
"Apa Ibu sudah lama bertetangga dengan pria bernama Jiwo?"
"Iya, benar."
"Sejak kapan?"
"Sejak dia masih bayi."
"Apa Ibu tahu? Alasan dia menikahi tiga belas wanita dari negara lain?"
"Tahu lah, namanya juga kita tetangga dekat, aneh nih, pertanyaannya."
"Boleh kasih tahu saya gimana ceritanya sampai mereka menikah?" Ibu itu lantas menceritkan apa yang dia ketahui kepada wartawan tersebut. Sesekali wartawan itu juga menyela dengan melempar pertanyaan kejadian tersebut.
"Jadi semua wajar ya, Bu? Nggak ada penyiksaan atau pemaksaan, seperti yang diberitakan dalam beberapa postingan?"
"Nggak ada, malah semua istri Jiwo terlihat bahagia. Sampai detik ini saja mereka tidak pernah ribut."
Wartawan itu pun beberapa kali menganggukan kepalanya. Entah karena takjub atau apa, dia sepertinya puas dengan jawaban yang dia dapat dari tetangga Jiwo itu.
__ADS_1
Bukan hanya dia yang merasa puas dengan mewawancai tetanngga Jiwo, wartawan lain yang juga mendapatkan cerita yang hampir sama dari tetangga lainnya yang diwawancara juga merasa puas. Semua jawaban yang mereka dapat, sangat berbanding terbalik dengan kabar yang beredar.
Jiwo sendiri kini sedang dalam perjalanan pulang. Mendengar kabar kalau di rumahnya terdapat banyak wartawan membuat Jiwo merasa heran dan gusar. Jiwo heran karena merasa tidak percaya para wartawan bisa berdatangan ke rumahnya hanya karena postingan. Padahal menurutnya, itu hanya postingan biasa dengan kata kata yang menohok. Tapi, kenapa ada wartawan? Apa ada hal lain yang terjadi? Atau gara gara tertangkapnya pejabat yang turut serta dalam bisnis jual beli wanita?
Begitu sampai rumah, kehadiran Jiwo lansung disambut oleh para wartawan yang sudah menunggunya cukup lama. Kali ini Jiwo yang ditemani Anisa jualan tidak akan menghindar. Bagi Jiwo, ini adalah kesempatan bagus untuk mencari tahu kenapa dirinya bisa didatangi oleh wartawan.
Setiap pertanyaan yang dilayangkan, Jiwo menjawab menjawabnya dengan tegas dan penuh keyakinan. Jiwo juga membantah beberapa pertanyaan yang menjurus dengan kata kata dalam postingan..Bahkan Jiwo juga menunjukkkan Anisa sebagai bukti kalau Jiwo tidak seburuk apa yang dikatakan dalam postingan.
"Sekarang sudah sangat jelas kan? Informasi yang anda sekalian inginkan?" tanya Jiwo yang sudah ingin segera mengakhiri wawancara tidak terduga itu.
"Tapi katanya anda memperlakukan istri anda dengan sangat tidak baik?" tanya salah satu wartawan yang sepertinya masih kurang puas dengan jawaban yang dia dapat.
"Kata dalam postingan," jawab si wartawan antusias.
"Berarti anda tahu siapa yang membuat postingan tersebut? Sampai anda begitu yakin kalau postingan itu sangat benar," balas Jiwo membuat wartawan itu seperti terpojok.
"Ya makanya, kan saya tanya? Apa benar anda memperlakukan buruk istri istri anda?" ucap sang wartawan tidak mau kalah.
"Apa jawaban saya tadi sangat kurang jelas? Bukankah sedari tadi saya berdiri disini untuk menjelaskan, kenapa dipertanyakan lagi? Kalau anda lebih percaya katanya, ya silakan. Anda beritakan saja sesuai dengan katanya bukan faktanya, sudah ya, permisi," balas Jiwo dan dia langsung saja pergi meninggalkan para wartawan yang masih berusaha melempar pertanyaan lainnya.
__ADS_1
Begitu masuk ke dalam rumah, Jiwo langsung di interogasi oleh istri istrinya. Mereka penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Betapa terkejutnya mereka saat mendengar cerita dari Jiwo. Tentu saja mereka tidak terima karena berita itu tidak sesuai fakta yang ada.
"Apa kalian tidak tahu kalau berita tentang kita itu gara gara sebuah postingan di sosial media?" tanya Jiwo yang merasa heran dengan reaksi para istri.
"Tidak tahu, Mister.Lagian kita bakalan tahu darimana kalau akun kita saja tidak ada yang berhubungan denga penduduk negara ini," balas Alena.
Jiwo nampak terlejut, tapi beberapa detik kemudian dia mengerti kalau apa yang dikatakan istrinya benar. Apa lagi saat salah satu istrinya memberikan bukti dengan memperlihatkan akun sosial medianya. Hal itu semakin membuat Jiwo yakin kalau istrinya tidak mengetahui apa apa. Setelah ngobrol bersama istrinya, Jiwo baranjak masuk kamar.
Selang beberappa saat kemudian, halaman rumah Jiwo sudah terlihat sepi. Sepertinya para wartawan pada pergi karena mereka sudah mendapatkan apa yang mereka cari. Di saat beberapa istri Jiwo sedang membereskan barang dagangan Jiwo yang masih berada di atas motor, Pak Lurah datang ke rumah Jiwo. Salah satu istri memanggil memberitahukan kepada suaminya.
"Apa ada masalah lagi, Pak?" tanya Jiwo setelah tadi berbasa basi sejenak saat untuk memulai obrolan dengan Pak Lurah.
"Apa kamu sudah dengar berita tentang kamu dan istri istri kamu, Wo?"
"Sudah, Pak. Tadi aku sudah baca semuanya. Emang ada apa, Pak? Apa ada masalah?"
"Iya, Wo. Maslah besar. Besok Bupati akan kesini ingin bertemu dan berbicara sama kamu, Wo."
"Apa!"
__ADS_1
...@@@@@...