
Tanpa terasa dua minggu sudah berlalu, tapi berita tentang seorang pria sederhana menikahi tiga belas wanita masih saja mengudara di beberapa media dan mulut ke mulut. Karena berita itu juga, jalan rejeki pria itu terbantu dan semakin lancar. Terbukti, dalam dua minggu, dia sudah dua kali pulang pergi membeli barang dagangan dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Selain karena namanya yang sedang melejit, barang yang dijual juga tetap memakai harga yang terjangkau meski nama pria itu sedang terkenal.
Namun hari ini, pria itu sengaja meliburkan diri dari kegiatan jual beli. Karena pada hari ini, dia dan ketiga belas istrinya akan berangkat ke ibu kota untuk memenuhi undangan beberapa stasiun televisi. Ada tujuh acara yang menjadikan Jiwo dan para istri sebagai bintang tamu. Ketujuh acara tersebut jadwalnya sangat rapat dan dapat dilihat dari jadwal, acara itu berlangsung dalam lima hari.
Beruntung, segala keperluan dan kebutuhan yang diperlukan Jiwo dan para istri, disiapkan oleh pihak penyelenggara. Jadi, Jiwo tinggal berangkat saja sambil menyiapkan mental agar berani menghadap kamera.
Terlihat di rumah Jiwo, para istri sedang sibuk mempersiapkan segalanya yang akan mereka bawa.Tak lupa juga, mereka mempersiapkan segala keperluan milik suaminya. Wajah mereka benar benar nampak ceria. Selain karena undangan acara televisi, mereka juga memanfaatkan hal itu untuk piknik bersama ke ibu kota. Ini adalah pertama kalinya bagi istri istri Jiwo melihat ibu kota negara ini.
Sedangkan sang suami, saat ini duduk santai di teras rumah sambil menikmati sebatang rokok dan secangkir kopi hitam. Di sebelahnya ada Emak yang sedang menikmati gorengan dan teh manis. Untuk kali ini, Emak bersedia ikut anak dan menantunya. Emak terpaksa ikut karena kali ini anaknya akan pergi dalam waktu yang cukup lama.
"Apa kamu sudah menemukan, siapa penyebar berita itu, Wo?" tanya Emak setelah meneguk teh manisnya.
"Belum, Mak," jawab Jiwo. "Belum sempat nyari, Mak. Waktunya nggak ada. "
Emak nampak manggut manggut. "Nggak laporin ke polisi aja?"
"Penginnya sih, Mak. Tapi biarin dulu aja lah, Mak. Toh gara gara berita itu, rejeki aku malah mengalir deras kayak gini. Biar saja dia berkeliaran. Paling hatinya panas saat ini, Mak."
__ADS_1
Emak tersenyum tipis. "Ya syukurlah, Emak ikut seneng dengarnya."
Di saat bersamaan, Anisa nampak datang menghampiri suaminya. "Mister, ini sudah siap, langsung masuk mobil aja apa gimana?"
"Langsung masuk mobil aja, Dek," balas Jiwo sambil dia bangkit dan beranjak menuju mobil yang dia sewa. Pintu belakang mobil Jiwo buka dan satu persatu barang bawaan di taruh di bagian belakang. Mobil yang disewa Jiwo lumayan besar dan bisa untuk lima belas orang.
Setelah persiapan selesai, mereka bersiap diri untuk berangkat. Para wsrga sekitar juga dengan antusias melepas keberangkatan Jiwo ke ibu kota.
"Semoga, acaranya lancar dan sukses ya, Wo?"
"Iya, Mbak. Doain kita ya?"
"Ya udah semuanya, kita berangkat dulu."
"Ya hati hati."
Mobil yang dikendarai Jiwo pun meluncur meninggalkan kampung halaman menuju kota. Sepanjang perjalanan, suara berisik para istri terus saja terdengar. Mereka selalu heboh setiap melihat sesuatu yang menurut mereka unik atau lucu. Sesekali senyum Jiwo terkembang mendengar ungkapan yang ditunjukan para istri yang kadang memakai bahasa negara mereka sendiri.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan dalam keadaan yang sudah gelap. Jiwo beserta rombongan disambut oleh dua orang kru yang bertugas membantu mereka di sebuah hotel.
"Selamat datang, Bapak Jiwo," ucap salah satu kru dengan senyum lebar. "Terima kasih karena mau memenuhi undangan kami untuk mengisi acara dalam satu program stasiun televisi kami."
"Sama sama, Pak. Terima kasih juga, karena telah mengundang dan menyambut kami dengan luar biasa. Hotelnya terlalu mewah, Pak," balas Jiwo dengan senyum tak kalah lebar.
"Hahaha ... bisa saja, Pak Jiwo. Mari kami antar ke kamar, Pak."
"Oh iya mari."
Mereka pun beranjak menuju kamar yang akan mereka gunakan untuk istirhat malam ini. Ada lima kamar yang disediakan oleh pihak penyelenggara sesuai permintaan Jiwo. Karena badan yang sudah lelah, Jiwo dan rombongan memilih segera tidur.
Dan hari berganti lagi. Tibalah saatnya acara yang akan menghadirkan Jiwo sebagai bintang tamu di mulai. Di ruangan khusus, para istri Jiwo sedang dirias wajah dan penampilannya. Dengan menggunakan pakaian dari sponsor yang disediakan pihak penyelanggara, istri istri Jiwo jadi terbantu dalam masalah pakaian.
Hingga menit itu tiba, pembawa acara langsung membuka acara dengan berbasa basi sejenak ke penonton.
"Baiklah, sekarang kita sambut tamu istimewa hari ini, seorang pria yang namanya sedang naik daun karena pernikahan uniknya. Kita sambut sama sama, Mister Jiwo!"
__ADS_1
Penonton sontak berseru dan bertepuk tangan.
...@@@@@@...