MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Istri Jiwo Berkisah


__ADS_3

Tidak ada yang lolos dari bujuk rayu seorang Jiwo. Entah karena pesona tersembunyi yang Jiwo miliki atau karena hati seorang wanita yang sudah terisi nama pria itu, malam ini Jiwo kembali berhasil menikmati mahkota seorang wanita. Setelah drama membujuk dan merayu yang lumayan lama, akhirnya sang istri takluk dan pasrah oleh gejolak hasrat yang Jiwo gencarkan.


Aisyah terkulai lemas dengan badan penuh keringat setelah digempur tanpa ampun oleh Jiwo hingga dua ronde. Dia tidak menyangka malam ini untuk pertama kalinya merasakan sesuatu yang sering disebut dengan nama surga dunia. Wajar jika dikatakan begitu karena berbuhungan badan secara suka rela dan saling suka, nikmatnya sungguh tiada tandingannya meski ada sedikit rasa perih dalam prosesnya.


"Kalau udah ngantuk, tidur aja, Sayang. Nanti aku nyusul," ucap Jiwo yang memilih duduk sambil menghisap rokok. Sedangkan sang istri rebahan dengan kepala berada di atas paha suaminya. Aisyah juga memainkan benda yang sudah terkulai lemas di bawah perut sang suami.


"Kira kira, apa yang akan Mister lakukan untuk menghadapi orang orang itu?" bukannya menuruti saran suaminya, Aisyah malah mengajukan pertanyaan tentang orang orang yang hendak menipu Jiwo dengan pura pura dari kedutaan.


Jiwo menyesap batang rokok yang terselip di jari tangan kanannya, lalu menghembuskan asapnya ke arah atas. "Yang pasti aku akan selidiki dulu. Kalaupun benar mereka adalah sindikat, aku harus benar benar memberi mereka pelajaran agar mereka jera mengejar kalian."


"Apa mungkin mereka akan jera? Bukankah mereka sudah sering gagal? Tapi nyatanya, mereka masih saja berusaha," gerutu Aisyah tanpa memandang suaminya. Matanya terlalu fokus dengan benda yang sedang dimainkan oleh tangannya.


"Ya kan kali ini sekalian bosnya ditangkap, bukankah katanya ada pria yang dipanggil bos? Kalau benar, ya langsung di tindak aja," balas Jiwo sambil memperhatikan tingkah istrinya yang asyik bermain benda di bawah perutnya. Jiwo sendiri heran dengan para istrinya. Sebelum berhubungan suami istri, mereka seperti pemalu dan jual mahal. Tapi setelah berhubungan, mereka tanpa malu memegang benda milik lawan mainnya. Apakah semua wanita seperti itu?


"Berarti besok nggak menemani kita jualan dong?"


Ya paling menemani sebentar, baru aku akan menyelidikinya. Aku akan cari mobil itu."

__ADS_1


"Mending carinya di pasar dulu, Mister. Bisa jadi mereka akan datang lagi ke pasar."


Jiwo lantas mengiyakan. Apa yang di usulkan sang istri ada benarnya. Bisa jadi si penjahat sebenarnya sudah sering ke pasar buat mengawasi istri istrinya.


Setelah ngobrol berbagai macam pembahasan akhirnya rasa kantuk menghampiri mereka. Awalnya Aisyah yang terlelap, lalu Jiwo menyusul tak lama kemudian.


Dan hari pun berganti lagi. Tidak ada kegiatan yang berbeda di rumah Jiwo. Tiap pagi selalu para istri melakukan tugasnya dengan baik. Jiwo juga dilayani istri dengan sempurna. Obrolan obrolan ringanpun menjadi warna tiap pagi di rumah itu, dan pagi ini mereka lebih fokus membicarakan peristiwa yang kemarin mereka lewati.


"Apa diantara kalian, yang melihat wajah pimpinan oknum yang menculik kalian hanya Aluna dan Arum?" tanya Jiwo disela sela menimati sarapannya.


"Aku malah masih ingat betul. Kalian ingatkan siapa yang membongkar kedok mereka," ucap Anisa.


"Ah iya, kamu sampai berkelahi ya, Nis," timpal Alena.


"Menang atau kalah?" tanya Jiwo.


"Ya pasti kalah, Mister. Orang saat itu keadanku sangat lemah. Belum lagi mikirin nasib yang lainnya, ya aku aku akhirnya pasrah," ucap Anisa.

__ADS_1


"Terus, kabur itu idenya siapa?"


"Andin, dia waktu itu pengin buang air," balas Arin.


"Hahaha ... iya, saat paling mendebarkan itu," jawab Andin.


Akhirnya obrolan beralih ke arah perjuangan mereka saat berniat kabur. Semua sangat antusias menceritaka kejadian dimana mereka benar benar berjuang untuk melarikan diri. Jiwo sekarang mengerti, kenapa istrinya begitu kompak. Itu semuanya karena rasa kekeluargaan dan persaudaraaan sejak mereka diculik. Jiwo sungguh salut dan sangat bangga bisa memiliki mereka saat ini.


Hingga waktunya tiba, Jiwo memilih Anisa untuk menemaninya melakukan penyelidikan. Tempat pertama yang Jiwo selidiki adalah pasar. Dia dan Anisa tak henti hentinya menyisir area parkir dan berharap menemukan mobil yang memiliki ciri ciri yang ada di dalam foto.


"Apa mungkin mereka tidak ke pasar, Mister? Udah siang begini tapi kita tidak menemukan mobil mereka," ucap Anisa saat dia dan suaminya istirahat di depan ruko kosong.


"Sepertinya begitu, kita tunggu saja sebentar lagi, kali aja mereka nunggu siang ke pasarnya."


"Baiklah."


...@@@@...

__ADS_1


__ADS_2