MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Biang Masalah


__ADS_3

"Suami kamu kenapa, Tin? Kelihatannya sedang marah?"


"Gara gara Jiwo, Bu."


Jiwo? Emang dia ngapain ke Malik?"


"Wajarlah, Bu, Mas Malik marah. Masa aku dibilang wanita yang nggak bener oleh Jiwo!"


"Apa!"


Sontak Bu Darmi langsung menunjukkan wajah murkanya.Tanpa mengetahui cerita yang sebenarnya, dia langsung mengumpat dan memaki Jiwo serta bersiap ingin melabrak pria itu. Darmi semakin emosi saat Titin juga mengatakan sesuatu yang memutar balikkan fakta.


"Kita harus datangi anak itu! Kurang ajar telah menghina anak orang seenaknya," teriak Darmi berapi api.


"Ya jangan dulu, Bu. Jiwo itu licik. Pasti nanti banyak warga yang membela dia," cegah Titin agak terbata. Dia lupa kalau ibunya sangat membenci pria yang bernama Jiwo, dan akan melakukan apapun untuk menjatuhkan pria itu.


"Ya nggak bisa begitu dong, Tin! Kalau dia tetap dibiarin, yang ada malah nglunjak!" bentak Darmi lantang, lalu dia segera saja mengambil langkah lebar dan cepat keluar dari rumah menuju rumah Jiwo yang ada di Rw sebelah.

__ADS_1


"Jiwo! Keluar kamu!" teriak Darmi lantang begitu dia sampai dihalaman rumah pria yang dibencinya. "Jiwo! Keluar!"


Suara Darmi yang begitu keras dan lantang, sudah pasti mengundang rasa penasaran warga yang mendengarnya. Sedangkan Titin malah bingung sendiri menghadapi kemarahan ibunya. Emak dan istri istri Jiwo juga terlihat kaget saat mendengar teriakan di depan rumah mereka. Dengan rasa kaget dan juga penasaran, mereka segera keluar rumah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Sedangkan Jiwo saat ini lagi pergi sebentar ke pasar untuk melihat kondisi lapak yang akan dia gunakan untuk jualan istri istrinya. Sekalian mengecek keadaan mobil para penjahat.


"Ada apa ini teriak teriak di rumah orang panas panas gini! Nggak ada kerjaan apa, Darmi," ucap Emak dengan nada yang masih terbilang wajar.


"Mana anakmu yang nggak tahu diri, Mak? Suruh keluar! Seenaknya menghina anak orang, dia sendiri nggak nggaca kelakuannya bagaimana!" balas Darmi dengan amarah yang sudah meledak.


"Menghina? Apa maksudnya?" tanya Emak dengan kening yang berkerut. Tentu saja Emak kaget mendengarnya, karena setahu dia, Jiwo tidak pernah menghina anak orang.


Emak sontak terkejut mendengarnya. Dia merasa ragu jika Jiwo bisa menghina anak orang. Terlebih lagi orang itu adalah Titin. Bagaimana mungkin Jiwo bisa menghinanya sedangkan dulu saja, Jiwo langsung marah dan tidak terima jika ada yang berbicara buruk tentang Titin.


"Nih ya! Kalian dengar!" teriak Darmi dengan jari tangan yang menunjuk ke semua orang. "Anak saya sendiri yang bilang, Jiwo menghina anak saya di hadapan suaminya! Apa itu nggak keterlaluan! Kalau kalian nggak pada percaya, tanya sendiri sama orangnya. Tanya!"


Semua mata yang ada di sana benar benar memandang Darmi dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Para tetangga meragukan tentang tuduhan wanita itu. Para tetangga tahu, Jiwo lelaki dengan pembawaan sikap yang sangat baik. Tetangga juga jelas tahu bagaimana bencinya Darmi kepada sosok pria yang pernah menjadi pacar anak wanita itu.

__ADS_1


Sedangkan Titin, dengan hati yang was was, berusaha menghubungi sang suami agar segera datang ke tempat dirinya berada. Malik tadi memang hanya mengantar Titin ke rumah ibunya lalu dia pergi lagi untuk mengurusi toko sembakonya. Yang membuat Titin panik adalah jika para tetangga tahu awal kejadiannya bagaimana sehingga dia merasa dihina. Titin takut, justru dia dan Ibunya yang akan malu sendiri jika ketahuan awal ceritanya. Maka itu, dia menghubungi sang suami agar segera datang.


"Bu Darmi, emang ceritanya bagaimana? Kok bisa Jiwo ngehina Titin?"


Apa yang ditakutkan Titin terjadi. Salah satu warga melempar pertanyaan yang membuat dirinya khawatir bukan main.


"Iya, Mbok Darmi, awal kejadiannya bagaimana emangnya? Kayaknya nggak mungkin kalau Jiwo tiba tiba menghina Titin tanpa ada sebab."


"Apa kalian nggak mikir, bisa saja Jiwo masih sakit hati dan tidak terima karena nggak jadi menikah dengan Titin! Itu sebabnya dia seenaknya menghina anak saya! Harusnya dia sadar diri! Pake gaya gayaan nikahi banyak wanita!" balas Darmi masih dengan emosi yang tak terbendung.


"Apa yang dikatakan mertua aku itu benar! Jiwo masih tidak terima Titin menjadi istriku!"


Semua yang mendengar ucapan lantang itu langsung menoleh. Ternyata itu adalah suara malik yang baru saja datang. Dia turun dari motor dan mendekat ke arah istri dan mertuanya.


"Asal kalian tahu, justru kami lah yang punya bukti kalau semua istri Jiwo itu bukan wanita baik baik!"


Deg!

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2