MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Kejutan Lagi


__ADS_3

Paginya, seperti biasa, di rumah Jiwo, para istri sedang melakukan aktifitas seperti biasanya. Hari ini mereka akan kembali melakukan rutinitas seperti biasanya sebelum mereka dan suami viral karena ulah seseorang. para istri Jiwo tidak menyangka kalau mereka bakalan bisa menjadi bahan pemberitaan.


Yang namanya wanita kalau sedang berkumpul pasti ada saja yang menjadi bahan pembicaraan. Begitu juga dengan para istri Jiwo, mereka nampak heboh di dapur karena obrolan mereka sendiri.


Kali ini yang sedang mereka bicarakan adalah tentang praktek tidur bergilir yang baru saja dilaksanakan semalam. Mereka penasaran bagaimana rasanya bermain bertiga. Aluna dan Adiba lantas menceritakan apa yang terjadi pada mereka malam tadi.


"Kalian pasti nanti bakal kesenangan deh, pokoknya Mister Jiwo hebat banget. Benar benar bisa nyenengin wanita," ucap Adiba dengan lantang.


"Duh jadi tidak sabar pengin cepat cepat malam. Udah pengin merasakan sensasi yang berbeda dari suami kita," ucap Arum antusias dengan pikiran yang sudah berkelana membayangkan suaminya menggagahi dua wanita.


"Eh kalian ngerasa nggak sih? Kalau kita tuh beruntung bisa ketemu dengan Mister dan menjadi istrinya?" tanya Alifa.


"Ngerasa dong. Malah kadang aku mikir kenapa nggak sedari dulu ketemu pria kayak Mister. Mister memang hebat dalam hal apapun. Selain nggak suka mandi sore, coba kalian bayangin, hal jelek apa lagi yang kita tahu dari suami kita? Kayak nggak ada kan?" ucap Arin.


"Bener, tapi kalau Mister lagi marah, terlihat mengerikan. Kalian ingat kan saat suami kita marah sama tetangga yang mecahin kaca? Sumpah, disitu Mister kelihatan serem banget," ucap Alena.


"Nah, berarti itu peringatan buat kita, kalau kita jangan sampai buat Mister marah," balas Alana.


"Setuju!" jawab semuanya kompak.


"Eh Aziza, Mister pesan, mulai sekarang kamu diminta selalu siapin jamu kuat buat Mister," ucap Adiba mengingatkan.


"Oke."


Sementara itu, pria yang menjadi suami mereka, saat ini baru saja membuka matanya. Pria itu terbangun dengan badan yang segar dan perasaan yang senang. Kembali terlintas dalam pikiran Jiwo, permainan semalam bersama dua istrinya. Dia masih tidak menyangka ini benar benar terjadi dalam hidupnya.

__ADS_1


Seperti biasa, Jiwo keluar kamar hanya memakai sarung. Dia lalu berbaring lagi di kasur lantai yang ada di depan televisi. Beberapa istri Jiwo yang telah selesai melakukan pekerjaan hanya bisa geleng kepala melihat tingkah suami mereka.


"Kenapa nggak langsung ke kamar mandi saja sih, Mister? Udah siang loh," ucap Andin.


"Nanti lah, bentar lagi. Emak kemana?" ucap Jiwo dengan nada berat khas bangun tidur.


"Emak ke rumah Paman," jawab Andin. "Hari ini jadi mulai jualan kan?"


Jiwo yang awalnya tengkurap, kini merubah posisinya menjadi telentang. "Ya jadi, jualan yang dipasar dulu. Takutnya di lapak bakalan rame gara gara berita kita itu."


"Kalau jadi Rame ya Alhamdulillah, Mister. Berarti berita itu membawa berkah buat kita," timpal timpal Alifa.


"Nanti yang berangkat ke lapak dua orang dulu, kalau rame, yang lain pada nyusul ya? Dua atau tiga orang buat bantuin."


"Loh, Mister nggak bantuin?"


"Oh, ya baguslah, biar Mister makin kelihatan perkasa saat di ranjang," ucap Arum sambil cengengesan.


"Astaga! Kalian ini, suka banget ngomongin ranjang."


"Terus untuk urusan undangan ke televisi dan yang lainnya gimana, Mister?"


"Nah, aku masih bingung dalam hal itu. Jaraknya itu cukup jauh, sedangkan tawaran di beda beda tempat. Takutnya usaha kita jadi terganggu. Walaupun sih kita disana juga di bayar, tapi kan sayang aja kita jadi sering libur."


"Bener juga ya, Mister. Wawancaranya disini saja apa nggak bisa?"

__ADS_1


"Sepertinya nggak bisa lah, Dek. kan itu acara khusus ya kita yang harus kesana."


"Ya udah kita pilih aja mana yang jadwal tayangnya deket baru kita ambil, Mister, biar sekalian gitu loh."


"Oh iya,benar juga. Ya udah nanti aku hubungi mereka satu persatu."


Para istri Jiwo nampak menganggukkan kepalanya. Setelah ngobrol cukup lama, Jiwo akhirnya pergi menuju kamar mandi kareka waktu yang sudah siang serta desakan para istrinya. Seperti biasa, ide jahilnya pun muncul. Jiwo melepas sarung yang menutupi tubuh bagian bawahnya di depan mata para istri dan melenggang santai menuju kamar mandi.


"Gila!" umpat beberapa istrinya.


Tak terasa waktu merangkak menuju siang. Jiwo telah bersiap untuk berangkat ke pasar bersama dua orang istrinya. Namun saat dia sedang bersiap diri, rumah Jiwo kedatangan tamu yang ternyata adalah Pak Rt.


"Eh Pak Rt, ada apa, Pak?"


"Gini, Wo, aku cuma mau nyampein pesen dari Pak Lurah."


"Pesan apa, Pak?"


"Mau minta nomer rekening kamu."


"Pak Lurah minta nomer rekening? Buat apa?"


"Buat menerima hadiah dari Pak Gubernur, untuk kamu, Wo?"


"Hah!"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2