MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Saat Para Istri Sibuk Di Lapak


__ADS_3

Suasana pasar terlihat ramai di pagi menjelang siang ini. Udara yang tidak terlalu panas, membuat orang yang berdatangan terasa lebih nyaman. Para pengunjung terlihat antusias menapaki tiap sudut pasar sesuai dengan barang ataupun jasa yang sedang mereka cari.


Namun di salah satu sisi pintu masuk pasar, ada kejadian yang tidak biasa yang sedang berlangsung. Banyak mata yang memperhatikan kejadian itu dengan tatapan yang mengandung banyak arti. Ada yang kagum, ada yang iri, ada juga yang menganggapnya lucu.


Kedatangan Jiwo dan istri istrinya itulah yang menyebabkan kejadian tak biasa di pasar saat ini. Mereka menjadi pusat perhatian siapapun yang ada di sekitar mereka. Suara bisik bisik juga ikut mewarnai kehadiran Jiwo dan para istrinya. Tapi Jiwo sepertinya tidak peduli dengan pandangan dan pemikiran orang lain yang melihat mereka.


Wajar jika Jiwo saat ini jadi pusat perhatian hampir orang satu pasar, karena baru kali ini, Jiwo terlihat bersama beberapa istrinya di tempat umum. Desas desus seorang pria menikahi tiga belas wanita memang sudah banyak yang mendengar. Tapi baru kali ini mereka manyaksikan pria yang pernah menjadi bahan ghibah warga kampung.


Beruntung, sebelum berangkat, Jiwo telah menyuruh istrinya agar tidak menghiraukan omongan orang yang terdengar tidak baik. Tapi jika ada yang menyapanya, sambutlah dengan ramah. Para istri melakukan semua yang sudah yang sudah Jiwo perintahkan.


"Gila! Istrinya kenapa cantik semua, ya?"


"Aku aja nyari satu cewek, susah banget, sial!"


"Apa mungkin, lakinya pake dukun?"


Ada juga yang merasa panas mendengar kedatangan Jiwo di pasar. Siapa lagi kalau bukan pasangan Titin dan Malik. Segala umpatan yang buruk, mereka keluarkan saat itu juga. Tapi sayang, umpatan buruk yang keluar dari mulut mereka, hanya berani mereka lakukan di belakang Jiwo.


"Cih! Gitu aja pake dipamerin ke seluruh pasar, biar dikatakan hebat gitu?" umpat Malik.


"Biasalah, Mas. Orang haus pujian ya kayak gitu. Nggak tahu malu," balas Titin.


"Apa mungkin sebaiknya memang harus diviralkan yah? Biar malu tuh jIwo!"

__ADS_1


"Loh? Emang Mas Malik belum bertindak?"


"Ya belumlah, belum ada momen yang pas."


"Kenapa nggak sekarang aja, Mas? Mas Malik diam diam ambil foto mereka terus bikin akun palsu, viralin deh."


"Ah iya, bener juga kamu, Tin. Okelah aku bertindak sekarang."


Malik segera saja mengambip ponselnya lalu pergi menuju ke lokasi Jiwo berada. Sedangkan Titin menatap kepergian suaminya dengan rasa bangga. Dia yakin Jiwo akan benar benar malu kali ini jika dia telah viral.


Sementara itu di dalam pasar, Jiwo hanya duduk manis di depan lapaknya sambil memperhatikan istri istrinya yang sedang menata barang sesuai dengan tempatnya. Beruntung kemarin Arum ikut ke lapak saat dijelaskan oleh si tukang, jadi kali ini Jiwo menyerahkan semuanya ke Arum untuk menjelaskan. Sementara Jiwo asyik ngopi sambil mengawasi.


"Buka lagi, Wo?" sebuah suara mengagetkan Jiwo yang sedang fokus memperhatikan para istrinya.


"Eh, kamu, Vit," ucap Jiwo setelah tahu siapa yang datang. "Iya nih, daripada nggak dipake."


"Enggaklah, Vit, ini untuk jualan istri istriku. Nanti aku tetap keliling," jawab Jiwo dan orang yang bertanya hanya manggut manggut. "Kamu sendirian aja? Fadil mana?"


"Ya kerja lah, Wo. Kalau nggak kerja, nggak makan kita."


"Hahaha benar!"


"Jualan apa aja sih, Wo? Kok itu kayak ada daster?"

__ADS_1


"Ya ada daster, kolor dan lainnya, Vit. Pakaian khusus wanita juga ada."


"Harganya gimana?"


"Yang pasti terjangkaulah, bandingkan aja sama yang lain."


"Beneran?" Jiwo mengangguk. "Baguslah, Wo. Jadi kalau ada pesenan daster, aku nyarinya bisa kesini aja. kualitas barang juga bagus kan?"


"Ya iyalah, kayak nggak tahu aku aja."


"Sip, sip, sip!"


Di saat Jiwo sedang asyik ngobrol dengan teman wanitanya, para istri Jiwo saling lirik dan menatap dengan tatapan tajam ke arah suaminya. Entah apa yang mereka rasakan saat ini, sepertinya mereka tidak suka melihat Jiwo ngobrol dengan wanita lain.


"Apa itu, mantan pacar Mister yang lain? Kok Mister terlihat seneng banget ngobrol sama wanita itu?" ucap Aluna.


"Iya tuh, Mister kayaknya seneng banget. Lihat senyum Mister! Girang banget, kan?" tunjuk Arin.


"Ih nyebelin yah? Mana duduknya nempel nempel gitu lagi! Kenapa Mister membiarkan wanita itu nempel nempel gitu sih?" sungut Anisa.


"Nggak beres nih, Mister, orang ada istrinya kok masih nempel sama wanita lain?" timpal Aziza.


"Harus ditindak segera itu, Mister. Jangan sampai ada celah untuk wanita perebut suami orang," ucap Arum.

__ADS_1


"Betul! Enak aja, kita disuruh beresin ini, Mister malah asyik senyum senyum sama wanita lain."


...@@@@@...


__ADS_2