MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Ketemu


__ADS_3

"Apa mungkin mereka tidak ke pasar, Mister? Udah siang begini tapi kita tidak menemukan mobil mereka," ucap Anisa saat dia dan suaminya istirahat di depan ruko kosong.


"Sepertinya begitu, kita tunggu saja sebentar lagi, kali aja mereka nunggu siang ke pasarnya."


"Baiklah."


Dengan sabar sepasang suami istri tersebut memperhatikan setiap mobil yang keluar masuk ke area pasar. Jiwo memilih tempat ruko depan karena letaknya yang strategis. Di pasar itu jalan masuk untuk kendaraan roda empat atau lebih hanya ada satu jalan yaitu lurus dengan pintu utama pasar yang melewati ruko dimana Jiwo berada. Sedangkan untuk motor ada beberapa jalan di sisi yang berbeda.


Hingga puluhan menit berlalu, tapi mobil yang ditunggu tak juga muncul. Jiwo merasa sedikit frustasi karena rencananya benar benar tak sesuai harapan. Karena merasa sudah lelah, Jiwo pun memutuskan menyudahi pencariannya. Dia mengajak istrinya untuk masuk ke pasar dan beristirahat di lapak saja.


Ketika kaki mereka baru berjalan beberapa langkah, Anisa tiba tiba bersuara lirih, "Mister, sepertinya itu mobilnya!"


Jiwo langsung menoleh dan memperhatikan mobil yang baru saja masuk ke dalam pasar. "Ah, benar, itu sama persis dengan yang ada di foto!"


Beruntung Jiwo dan Anisa masih memakai helm saat itu. Jadi pas mobil itu melewati mereka, pengemudi dan orang orang yang ada di dalam mobil tidak menyadari kalau mereka sedang di awasi. Jiwo dan Anisa kembali duduk di depan ruko kosong.


"Benar! Itu orang yang dipanggil Bos, Mister!" pekik Anisa sambil menunjuk pria yang baru saja turun dari mobil.

__ADS_1


Jiwo juga terus memperhatikan setiap orang yang turun dari mobil tersebut. Betapa terkejutnya dia saat melihat seorang wanita yang turun dari mobil. Meski kepalanya ditutupi dengan selendang, Jiwo yakin kalau wanita itu adalah wanita yang bernama Anita.


"Wanita itu siapa?" tanya Anisa dengan mata terus menatap ke arah target pencarian.


"Sepertinya dia wanita yang datang ke rumah kemarin," balas Jiwo dengan tatapan mata ke arah yang sama dengan sang istri. Kening Anisa berkerut. Entah apa yang sedang pikirkan hingga tak lama kemudian dia memilih bangkit dan beranjak.


"Kamu mau kemana, Dek?" tanya Jiwo nampak terkejut melihat sang istri tiba tiba bangkit.


"Mister lihat saja," balas Anisa sambil tersenyum lalu menutup kaca helmnya. Awalnya dia berjalan dengan langkah yang sangat santai. Tapi begitu mendekati target, tepatnya di jalan depan pertokoan, langkah Anisa dibuat seolah olah sedang tergesa gesa dan tidak melihat arah, hingga beberapa saat kemudian tubuh Anisa menabrak tubuh target dari belakang.


Dakk!


Brug!


Target langsung tersungkur menabrak tubuh Hendrik yang berjalan di depannya, sedangkan Anisa pura pura ikutan tersungkur dengan tangan yang sengaja menarik ujung selendang yang tergerai di sebelah kanan.


Hendrik begitu kaget saat membalikkan badan, wanita yang bersamanya hampir saja terjatuh ke lantai pertokoan. Dia langsung saja menolong si target untuk berdiri.

__ADS_1


"Aduh! Maaf, saya tadi sedang terburu buru," ucap Anisa dengan kepala yang menunduk. Begitu dia berdiri dan merasa puas sudah melihat wajah targetnya, Anisa langsung pergi setelah beberapa kali mengucapkan kata maaf.


"Hei! Tunggu!" teriak Hendrik dengan wajah Emosi berusaha menghentikan Anisa. Tapi wanita itu terus saja melangkah cepat dan masuk ke dalam salah satu pintu masuk pasar.


"Astaga! Istriku cerdas juga ternyata," ucap Jiwo yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Anisa. Jiwo tidak mengira sang istri akan berpikir sejauh itu. Jiwo pun memilih menunggu sang istri yang masuk ke dalam pasar.


Benar saja, tak lama kemudian Anisa kembali lewat jalan lain. "Benar, Mister, dia wanita yang kemarin!" ucap Anisa begitu dia duduk disebelah sang suami dan membuka helmnya.


"Kamu yakin?" tanya Jiwo memastikan.


"Yakin sekali, aku sudah memastikannya tadi," jawab Anisa antusias.


"Baguslah, nanti kita ikuti mereka saat pulang," ucap Jiwo lalu mengambil ponsel di dalam tas slempangnya guna menghubungi para istri tentang berita yang baru dia dapat dan tindakan yang akan dia lakukan bersama Anisa.


Hingga beberapa waktu kemudian, target yang sedang diburu Jiwo nampak sedang memasuki mobilnya kembali. Jiwo dan Anisa segera bersiap untuk mengkutinya. Mobil target terlihat sudah mulai bergerak. Jiwo langsung menyalakan mesin motornya.


Jiwo benar benar fokus mengikuti mobil tersebut dari jarak yang lumayan aman agar tidak di curigai. Hanya memakan waktu kurang dari lima belas menit, mobil itu terlihat memasuki sebuah gerbang. Jiwo paham betul tempat itu milik siapa.

__ADS_1


"Kena kau! Tunggu kejutan dari saya!"


...@@@@@...


__ADS_2