MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Tamu mengejutkan


__ADS_3

Tok! Tok! Tok!


Sebuah suara ketukan pintu terdengar bebeberapa kali menggema di salah satu rumah warga. Penghuni rumah yang suara tawanya sayup sayup terdengar dari arah luar sontak mendadak terdiam karena suara ketukan pintu di rumah mereka. Penghuni rumah yang terdiri dari tiga belas wanita dan satu pria itu hampir serentak menoleh meski sebagian tidak melihat pintu rumah yang diketuk.


"Sepertinya ada tamu," ucap salah satu dari wanita yang ada disana. Dia memilih bangkit dan beranjak untuk melihatnya. Sedangkan yang lain terdiam menunggu kabar siapa yang datang kali ini. Setelah cukup lama Aluna berada di ruang tamu, dia kembali dengan kening berkerut.


"Siapa yang datang, Lun?" tanya Anisa penasaran. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Nggak tahu, katanya sih dari stasiun televisi. Pengin ketemu sama Mister," balas Aluna yang sontak mengejutkan Jiwo.


"Apa? Dari televisi?" tanya Jiwo tak percaya, dan Aluna mengangguk. "Ya udah suruh duduk, aku mau pakai baju dulu."


Jiwo segera bangkit dan masuk ke dalam kamar. Sejak selesai mandi, dia memang hanya memakai celanna pendek tanpa memakai kaos ataupun kemeja. Tak butuh waktu yang lama, Jiwo keluar kamar hanya dengan menggunakan kaos dan celana pendej saja.


"Permisi, selamat datang di rumah saya," ucap Jiwo sopan begitu dia sampai teras rumah dan melihat dua tamunya yang terdiri dari pria dan wanita itu sudah duduk di kursi yang ada disana.


"Oh iya, terima kasih, dan maaf sudah menganggu waktu anda," jawab tamu wanita tak kalah sopannya.


Sebagai pembuka obrolan, Jiwo dan kedua tamunya nampak berbasa basi dengan saling berkenalan dan membicarakan hal hal antara penting dan tidak penting. Dari obrolan tersebut diketahui kalau dua tamu itu bernama Ratna dan Agil. Keduanya memang bekerja di stasiun televisi swasta terbesar di negara ini.

__ADS_1


"Jadi bintang tamu?" tanya Jiwo dengan wajah terkejutnya setelah mengetahui tujuan dua tamunya datang ke rumahnya.


"Iya, Mas, jadi bintang tamu di tiga acara televisi kami, bagaimana?" ucap Agil, tamu yang pria.


"Tapi saya bukan artis loh, masa di undang menjadi bintang tamu?" balas Jiwo yang mendadak rasa percaya dirinya hilang entah kemana.


"Bintang tamu dalam acara tersebut bukan hanya artis saja, Mas. Banyak juga yang sedang viral viral," balas Agil berusaha untuk meyakinkan.


"Ayo dong, Mas, terima saja. Siapa tahu ini jadi jalan rejeki Mas Jiwo dan istri istri Mas juga," desak Ratna.


"Apa saya hanya di undang sendirian?"


Jiwo nampak manggut manggut. Tentu saja dia sedang memikirkan penawaran itu. Entah kenapa, Jiwo menjadi dilema. Bukannya dia tidak senang menjadi terkenal, tapi dia takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


"Bagaimana,Mas?" tanya Ratna masih berusaha mendesak. "Ini kesempatan yang sangat bagus loh, Mas."


Jiwo malah mengembangkan senyum. "Gini aja deh, biar nanti saya bicarakan dulu sama istri istri saya. Karena ini kan menyangkut rumah tangga, jadi segala sesuatunya juga harus dibahas secara kekeluargaan terlebih dahulu, gimana?"


"Ya bagus itu, Mas. Memang seharusnya seperti itu," jawab Agil. "Baiklah, tapi kami sangat berharap, Mas Jiwo memberi kami kabar baik untuk kita."

__ADS_1


"Semoga saja, Mas."


Obrolan yang seperti wawancara itupun mengalir begitu saja. Jiwo bahkan menyuruh beberapa istrinya untuk bergabung dan ikut ngobrol sama tamunya. Disaat yang sama, rumah Jiwo juga kedatangan tamu lagi. Terlihat dari pakaian yang dikenakan, tamu yang baru datang itu juga dari salah satu stasiun televisi nasioal. Tentu saja tujuan mereka sama, yaitu menjadikan Jiwo sebagai bintang tamu.


Semakin siang, tamu tamu yang datang ke rumah Jiwo semakin bertambah. Bukan hanya dari televisi, tapi ada juga dari vloger terkenal. Mereka datang dengan tujuan yang sama. Emak saja waktu pulang dari rumah Paman, sempat kaget karena di rumah lagi lagi banyak tamu.


Semua tamu diterima dengan baik oleh sang tuan rumah. Jiwo juga menjawab semua pertanyaan dengan apa adanya. Begitu juga dengan istri istri Jiwo, mereka dengan menjawab semua pertanyaan yang terlontar dengan sangat baik. Hingga pada akhirnya, satu persatu tamu itu pergi dengan rasa puas.


Jiwo memang tidak langsung menolak ataupun menerima tawaran yang datang. Jiwo meminta waktu untuk membahas semuanya bersama para istri. Untuk keputusannya, Jiwo nanti Jiwo menghubungi nomer yang ditinggalkan para tamu.


"Gimana, Mister? Capek?" tanya Anisa. Saat ini mereka sedang duduk di ruang tamu.


"Ya lumayan, pegel mulutnya menjawab pertanyaan mereka," balas Jiwo sambil memijat rahangnya.


"Ya udah, sekarang kita bahas, rencana Mister tentang jadwal bergilir lagi."


"Astaga! Kalian ini!"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2