
Suasana hangat benar benar tercipta dari ruang tengah sebuah rumah milik pria yang namanya sedang melambung tinggi dan jadi topik pembicaraan di berbagai pelosok negeri. Suara tawa tidak henti hentinya menggema memenuhi ruangan tersebut. Obrolan obrolan aneh yang mereka ciptakan sendiri, membuat suasana lebih ceria dan tidak membosankan.
Sebagai laki laki dan juga sebagai suami, Jiwo sempat tercengang saat para istri dengan terang terangan membahas isi celananya dan merembet ke hubungan ranjang. Mereka benar benar sangat terbuka dan dengan entengnya para istri Jiwo menceritakan pengalaman ranjang mereka dan juga kelakuan Jiwo saat sedang bercinta.
Mungkin mereka saling cerita satu sama lain karena mereka itu para istri dari satu pria. Yang membuat Jiwo kagum, tidak ada rasa iri dalam obrolan masalah ranjang tersebut. Mereka justru saling tertawa saat merasa ada yang lucu waktu bercerita. Jiwo hanya bisa geleng geleng kepala tanpa bisa menimpali obrolan para istri.
"Berarti kita sudah disentuh semua oleh Mister? Wah! Mister pasti bisa sombong tuh sama teman temannya," ledek Anisa disela sela pembicaraan.
"Pasti banyak yang iri dan kepengin kayak Mister ya? Punya istri banyak?" timpal Alana.
"Pasti lah, laki laki gitu," balas Anum.
"Oh iya, katanya, Mister mau merubah jadwal giliran tidur bareng? Kapan Mister mau merubahnya?" tanya Andin.
"Iya, Mister. Bukankah kita sudah disentuh semuanya?" desak Alina.
Jiwo sontak tersenyum lalu mengusap wajahnya. "Kan aku sudah bilang, nanti jika masalah ini sudah selesai. Berita tentang kita bukankah sangat merepotkan? Kita jadi nggak bisa jualan dan keluar rumah."
__ADS_1
Para istri Jiwo nampak manggut manggut. Nyatanya ini adalah hari ketiga mereka tidak melakukan aktifitas di luar rumah. Padahal lapak daster baru buka beberapa hari, terpaksa tutup karena adanya berita yang sedang viral.
Jiwo dan istri istrinya bukannya takut untuk keluar rumah, karena mereoa tahu kalau mereka tidak bersalah. Selain karena dua tamu penting yang datang berturut turut selama dua hari kemarin, Jiwo belum siap saja jadi pusat perhatian. Jiwo yakin sekali jika dia keluar rumah pasti banyak yang memperhatikan dia, atau malah mengajukan pertanyaan kepadanya. Hal itu yang membuat Jiwo malas keluar rumah.
"Ya kan mumpung kita lagi ngumpul dan ada waktu, Mister? Kenapa nggak sekalian kita bahas aja rencana Mister? Agar kita juga nggak penasaran?" desak Aisyah.
"Astaga! Kalian ini benar benar yah?" ungkap Jiwo merasa gemas. "Kenapa sih kalian seneng banget membahas hubungan soal ranjang?"
"Karena enak, Mister," jawab Arum dengan santainya. Jiwo sampai membelalakan matanya mendengar jawaban sang istri yang singkat tapi sangat jelas maknanya dan sangat mengandung kebenaran.
"Kenapa Mister terlihat kaget begitu?" tanya Arin yang ternyata memperhatikan gerak gerik suaminya. "Jawaban Arum memang benar, kan? karena enak."
"Ya kan memang lebih baik jujur, Mister. Biar tidak ada dusta diantara kita," balas Arum.
"Hahaha ... kalian ini, paling bisa bikin aku gemas."
"Ayo dong, Mister, kapan dimulainya? Udah nggak sabar ini," paksa Anisa.
__ADS_1
"Iya, Mister, sekarang aja, mumpung kita lagi pengin," timpal Alifa.
"Ya ampun, kalian ini kenapa jadi nakal dan binal banget sih? Perasaan waktu kalian baru pertama kali datang ke rumah ini, pemalu gitu? Kenapa jadi seliar ini sih?" cerca Jiwo masih dengan wajah herannya.
"Ya kalo menurutku sih semua itu karena Mister penyebabnya," jawab Adiba.
"Kok aku?"
"Ya iyalah, kalau bukan Mister, siapa lagi coba? Jelas jelas kita jadi begini karena Mister. Coba kalau Mister nggak bikin kita keenakan saat berhubungan, pasti kita akan tetap jadi wanita pemalu dan kalem," balas Adiba seenaknya.
Jiwo makin terperangah mendengarnya. Beberapa kali pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kadang mengusap wajahnya. Bukan karena frustasi, tapi karena rasa takjub akan tingkah istrinya yang berubah cuek dihadapannya.
"Bukankah itu salah kalian ya? Aku kan awalnya nggak mau karena memegang perjanjian. Eh kalian ribut mulu soal hubungan ranjang, kenapa jadi aku yang disalahkan sih?" balas Jiwo membela diri.
"Ya kan karena waktu itu kita nggak tahu, kalau Mister mampu bikin kita keenakan. Coba kalau tahu dari awal bakalan seenak itu, nggak perlu tuh ada perjanjian macam macam, langsung tancap," balas Adiba tidak mau kalah.
"Astaga! Dasar wanita, benar benar tidak mau kalah kalau berdebat sama pria, huu."
__ADS_1
"Hahaha ..." semua istri Jiwo kompak terkekeh hingga mereka mendengar ada suara ketukan dari pintu utama di ruang tamu, seketika suara tawa mereka sontak terhenti.
...@@@@@...