
Suasana pusat kebugaran benar benar dibuat heboh oleh istri istri jiwo. Mereka melakukan olahraga dengan diselingi canda tawa hingga suara mereka menggema memenuhi ruangan tersebut. Tentu saja tingkah laku mereka mengundang perhatian orang orang yang datang ke tempat seperti itu. Meski para pengunjung terganggu, tapi mereka cukup terhibur dengan kelakuan istri istri Jiwo itu.
Dengan telaten dan kesabaran lebih, Jiwo mengarakan dan mengajari para istrinya tiap ingin menggunakan alat olahraga yang ada disana. Sikap Jiwo yang terlihat romantis justru membuat para pria yang ada disana merasa iri saja, termasuk Bayu.
Setelah para istri paham dengan apa yang diajarkan suaminya, Jiwo melepas para istrinya agar bisa bermain sendiri. Kemudian Jiwo juga bisa melanjutkan kegiatan olahraganya dengan terus mengawasi istri istrinya. Selang beberapa waktu kemudian Jiwo memilih beristirahat dan duduk bersama penjaga fitnes sambil mengawasi istrinya.
"Hebat kamu, Wo, bisa mengatasi wanita sebanyak itu! Aku aja mengatasi satu, susahnya minta ampun. Apa lagi kalau lagi cemburu," ucap Bayu penuh rasa kagum.
"Yah, aku juga nggak nyangka, tapi ya adanya kayak gitu. Mereka nggak saling cemburu satu sama lain, tapi kalau ada wanita lain yang dekat dengan aku. Behh! Kamu lihat sendiri tadi reaksi mereka kayak apa."
Hahaha ... iya yah, kok bisa ya? Serius, Wo? Mereka tidak saling cemburu satu sama lainnya saat di rumah?" tanya Bayu nampak tak percaya.
"Nggak pernah, mereka adem aja gitu. Malah saling mendukung satu sama lain."
"Wahh! Hebat ya? Duh, Wo, bikin iri aja sih? Terus masalah ranjang gimana, Wo? Lancar?"
"Hahaha ..." Jiwo malah terbahak. Dia sudah menduga pasti masalah ranjang akan jadi pertanyaan yang meluncur setiap orang yang berbicara dengan pernikahannya.
"Yee ... malah ketawa," sungut Bayu. "Waktu malam pertama, mereka masih rapet samua atau udah pada bolong?"
"Rapat semua dong," balas Jiwo dengan bangganya. "Aku yang pertama buat mereka."
__ADS_1
"Ah, sial! Beruntung banget kamu, Wo."
Mungkin karena sudah capek, para istri Jiwo berhenti melakukan olah raga dan mendekat ke arah suaminya.
"Gila! istri istrimu tambah cantik aja kalau lagi berkeringat gitu," umpat Bayu.
"Hush! Jaga itu mata, biar nggak aku colok!" ucap Jiwo memperingati, lalu dia menoleh ke arah istrinya yang mendekat. "Kalau mau minum, ambil aja itu?" ucap Jiwo sambil menunjuk ke arah lemari pendingin yang ada disana. Para istri langsung menyerbunya dan mengambil minuman dingin sesuai keinginan mereka.
"Kita istirahat di depan aja yuk? Kayaknya lebih segar," ajak Alifa. Dan semua istri Jiwo menyetujuinya. "Kita istirahat di teras, Mister."
"Ya udah sana, aku mau ganti baju dulu, lalu kita pulang."
"Siap!"
Hingga beberapa waktu kemudian, terlihat Jiwo keluar dari tempat kebugaran masih mamakai baju yang sama saat dia sedang berolahraga. Pria itu lantas mendekati istrinya yang sedang duduk sambil bercengkrama.
"Mister, beliin itu, dong! Uang kita habis tadi buat jajan," pinta Anum.
Jiwo mengulum senyum lalu memanggil pedagang cilok yang Anum tunjuk. Begitu penjual cilok mendekat, Jiwo menyerahkan uang dompetnya.
"Lima ribuan aja, Mister, nggak usah banyak banyak," ucap Anum lagi.
__ADS_1
"Ya udah bilang sama pedagangnya, sekalian bungkusin buat yang di rumah."
Anum mengangguk, Jiwo menyerahkan uang seratus ribu ke Anum, lalu dia duduk bersama istri yang lain. Tak butuh waktu lama, dua puluh bungkus cilok sudah berada di tangan Anum dan mereka segera saja pulang setelah dirasa cukup istirahatnya.
Jiwo geleng geleng kepala melihat istrinya. Dengan menggunakan motor roda tiga yang biasa buat berkeliling jualan, mereka cuek saja meski jadi pusat perhatian. Jiwo memang sengaja mengambil jalan dibelakang motor yang dikendarai Anisa.
Tidak sampai lima belas menit, mereka sampai di rumah mereka. Begitu mereka turun dari motor, istri istri Jiwo yang lain berhambur keluar menyambut mereka dengan berbagai pertanyaan.
"Benar kan, firasat aku, pasti akan ada wanita yang menggoda suami kita," ucap Anisa menjawab pertanyaan yang terlontar untuknya.
"Nah kan, pasti sekarang banyak wanita yang suka sama Mister. Maka itu, kita harus kerja sama menjaga suami kita dengan baik," ucap Aisyah. "Jangan sampai ada celah biar tidak ada wanita lain yang masuk dan merusak rumah tangga kita."
"Betul, setuju! Pokoknya, jangan biarkan Mister pergi sendirian. Salah satu kita harus ada yang ikut untuk mengawasinya," sambung Alena.
"Setuju!" jawab semuanya kompak.
Jiwo yang mendengarnya hanya bisa senyum senyum sendiri sembari masuk kamar dan merebahkan badannya.
"Terima kasih, Tuhan. Istri istriku memang luar biasa!"
...@@@@@@...
__ADS_1