
Berawal dari postingan, nama jiwo kini mendadak menjadi sangat terkenal dikalangan netizen. Pernikahannya dengan tiga belas wanita sekaligus menjadi sorotan berbagai media. Berita yang awalnya bertujuan untuk menghakimi Jiwo, malah berbalik menjadi pujian yang dilontarkan oleh hampir seluruh pengguna sosial media. Bahkan semua komentar yang mengandung unsur hinaan dan nyinyiran, seakan terbungkam oleh klarifikasi Jiwo dan juga para netizen yang ramai memberi komentar mendukung.
Selain menjadi incaran para warga, Jiwo juga menjadi incaran beberapa stasiun televisi serta para vlogger untuk mengundang Jiwo ke acara mereka. Canggihnya alat komunikasi membuat berita yang berhubungan dengan Jiwo semakin meluas. Kini hampir semua akun media banyak yang membahas Jiwo dan istri istrinya. Banyak juga yang sengaja mendatangi kampung Jiwo hanya untuk mencari tahu tentang kehidupan Jiwo dan istrnya.
Jiwo benar benar menjadi buah bibir dimana mana. Apa lagi gosip yang menyatakan kalau istri Jiwo itu cantik cantik, membuat banyak pria merasa iri dengan keberhasilan Jiwo menikahi tiga belas wanita itu. Banyak juga yang berkhayal berada diposisi yang sama seperti Jiwo.
Seharian ini, Jiwo memilih menghabiskan waktu di rumah bersama emak dan para istrinya. Ruang tamu dan teras kini sudah terlihat bersih dan rapi kembali. Padahal Pak Bupati sudah pergi dari tadi, tapi tamu tamu yang ingin bertemu Jiwo terusa saja berdatangan.
Di saat merasa sudah sepi, Jiwo langsung menutup pintu dan menguncinya. Jiwo butuh istirahat setelah hampir seharian menerima tamu setelah kedatangan Bupati. Kebanyakan tamu yang berdatangan menanyakan hal yang sama membuat Jiwo merasa bosan untuk menjelaskan hal yang sama pula.
"Mister mau makan?" tanya Alifa saat melihat sang suami rebahan di kursi panjang depan televisi dalam posisi tengkurap.
__ADS_1
"Nantilah, badan aku pada pegel, sakit semua," jawab Jiwo dengan suara berat.
Salah satu istri Jiwo yang ada disitu langsung mendekat dan memberi pijatan pada punggung suaminya. "Baru nerima tamu segitu, masa sudah lelah, mister? Sampai badan sakit semua," cibir Arum sambil memijat pelan punggung suaminya.
"Bentar lagi kayaknya Mister bakalan jadi artis nih," ledek Anisa.
"Hahaha ... artis apaan, yang ada malah pusing, mana semuanya mengajukan pertanyaan yang sama lagi, kan capek jawabnya, di ulang ulang terus," ucap Jiwo sambil menikmati pijatan istrinya. Para istri nampak ikut tersenyum mendengar keluhan suaminya. Nyatanya, mereka menyaksikan sendiri bagaimana Jiwo hampir bosen menjawab pertanyaan yang sama dari para pengunjung.
"Eh Mister, katanya, kan ada tamu dari kedutaan yang asli. Kira kira apa yang akan mereka lakukan ya?" tanya Arum yang masih setia dengan pijitan di punggung suaminya.
"Aku bukan peramal, Sayang, jadi mana aku tahu, tapi seandainya mereka menginginkan kalian pulang, apa yang akan kalian lakukan?" Jiwo bertanya sambil memberi isyarat agar Arum menghentikan pijatannya, lalu dia bangkit dan duduk sembari menatap para istri yang berkumpul disekitarnya.
__ADS_1
Dilempar pertanyaan tentang kepulangan, para istri mendadak menjadi dilema. Mereka tidak langsung menjawab melainkan saling pandang satu sama lain seperti mencari petunjuk tentang jawaban yang lainnya. Jiwo yang melihat reaksi istri istrinya hanya bisa mengulas senyum. Jiwo tahu, para istri pasti bingung mau menjawab apa.
"Kenapa malah jadi pada diam? Apa yang menyebabkan kalian menjadi diam?" tanya Jiwo lagi seperti mendesak agar pertanyaan yang tadi Jiwo lontarkan segera dijawab.
"Terus maunya Mister bagaimana? Kita tetap disini atau kita pulang ke negara kita?" bukannya menjawab, salah satu dari mereka malah melempar pertanyaan yang tentunya juga sangat sulit untuk Jiwo jawab.
"Nah kan? Mister sendiri diem nggak mau jawab, terus kenapa kita harus jawab? Bisa saja kan isi hati Mister sama dengan isi hati kami?" ucap salah satu dari mereka yang seakan tahu isi hati suaminya.
Seketika Jiwo langsung terkekeh mendengarnya. "Kamu bisa aja, Dek. Ya kan tujuan aku tanya seperti itu biar kita masing masing tahu isi hati kita loh, Dek. Sekarang begini, jika aku menahan kalian disini tapi kalian ingin pulang, ya itu nggak bener. Aku nggak mau jadi laki laki egois. Kalian punya keluarga yang mungkin sedang mencari kalian. Maka itu aku bertanya hanya ingin memastikan apa yang akan kalian pilih. Setidaknya ada persiapan jika kalian memilih untuk pulang."
Para istri Jiwo terdiam sembari mencerna ucapan suaminya. Ucapan Jiwo ada benarnya juga, semua memang harus dipersiapkan termasuk lahir dan batin mereka saat ada pilihan yang sulit.
__ADS_1
...@@@@...