
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu terdengar menggema di salah satu rumah sebuah komplek. Rumah yang awalnya kosong tersebut, beberapa hari belakangan ini terisi oleh orang dari daerah lain yang sengaja menyewa rumah tersebut untuk sebuah kepentingan. Sedangkan pemilik asli rumah itu tinggal di rumah lain tapi masih satu kawasan.
Salah satu penghuninya yang sedang terlelap dalam tidurnya menjadi terbangun karena suara ketukan yang lumayan keras. Mau tidak mau penghuni yang kamarnya memang dekat dengan pintu utama langsung bangkit meski sangat kesal karena tidur sorenya terganggu.
Tok! Tok! Tok!
"Ya sebentar!" teriak si penghuni. Dengan langkah gontai orang itu beranjak keluar kamar. "Yang lain pada kemana sih? Ada tamu masa nggak pada dengar?" gerutunya sambil membuka pintu.
Betapa terkejutnya penghuni rumah tersebut saat pintu terbuka, matanya melihat ada lima orang sudah berada di sana dengan tatapan tajam. Keterkejutan si penghuni semakin bertambah karena dia mengenal wajah salah satu yang ada di rumah kontrakan tersebut.
"Bukankah kamu orang yang mau mesum di toilet pasar!" seru Jiwo yang juga tak kalah terkejutnya saat melihat orang yang membukakan pintu. Orang yang membuka pintu itu langsung menutup pintu kembali dengan keras.
Brak!
"Sial! Darimana dia tahu aku ada disini?" umpat Wito langsung merasa panik. "ini yang lain pada kemana sih?" gumamnya sambil kembali masuk ke kamar untuk mengambil ponsel.
__ADS_1
Di saat bersamaan, sebuah mobil masuk ke halaman rumah itu. Orang orang yang ada di dalam mobil merasa heran karena di depan rumah yang mereka tinggali ada beberapa orang berdiri di depan rumah itu. Salah satu dari orang itu ada yang sedang menggedor pintu.
Tanpa rasa curiga, empat orang yang terdiri satu wanita dan tiga pria keluar dari mobil mendekati orang orang yang sedang menatap mereka juga. Namun saat langkah kaki mereka semakin dekat, dua dari empat orang itu membelalakkan matanya. Siapa lagi kalau bukan Ridwan dan Anita. Wajah mereka langsung pias begitu melihat siapa yang ada di depan rumah yang mereka sewa.
Raut terkejut juga terlihat dari wajah Jiwo, Pak Lurah dan Pak Rt dari komplek tempat tinggal Jiwo. Dua orang yang katanya berasal dari kedutaan, benar benar ada di hadapan mereka saat ini.
"Bos, kita dalam bahaya!" bisik Ridwan.
Deg!
Hendrik terkejut, langkah kakinya langsung berhenti. Dia menoleh ke arah Ridwan. Melihat wajah panik anak buahnya, Hendrik langsung memutar otak agar bisa lolos dari situasi seperti ini.
Bukannya menjawab, Hendrik malah memberi kode agar yang lain segera kembali masuk ke dalam mobil. Menyadari kalau target akan melarikan diri, Jiwo langsung bergerak cepat menghampiri ke empat orang tersebut.
"Anisa! Tutup gerbangnya!" teriak Jiwo lantang.
Mendengar suara teriakan Jiwo, Anisa dan yang lain langsug keluar dari tempat persembunyiannya dan langsung menyerbu halama rumah tersebut dan menutup gerbangnya.
__ADS_1
Semuanya memang telah Jiwo rencanakan. Tapi ini adalah rencana mendadak yang Jiwo cetuskan begitu dia tidak melihat sebuah mobil di halaman rumah tersebut. Jiwo menyuruh istri dan tetangganya agar bersembunyi terlebih dahulu. Mereka bisa keluar saat Jiwo memanggil.
Sebenarnya Anisa dan yang lainnnya tidak sepenuhnya bersembunyi. Mereka lebih mirip seperti orang yang menyamar karena mereka berpencar dan berkelompok sambil bercengkrama di tepi jalan area komplek tersebut. Maka itu mereka cepat bertindak walau Jiwo berteriak satu kali. Karena mereka memang berada di tempat yang tidak jauh dari lokasi rumah kontrakan.
Hendrik dan yang lainnya sontak saja langsung kaget begitu melihat warga yang berdatangan. Mereka tetap nekat akan memasuki mobil tapi Jiwo langsung melayangkan tendangan ke arah pungung Hendrik.
Dak!
Brak!
"Aakh!" Hendrik berteriak kencang. Akibat tendangan kaki Jiwo, Hendrik terpental sampai dadanya membentur mobil. Hendrik berbalik badan hendak melawan, tapi sebuah tendangan kembali melayang menyepak kali Hendrik hingga dia terjatuh.
Warga dan istri Jiwo juga langsung bergerak meringkus kawanan lainnya. Meski ada perlawanan, tapi tenaga mereka kalah jauh dengan tenaga para warga yang ikut andil menggerebag mereka. Mereka tidak bisa berkutik lagi.
Ke empat orang itu langsung di ikat dan di amankan. Sementara satu orang berada di dalam rumah semakin panik di dalam kamar.
"Sial! Kenapa jadi kacau begini!" umpatnya.
__ADS_1
...@@@@@...