kenapa?"


"Mungkin karena lelah," jawab Jiwo asal. Meski itu jawaban asal, tapi nyatanya Jiwo memang sedang merasa lelah. Selain karena habis menyelesaikan masalah, Jiwo juga sudah melakukan hubungan suami istri selama tiga malam berturut turut. Maka itu Jiwo tidak mau berlebihan dalam menikmatinya. Dia juga harus bisa mengontrol fisiknya agar selalu sehat. Karena Jiwo yakin, kesehatan itu lebih penting.


"Sudah, jangan terlalu dipikirkan, mending kita malam ini tidur, yuk?" ajak Jiwo. Dia semakin mengeratkan pelukannya. Alina sontak tersenyum. Dia senang, Jiwo mau mengerti keadaannya. Jika dia sedang tidak datang bulan, dengan senang hati, dia akan menyerahkan dirinya untuk sang suami tercinta.


Berbeda dengan Jiwo yang sudah terlelap dengan perasaan senang, orang orang yang bermasalah dengan Jiwo justru merasa tidak tenang setelah apa yang mereka lalui akibat dari tindakan Jiwo yang lebih cepat daripada mereka.


Salah satunya adalah Malik. Dia sedang merasa gelisah di atas ranjangnya. Matanya enggan terpejam meski mulutnya beberapa kali sudah menguap. Malik gelisah karena dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Apa lagi sang ayah benar benar tidak mau membantunya dan malah mengancamnya akan memberi hukuman jika Malik tidak minta maaf kepada keluarga Jiwo, membuat pria itu semakin frustasi dibuatnya.

__ADS_1


Rasa gelisah juga sedang dirasakan oleh Bejo dan kawan kawannya. Mereka memang bisa bernafas lega karena Jiwo dan yang lainnya tidak melaporkan mereka ke polisi, tapi mereka harus siap menghadapi kemarahan Hendrik akibat gagalnya rencana mereka. Bejo bahkan belum bergerak untuk melaksanakan rencananya, tapi dia dan rekannya sudah tertangkap duluan.


"Bagaimana ini, Jo? Apa yang harus kita katakan pada Bos Hendrik?" tanya rekan Bejo yang duduk di belakang.


"Aku sendiri belum tahu, apalagi kalian tadi dengar kan kalau pria yang kita lawan kemarin sudah menikmati wanita wanita itu sebagai suaminya, bayangin aja deh, pasti Bos Hendrik semakin murka," balas Bejo, tanpa dia tahu kalau Jiwo telah berbohong tentang apa yang Bejo ceritakan.


"Apa orang itu nggak bohong, Jo? Nggak mungkin dalam waktu singkat, dia bisa berhubungan badan dengan tiga belas wanita sekaligus," ucap si kepala plontos ragu.


"Ya bisa saja. Apa lagi semua wanitanya cantik cantik. Aku aja sanggup sehari sekaligus," jawab Bejo lantang.


"Terus kita harus bagaimana ini, Jo?"


"Tahulah, yang penting kita pulang dulu. Kita ceritakan saja pada Bos, aku yakin pasti Bos Hendrik punya solusi untuk masalah ini."

__ADS_1


Mendengar ucapan Bejo, kedua rekannya lantas langsung terdiam. Mereka harus benar benar siap dengan amarah yang akan mereka terima saat pulang nanti.


...@@@@@...


__ADS_2