MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Pergerakan


__ADS_3

Lega. Itulah yang sedang Jiwo rasakan saat ini. Perasaannya begitu lega dan tenang. Meski ada gemuruh amarah dalam dadanya, tapi Jiwo mampu meredam amarah tersebut dengan baik, sehingga dia tidak bertindak ceroboh saat mengetahui kenyataan yang ada di depan matanya.


Setelah mengetahui fakta tentang Anita, Jiwo segera berpikir cepat untuk memberi pelajaran pada wanita itu dan juga orang orang yang ada bersamanya. Sepertinya Jiwo akan melakukan cara yang sama seperti yang dulu dia lakukan.


Setelah mengetahui dimana para penjahat tinggal, Jiwo segera pergi dari tempat pengintaian. Bersama salah satu istrinya, Jiwo memilih pulang terlebih dahulu sebelum memulai rencananya.


"Syukurlah kalau begitu, Mister. Aku senang mendengarnya," ucap salah satu istrinya setelah mendengar perkembangan dari penyelidikan Jiwo dan Anisa.


"Setelah ini apa yang akan Mister lakukan?" tanya Arin. Saat ini Jiwo dan beberapa istrinya sedang duduk di ruang tamu. Jiwo sendiri baru saja selesai menikmati makan siangnya. Begitu juga dengan Anisa.


"Paling sebentar lagi aku mau ke rumah Pak Rt dan juga minta bantuan Pak Lurah. Nanti beberapa dari kalian juga ikut ya? Aku juga akan ngajak beberapa warga," balas Jiwo sambil sesekali menyesap batang rokoknya.


"Kami ikut? Untuk apa, Mister?" tanya Alana.


"Ya untuk saksilah, biar aku nggak dikira salah tuduh. Walaupun Pak Lurah dan Pak Rt juga bisa jadi saksi, tapi aku butuh kalian biar alasanku untuk menggerebek mereka makin kuat. Apa lagi mereka tinggal di desa yang berbeda dengan kita," terang Jiwo. "Nanti cukup Anisa, Andin, sama Alana saja yang ikut."


Para istri Jiwo sontak menyetujuinya. Mereka juga sudah ingin merasa aman dan tenang menjalani hidup mereka tanpa bayang bayang para penjahat tersebut. Mereka berharap kali ini Mister benar benar bisa menangkap mereka semua termasuk pimpinannya.

__ADS_1


Setelah merasa cukup berbicara dengan para istrinya, Jiwo pamit keluar rumah untuk menemui Pak Rt dan Pak Lurah. Kedua orang itu perlu dikasih tahu karena mereka juga menyaksikan sendiri aksi tamu Jiwo yang memakai nama kedutaan. Bukankah itu sudah termasuk penipuan?


"Apa? Kamu serius, Wo?" tanya Pak Lurah nampak sangat terkejut dengan apa yang baru dia dengar.


"Aku juga awalnya kaget, Pak Lurah. Nggak nyangka kita bisa ditipu seperti itu," ucap Pak Rt.


"Wah, wah, wah! Hampir saja kita kecolongan ya, Pak Adit. Benar benar sangat direncanakan," balas Pak Lurah sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.


"Maka itu, aku mau meminta bantuan Bapak untuk menggerebek mereka, Pak. Mereka ngontrak di desa tetangga. Jadi kemungkinan akan banyak pihak yang terlibat," timpal Jiwo.


"Baiklah, kapan kita akan bergerak?" tanya Pak Lurah.


Pak Lurah langsung menyetujuinya. Dia sejenak masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian. Jiwo memang menemui Pak Lurah di rumahnya karena hari sudah menjelang sore jadi tidak mungkin Pak Lurah ada di kantor desa.


Setelah semuanya sudah siap, mereka segera berangkat. Tak lupa, Jiwo mengajak tiga istrinya untuk ikut. Dua istri Jiwo naik motor bersama Pak Lurah dan Pak Rt. Jiwo juga mengajak beberapa tetangganya untuk ikut penggerebegan.


"Kira kira, bagaimana reaksi dua orang yang katanya dari kedutaan ya?" tanya Aziza setelah melepas keberangkatan Jiwo dan rombongannya.

__ADS_1


"Sudah pasti, mereka bakalan malu, kalau mereka punya malu sih," jawab Aluna.


"Harusnya tadi aku ikut ya? Penasaran aku jadinya," kata Anum.


"Sama, aku juga penasaran," timpal Arin.


"Yah, kita berdoa saja, agar semua lancar dan Mister membawa kabar baik saat pulang nanti," ucap Aisyah dan semuanya serentak mengangguk.


Sebelum Jiwo dan yang lain ke tempat tujuan utama, mereka terlebih dahulu mendatangi Kepala Rt di tempat para oknum tinggal. Sama seperti Pak Lurah dan warga yang lain, Rt setempat juga kaget saat mendengar apa yang Jiwo sampaikan. Pak Rt wilayah tersebut langsung saja memberi izin, bahkan dia juga ikut ambil bagian. Biar bagaimanapun, dia tidak ingin ada kriminal di dalam wilayahnya.


Setelah mendapat izin, tujuan berikutnya adalah ke tempat pemilik kontrakan. Sang pemilik kontrakan juga sama terkejutnya. Dia juga langsung memberi ijin dan memilih ikut bertindak.


"Mereka bilang, katanya mereka adalah pedagang," ucap si pemilik kontrakan dengan raut wajah masih terlihat sangat terkejut.


"Iya, perdagangan wanita. Bisa saja mereka kesini juga sedang mencari wanita juga agar bisa dibodohi," celetuk warga yang ikut.


"Mending kita bergerak sekarang, biar tahu rasa mereka," ucap Rt setempat, dan semuanya nampak setuju.

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2