MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Minta Jatah


__ADS_3

"Katanya jijik, nggak mandi, bau, eh tahunya malah tidak mau berhenti ciumin bau ketiak aku, Dek," sindir Jiwo kepada Arin yang sedang sibuk menghirup aroma bulu ketiak suaminya.


"Ya salah sendiri, coba tadi Mister mandi. Nggak mungkin dong aku nempel kayak gini," balas Arin tak mau kalah.


Jiwo hanya bisa mendengus sambil ngedumel, "dasar wanita, nggak mau kalah dari laki laki."


Arin tetap melakukan aksinya. Dengan penuh rasa semangat, dia terus menghirup aroma asam yang keluar dari tubuh suaminya. Arin juga hampir sama dengan wanita lainnya, dia jijik dengan bau badan pria. Tapi itu dulu sebelum mengenal Jiwo. Sekarang, mulai malam ini, wanita berlesung pipit di pipi sebelah kiri itu menjadi tergila gila dengan bau badan suaminya.


Semua itu akibat dari rasa penasaran saat Arin mendengar cerita dari istri Jiwo yang lain tentang nikmatnya mencium bau ketiak sang suami yang seharian tidak mandi. Rasa jijik yang selama ini lebih mendominasi, berubah menjadi rasa penasaran yang menggebu gebu. Dan rasa penasaran itu kini sudah terwujudkan sejak beberapa menit yang lalu.


"Emang baunya nggak habis habis apa, Dek? Kok dari tadi nempel terus?" cerca Jiwo yang merasa heran.


"Enggak, masih enak. Kenapa? Mister capek?" Arin balik bertanya tanpa memandang suaminya. Posisinya saat ini, Arin duduk di atas perut Jiwo sambil mencondongkan badannya ke arah suaminya.


"Nggak juga. Heran aja, ngehirup bau ketiaknya kayak dalam banget gitu? Apa bau badanku memang seenak itu? Kenapa kalian semua jadi pada suka?"


Arin menghentikan kegiatannya. Dia lalu tengkurap di atas tubuh suaminya. "Ya nggak tahu, namanya suka kan dari hati, Mister. Mungkin bau ketiak Mister itu salah satu yang spesial dari Mister jadi para istri pada suka."

__ADS_1


"Hahaha ... spesial? Kayak martabak aja, Dek, pake spesial segala," balas Jiwo sambil melepas bantalan tangannya dan tangan itu berpindah tempat, melingkar di punggung Arin.


"Lah terus kalau nggak spesial, namanya apa dong?" tanya Arin, tapi Jiwo hanya menggeleng sebagai tanda dia tidak tahu jawabannya sambil mengulas senyum. "Dih! Malah senyum senyum."


"Dek, bajunya dibuka sih? Masa aku cuma pake sarung doang tapi kamu tetap pake daster sih?" protes Jiwo.


"Nggak mau lah, dingin," tolak Arin sambil merebahkan kepalanya di dada sang suami.


"Loh, kan nanti aku yang hangatin? Udah sih, buka cepet," desak Jiwo tidak sabaran.


"Emang kalau dibuka mau ngapain sih?"


"Udah, sekarang sini, Sayang," titah Jiwo sambil memberi kode agar Arin kembali tidur di atas dadanya dengan posisi tengkurap. Lagi lagi Arin pasrah dan menurutinya. "Nah kalau begini kan enak."


Jiwo tersenyum senang, sedangkan Arin hanya mendengus kesal walaupun sebenarnya dia sangat menyukai posisi seperti itu. Tubuh keduanya polos, hanya ada selembar selimut yang mentupi setengah badan mereka.


"Mister katanya mau merubah jadwal tidur bergilir? Kok sampai sekarang belum dilaksanakan?" Arin bertanya sambil jari tangan kanannya bermain dibulu ketiak sang suami.

__ADS_1


"Sabar, Sayang. Kan semuanya belum merasakan malam pertama. Biar adil gitu," balas Jiwo dengan mata terpejam menikmati gesekan gesekan kecil tubuh Arin.


"Emang tinggal berapa orang sih? Yang belum Mister sentuh?"


"Tinggal satu, Sayang. Kenapa sih? Kamu udah pengin dimasukin apa gimana?"


"Ya pengin sih, tapi nggak tahu kapan dimasukinnya? Dari tadi diajak ngobrol terus, kirain nyuruh buka baju karena mau dimasukin, eh malah cuma disuruh rebahan doang."


Sejenak kening Jiwo berkerut mendengar ucapan sang istri yang sedang merasa kesal. Namun tidak lama kemudian dia terkekeh dan memencet hidung istrinya.


"Aduh! Sakit, Mister!" pekik Arin sambil mengusap hidungnya.


"Kenapa kamu nggak bilang kalau dari tadi pengin di masukin? Harusnya bilang, jadi nggak perlu buang buang waktu."


"Tahu ah! Sebel! Malah nyalahin nggak peka banget. Udah cepat masukin, udah berkedut nih dari tadi."


"Hahaha ... siap, Sayangku." Tawa Jiwo semakin kencang. Daripada nanti sang istri nanti tambah ngambek, Jiwo berinisiatif langsung ambil tindakan dengan membalik keadaan menjadi Jiwo berada diatas, mengungkung tubuh istrinya. Tanpa permisi dan tanpa basa basi, Jiwo langsung melayangkan bibirnya ke leher sang istri untuk membangkitkan hasrat istrinya.

__ADS_1


"Aaaaakh! Akhirnya dapat jatah dimasukin lagi oleh benda Mister yang gagah dan perkasa," gumam Arin dengan senangnya.


...@@@@@...


__ADS_2