MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Dua Kabar


__ADS_3

"Gimana tadi? Kalian mampir nggak ke lapak yang baru?" tanya Anum.


"Mampir," jawab Arum singkat.


"Rame ngga?" tanya Anum lagi.


"Ya nggak terlalu sih, tapi mending ada yang beli," balas Arum lagi. "Tapi kayaknya kita harus waspada deh."


"Waspada? Waspada kenapa?" tanya Aifa.


"Tadi aku dan Aluna lihat pimpinan dari orang orang yang dulu menculik kita?"


"Apa!"


Sontak saja semua istri Jiwo yang ada di rumah nampak terkejut dengan kabar yang baru saja mereka dengar. Arum dan Aluna langsung menceritakan apa yang mereka lihat tadi di pasar. Bahkan mereka sampai mengikuti untu memastikannya.


Sudah pasti istri istri Jiwo langsung merasa khawatir. Mereka benar benar tidak menduga kalau mereka masih di kejar. Para istri Jiwo juga menceritakan kejadian di rumah tadi. Sekarang gantian yang terkejut istri istri Jiwo yang baru pulang dari pasar.


"Duh, aku jadi takut nih mau berangkat ke pasar," ucap Alana.


"Nggak usah takut, mending kalian pake ojol aja berangkatnya, biar bisa di jemput dari sini," ucap Aisyah.


"iya bener, nanti kalian juga ceritain semua kejadian ini sama Mister, biar Mister ambil tindakan secepatnya," sambung Aziza.

__ADS_1


"Baiklah," jawab Alana dan dia langsung melaksanakan saran dari Aisyah.


Tak butuh waktu lama, Alana dan Adiba telah sampai di pintu utama pasar. Dengan was was dan mata yang jelalatan, mereka berjalan tergesa gesa menuju lapak. Sikap mereka langsung mengundang tanya Jiwo dan dua istri yang lain.


"Kalian kenapa? Kok kayak panik gitu?" tanya Alina begitu Alana dan Adiba duduk di kursi yang ada di samping lapak.


"Bos yang menculik kita, katanya ada di pasar ini," jawab Adiba dan langsung mendapat respon kaget dari Jiwo, Alina dan Andin.


Yang bener? Kalian tahu dari mana?" tanya Andin.


Alana dan Adiba pun menjawab sama seperti yang mereka dengar tadi saat masih di rumah. Jiwo, Aluna dan Andin semakin dibuat terkejut saat mereka mendengar kabar yang lain.


"Kalian serius itu dari kedutaan?" tanya Andin agak ragu.


"Kok aneh ya? Darimana mereka tahu kalau kita tinggal di kampung ini?" pertanyaan Andin sontak membuat semuanya terperangah. Apa yang Andin tanyakan memang benar, bagaimana pihak kedutaan tahu akan hal itu.


"Apa mereka bertanya tentang alasan kalian tinggal disini?" tanya Jiwo. Dia juga merasa janggal dengan apa yang baru dia dengar. Bagaimana mungkin bisa kebetulan begitu? Bos yang menculik istri istrinya berkeliaran disini dan tiba tiba ada pihak kedutaan yang menyuruh mereka pulang. Benar benar kebetulan yang aneh.


"Enggak, Mister. Tiba tiba mereka bilang kalau mereka akan menjemput kami untuk balik," jawab Adiba.


"Mungkin mereka nggak tanya karena sudah dapat info dari Pak Lurah dan Pak Rt, Mister," sambung Alana.


"Mending Mister coba tanyain deh, sama Pak Rt dan Pak Lurah. Nyari kejelasan," usul Andin.

__ADS_1


"Ya udah nanti sepulang dari pasar, aku ke tempat mereka," balas Jiwo.


"Tapi, Mister, nanti sore katanya orang orang dari kedutaan akan datang lagi untuk ngomong sama Mister," Alana kembali bersuara.


"Bagus kalau begitu, nanti aku suruh Pak Rt dan Pak Lurah datang juga," jawab Jiwo antusias.


Ke empat istri Jiwo saling mengangguk. Aluna dan Andin pamit pulang, sedangkan Jiwo langsung menyantap bekal yang dibawakan istrinya.


Ketika waktu menunjukkan pukul dua siang, Jiwo pamit pulang sebentar karena ada yang harus dia lakukan. Tentu saja, Jiwo harus menghubungi Pak Rt dan Pak Lurah untuk mencari kejelasan. Tak lupa juga, Jiwo juga meminta bantuan mereka untuk ikut menemui orang yang katanya dari kedutaan.


Waktu terus berlalu hingga kini waktu sore telah tiba. Tapi sorenya lebih menuju ke arah petang karena waktu sudah menunjukkan pukul lima lebih. Pak Lurah dan Pak Rt juga sudah berada di sana sejak beberapa yang lalu.


"Jadi kamu curiga kalau mereka bukan dari kedutaan negara istrimu berasal, Wo?" tanya Pak Lurah.


"Ya, seperti yang aku ceritakan tadi siang, Pak. Aku merasa janggal aja," balas Jiwo.


"Wajar sih kalau janggal, orang kebetulan yang aneh gitu," timpal Pak Rt. "Apa mungkin orang yang ngincer istrimu, ngontrak lagi di tempat Haji Agus?"


"Itu juga aku belum menyelidiki, lagian yang kenal wajahnya hanya istri istriku."


"Mending coba kamu selidiki lagi, Wo. Kali aja mereka di tempat yang sama," saran Pak Rt, Jiwo hanya mengangguk karena dari arah luar, mereka melihat sebuah mobil masuk ke halaman rumah Jiwo. Tak berselang lama dua orang pengguna mobil itu keluar.


"Benarkah mereka dari kedutaan?" gumam Jiwo.

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2