MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Siapa Yang Dicintai Mister?


__ADS_3

Setelah acara makan bersama selesai, Jiwo dan yang lain memilih duduk di ruang tamu. Mereka saling berbagi cerita dan berbagi pengalaman hidup masing masing. Bayu dan sang istri yang sangat penasaran dengan cerita kehidupan istri istri Jiwo, menggunakan kesempatan itu sebaik baiknya untuk melempar pertanyaan hingga mereka berakhir menikah dengan Jiwo.


Sayang sekali keseruan mereka harus berakhir karena malam yang semakin larut dan juga rasa lelah yang mendera tubuh mengharuskan mereka untuk istirahat. Seperti biasa, jika berada di rumah kakaknnya, Jiwo akan tidur di salah satu kamar keponakannya. Sang keponakan memilih mengalah tidur berdua dengan kembarannya. Toh, hal itu terjadi hanya semalam saja.


Untuk malam ini, Jiwo kembali libur merobek segel istrinya. Selain rasa lelah yang mendera, keadaan juga tidak mendukung karena ini bukan di kamar sendiri. Namun Jiwo dan istrinya terlihat saling peluk. Lebih tepatnya Jiwo yang memeluk Alifa dari belakang.


Sejak mengawali malam pertama dengan Alana beberapa waktu lalu, Jiwo sekarang lebih berani bertindak mesra pada istri istrinya. Apalagi jika sedang berdua di dalam kamar, Jiwo benar benar memperlihatkan kasih sayangnya pada sang istri. Jiwo sendiri tidak tahu istri mana yang Jiwo cintai, tapi Jiwo merasa tidak butuh mencintai salah satunya karena Jiwo sayang semuanya.


"Nggak nyangka ya Mister, gara gara di kota ini, aku dan yang lainnya dipertemukan dengan Mister tanpa di duga," ucap Alifa disela sela obrolannya.


Mungkin memang jalan takdirnya sudah begitu, Dek. Masa depan memang nggak ada yang tahu."


"Iya, Mister, aku tahu. Tapi kadang aku masih nggak nyangka aja bisa dipertemukan dengan Mister gara gara bersembunyi di dalam mobil itu."


"Hahaha ... aku juga nggak nyangka, kenapa aku bisa memiliki istri yang cantik cantik."


Keduanya saling terkekeh. Mereka terus becengkrama hingga perlahan tapi pasti rasa kantuk benar benar menyerang mata mereka. Suami istri akhirnya mengakhiri obrolan mereka dan mulai memejamkan mata hingga keduanya terlelap.

__ADS_1


Begitu pagi menjelang, Alifa bangun terlebih dahulu. Di tatapnya wajah damai sang suami lekat lekat. Tangan Alifa bergerak dan membelai pipi Jiwo dengan lembut. Bahkan Alifa juga memainkan bulu bulu halus yang tumbuh disekitar dagu dan rahang suami. Senyum Alifa terkembang. Dia mengangkat kepalanya dan maju mendekati wajah Jiwo terus mengecup pipinya.


Di luar kamar terdengar sedikit gaduh. Alifa lantas bangkit beranjak keluar kamarnya. Dia melihat wanita yang hamil besar sedang mempersiapkan hidangan untuk sarapan. Alifa menyapanya dan sang kakak ipar menyambutnya dengan ramah. Setelah saling basa basi tanya jawab sebentar, Alifa ikut turun tangan membantu menyiapkan menu sarapan semampunya.


Jiwo baru bangun tidur saat semua menu sarapan telah tersaji rapi di atas meja. Jiwo langsung ke kamar mandi dan membersihkan badan. Begitu selesai mandi dan berganti pakaian yang dia bawa, Jiwo bergabung dengan yang lain di meja makan.


Sementara itu di pagi yang sama, istri istri Jiwo yang lain nampak sedang duduk di teras rumah setelah semua pekerjaan selesai. Sedangkan tiga istri yang lain, seperti biasa, ikut Emak jualan di pasar.


"Nggak ada Mister, kok rumah kayak sepi banget ya?" keluh Alana.


"Iya, apa Mister sekarang baik baik saja?" sambung Adiba.


"Ya nggak apa apa berlebihan, yang penting kan sama suami sendiri," gerutu Anum.


"Bukan suami sendiri, tapi suami kita," Ralat Anisa.


"Hahaha ... bener, eh kira kira, diantara kita, ada nggak yah yang dicintai Mister?" ucap Alin.

__ADS_1


"Nah, iya tuh bener. Kira kira ada nggak ya?" timpal Anisa.


"Kalau menurutku sih kayaknya nggak ada deh. Tapi aku ngerasa, Mister itu sayang sama kita semua," kata Aisyah.


"Mana mungkin? Masa Mister ngggak jatuh cinta sama salah satu diantara kita? Bukankah Mister bilang kalau kita cantik cantik?" sanggah Alana.


"Maka itu, karena kita cantik cantik jadi Mister nggak mau jatuh cinta pada salah satu diantara kita. Dia sayang sama kita jadi nggak mau nanti ada yang tersakiti jika Mister jatuh cinta. Itu menurutku sih," balas Aisyah.


"Hais! Kenapa jadi pada ribut begini? Mau Mister cinta atau nggak, saat ini dia udah jadi suami kita, itu yang penting. Jadi sepertinya cinta itu nggak penting. Yang penting rumah tangga tetap berjalan dengan penuh kasih sayang," ucap Arin lantang.


"Hahaha ... benar juga," ucap yang lainnya saling sambung menyambung.


Dan di kampung yang sama di tempat lain.


"Sebaiknya kita secepatnya bergerak mencari wanita wanita itu, biar kita bisa cepat pulang dan dapat bayaran."


"Oke! Yok berangkat."

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2