MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Libur Jualan


__ADS_3

"Dek, mau tahu nggak?"


"Tahu apa, Mister?"


"Aku nggak pake celana loh?"


"Astaga, Mister!" pekik Alifa dengan wajah terkejutnya, tapi pikirannya langsung keliling kemana mana. Sedangkan Jiwo malajh terkekeh melihat reaksi istrinya yang nampak kaget.


"Mau lihat nggak?" goda Jiwo.


"Apaan sih, Mister. Udah malam loh, sana Mister tidur duluan. Besok Mister harus jualan kan?" tolak Alifa dengan perasaan yang tak karuan. Biar bagaimanapun dia wanita normal. Melihat tubuh suaminya yang atletis sempurna membuat wanita itu juga penasaran dengan apa yang tersembunyi dibalik handuk suaminya.


"Besok aku nggak jualan, Sayang. Pengin libur dulu," ucap Jiwo lembut, sedangkan Alifa kini jiwanya seakan melayang saat kata sayang terucap dari mulut sang suami.


"Sayang? Emang Mister sayang sama saya?" tanya Alifa dengan hati yang berdebar debar.


"Loh? Ya iyalah, aku tuh sayang sama kamu dan istri istriku yang lain. Kalau nggak sayang, ngapain aku peluk peluk gini sama kamu?" jawab Jiwo.


Alifa sontak tersenyum tipis. Ada perasaan hangat dan bahagia yang menjalar di dalam hatinya. Dia tidak pernah menyangka takdir hidupnya membawa dirinya menemukan pria yang sangat baik dimata hatinya. Sejak awal bertemu Jiwo dan pria itu tanpa ragu memberi pertolongan, telah menyentuh hati Alifa saat itu juga.


"Emang kamu nggak sayang sama aku, Dek?"

__ADS_1


"Ya Sayang lah, Mister. Sayang banget malah. Penginya tuh berduan terus sama Mister. Tapi kan aku harus mengalah dengan keadaan, Mister. Hati Mister itu milik semua istri Mister, dan aku nggak mau dicap sebagai wanita yang egois."


Lagi lagi Jiwo hanya mampu mengukir senyum. Dikecupnya leher Alifa beberapa kali dengan segenap perasaan yang membuncah di dalam dadanya. "Kamu tahu nggak, Yang. Aku tuh merasa menjadi pria yang paling beruntung di dunia saat ini. Aku dikasih istri yang cantik cantik. Bukan hanya cantik wajah, tapi cantik hati juga. Kalian selalu akur dan damai. Tidak banyak menuntut. Pokoknya kalian sungguh spesial, Sayang."


"Mungkin itu semua, balasan Tuhan karena kebaikan Mister."


"Mungkin saja."


Keduanya sama sama tersenyum, dan untuk sejenak mereka terdiam. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul dua belas malam, tapi suami istri itu masih larut dalam kehangatan yang tak sengaja mereka ciptakan. Hingga beberapa saat kemudian, Jiwo pun ingin menggoda istrinya lagi. Biar bagaimanapun, dua ronde bercinta dengan Aluna, masih menyisakan hasrat yang menggebu dalam diri Jiwo.


"Mau lihat nggak, Sayang?" goda Jiwo lagi hingga Alifa kembali terkesiap dan merasa geli mendengarnya.


"Mister mesum banget, ih," cibir Alifa. Jiwo hanya menanggapinya dengan cengengesan.


"Astaga, Mister! Nanti hilaf loh."


"Hahaha ... ya nggak apa apa, kan hilaf sama istri sendiri."


"Tahu ah, ada ada aja, Mister. Dah lah, Mister, udah malam banget ini. Mending kita tidur."


"Baiklah," ucap Jiwo mengalah.

__ADS_1


Akhirnya mereka memutuskan beranjak ke kamarnya masing masing. Sesampainya di dalam kamar, senyum Alifa dan Jiwo tetap bersemi. Alifa berbaring dengan perasaan bahagia, begitu juga Jiwo. Dia langsung melepas handuk yang melilit tubuhnya dan menutupi tubuh polosnya dengan selimut yang dipakai Aluna.


Jiwo memeluk tubuh Aluna. Sesekali bibirnya mengecup beberapa bagian tubuh milik wanita itu termasuk bagian dadanya. Tak ketinggalan pula, tangan Jiwo juga meraba lubang Aluna dan memijatnya. Hingga tak lama kemudian, rasa kantuk pun menyerangnya. Dan akhirnya Jiwo terlelap dengan tubuh menempel pada istrinya.


Hingga tanpa terasa, pagi kini menjelang. Kabar Jiwo akan libur jualan hari ini, sudah disampaikan Alifa. Awalnya para istri terkejut, karena hanya Alifa yang tahu kabar itu. Namun setelah Alifa menjelaskan tentang kejadian semalam, istri istri Jiwo yang lain akhirnya mengerti.


Sementara di dalam kamar, Jiwo masih terlelap dengan tangan masih memeluk tubuh polos istrinya. Aluna yang terbangun lebih dulu, merasa kesusahan melepas tangan Jiwo. Aluna ingin segera bangun karena tidak enak dengan istri istri yang lain yang sudah pada sibuk di luar kamar.


"Mister, udah jam 6. Bangun yuk?"


Jiwo hanya melenguh tanpa mau membuka matanya hingga Aluna merasa gemas dibuatnya. Dia pun terus membujuk Jiwo agar mau bangun karena waktu sudah siang dan mengingatkan sang suami tentang jualan.


"Aku libur jualan, Sayang," ucap Jiwo dengan suara berat khas bangun tidur.


"Loh, kenapa libur mendadak? Mister sakit?" tanya Aluna dengan wajah terlihat khawatir.


"Enggak, Sayang."


"Lah terus? Kenapa nggak jualan?"


"Pengin masuk ke dalam lubang kamu lagi."

__ADS_1


"Waduh!"


...@@@@@...


__ADS_2