MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Ada Yang Beda


__ADS_3

Setelah pulang dengan perasaan kesal akibat pertemuannya dengan sang mantan, Jiwo memilih masuk ke dalam kamarnya hingga dia tertidur disana. Sejak kehamilan istri istrinya yang semakin besar, Jiwo memang kerap sekali bangun malam hanya untuk menolong istrinya yang setiap waktu butuh pertolongannya. Makanya saat siang, entah jam berapapun itu, Jiwo menggunakan kesempatan itu untuk istirahat.


Meski Jiwo merasa puas saat mengungkapkan isi hati dan emosinya kepada Titin, tapi Jiwo masih merasa kesal dengan segala yang Titin lakukan. Segala luka yang pernah dia rasakan kembali terbuka. Di tambah lagi sikap Titin yang seperti tidak tahu malu dan tidak pernah merasa bersalah, membuat Jiwo semakin muak saat mengingat nama itu.


Sekarang Jiwo sedang terlelap untuk meredam emosinya yang hampir saja dia lampiaskan kepada para istri. Hingga dua jam kemudian, Mata Jiwo baru terbuka. Dia melihat jam di dinding sudah pukul sembilan pagi. Dia pun bergegas bangun dan beranjak keluar kamar.


Jiwo tercengang. Begitu keluar kamar, rumah terlihat begitu sepi. Jiwo melangkah ke rumah baru, tapi hasilnya sama. Tidak ada satupun orang disana. Sedangkan Emak memang pergj ke rumah adiknya Jiwo.


"Istri istriku pada kemana?" gumamnya. Jiwo mencari hingga keluar rumah tapi tidak ada satupun sosok istrinya yang terlihat. Jiwo segera mengambil ponsel dan menghubungi nomer istrinya dan betapa kagetnya Jiwo saat melihat tiga ponsel istrinya masih tertancap pengisi daya di lantai bawah meja televisi.


Jiwo melirik meja makan dan membuka tudung saji. Disana sudah ada tumis usus ayam lombok hijau sama tahu pletok dalam toples. Rasa lapar Jiwo pun mendadak hilang. Jiwo kembali keluar kamar mencoba bertanya ke tetangga.

__ADS_1


"Tadi sih lewat sini, Mas. Katanya mau ke puskesmas, periksa kandungan. Masa Mas Jiwo nggak tahu?" jawab seorang ibu yang sedang menjemur pakaian.


"Astaga! Aku lupa! Makasih, Bu," ucap Jiwo lalu dia bergegas pulang ke rumah sembari menggerutu. Bisa bisanya dia lupa kalau ini jadwal mereka periksa kandungan. Jiwo memang sengaja menjadikan jadwal periksa kandungan semua istri menjadi satu hari.


Benar saja, begitu sampai di puskesmas, Jiwo melihat para istri sudah berada di depan ruang pemeriksaan. Jiwo merasa lega karena berhasil menemukan istrinya. Meski ada sedikit perasaan kesal, Jiwo memilih meredamnya sendiri karena tidak ingin membuat keributan di tempat umum.


"Kenapa aku tidak dibangunin?" tanya Jiwo begitu dia berada di hadapan para istrinya.


"Nggak apa apa," jawab Aisyah tanpa menatap suaminya. Kening Jiwo berkerut, dari nada bicaranya, sepertinya Aisyah sedang merasa kesal. Jiwo memperhatikan semua wajah istrinya. Tidak ada kehangatan yang biasa dia temukan saat bersama istrinya. Kali ini wajah istrinya nampak begitu dingin dan datar.


"Tidak usah Mister," tolak Anisa dan dia malah dibantu Andin yang berdiri di sebelahnya.

__ADS_1


"Kalian pada kenapa sih?" tanya Jiwo yang sudah tidak tahan dengan sikap istrinya. Namun tak lama setelah itu, nama istri Jiwo di panggil untuk menjalani pemeriksaan. Seperti biasa pemeriksaan pun sesalu urut dan Jiwo yang akan lama duduk di ruang pemeriksaan ibu hamil. Setelah seemua di periksa dengan baik, mereka baru berkonsultasi dengan sang dokter.


"Semua sehat dan keadaan kandungan juga baik baik saja. Yang sebentar lagi mau melahirkan juga posisinya sudah bagus ya. Meski ada dua orang yang berat badannya tidak naik yaitu Ibu Anisa dan Ibu Alana, tapi masih tahap wajar," nasehat sang dokter dengan ramah. Dia juga memberi beragai saran dan nasehat, baik tentang makanan, aktifitas dan juga suasana hati.


"Baik, Dok. kami akan perhatikan semuanya, terima kasih," balas Jiwo tak kalah ramah. Lalu mereka pun akhirnya pamit pulang. Begitu sampai ditempat parkir mobil, Jiwo kembali dibuat heran. Tidak satupun istri Jiwo yang duduk di depan bersama dirinya.


"Ini nggak ada yang mau duduk di depan?" tanya Jiwo.


"Nggak, Mister, disini aja, seger," Alina yang menjawab. Jiwo pun pasrah lalu dia masuk ke dalam mobil.


Begitu sampai rumah Jiwo langsung turun dari kursi kemudi lalu bergegas menuju ke belakang membantu para istrinya turun. Tanpa ada kata kata, para istri langsung masuk meninggalkan Jiwo yang masih merasa heran dengan sikap ketiga belas istrinya.

__ADS_1


"Apa mereka marah karena kejadian tadi pagi?" gumam Jiwo. Lalu dia bergegas masuk menyusul istrinya yang ada di rumah baru. Saat dia mendekati salah satu kamar, Jiwo mendengar obrolan istrinya dan tentu saja hal itu sangat mengejutkan bagi Jiwo. Merasa sudah tidak tahan lagi dengan apa yang dia dengar, Jiwo langsung masuk dan memotong pembicaraan dua istrinya.


...@@@@@@...


__ADS_2