MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Amarah Jiwo


__ADS_3

"Mau apa kalian kesini?" tanya Darmi sinis. wanita yang sedang mengecek pakaian yang sedang dijemur merasa terkejut melihat Jiwo datang bersama beberapa orang termasuk Bapak Rt di komplek rumahnya. Titin dan Malik yang berada di ruang tamu rumahnya juga nampak terkejut melihat kedatangan Jiwo. mereka sontak keluar rumah.


"Maksud Bu Darmi apa? Nyerang rumah saya kayak gitu?" tanya Jiwo tanpa basa basi dengan amarah yang sudah sangat ingin dia luapkan.


"Wo, sabar, Wo. Kita bicarakan baik baik," saran Pak rt dari kompleknya Jiwo.


"Iya, Wo," sambung Pak Rt dari komplek Darmi. "Lebih baik kita masuk Bu Darmi, kita bicarakan masalah kalian baik baik."


"Buat apa? Nggak sudi rumahku disinggahi orang macam dia!" balas Darmi sinis dan ucapannya tentu saja makin membuat amarah Jiwo meluap. Dengan secepat kilat Jiwo meraih batu yang ada disekitar halaman rumah itu dan melemparkannya ke kaca rumah Darmi.


Prang!


"Kamu apa apaan ..."


"KAMU YANG APA APAAN BU DARMI!" bentak Jiwo dengan sangat keras sampai wanita itu terkesiap dan terbungkam melihat kemarahan Jiwo yang sudah tidak bisa dibendung lagi.


"Wo, tenang, Wo."


"BAGAIMANA AKU BISA TENANG, PAK? MEREKA ITU MANUSIA MANUSIA YANG NGGAK PERNAH SUKA MELIHAT AKU TENANG!" bentak Jiwo lantang sambil menunjuk tiga orang yang mematung dengan ekspresi wajah antara takut dan benci.


"MEREKA SELALU MENGHINA AKU, NGINJAK NGINJAK HARGA DIRIKU, AKU SELALU DIAM KARENA MENGHORMATI MEREKA. TAPI MEREKA MALAH NGLUNJAK!"

__ADS_1


Sungguh, Jiwo kali ini benar benar mengeluarkan taringnya. Jiwo terlihat sangat menakutkan hingga tidak ada yang mampu menasehatinya, termasuk istri istrinya.


"MEREKA DULUAN YANG MENGHINA SAYA! MEREKA YANG BILANG KALAU ISTRI ISTRI SAYA WANITA YANG NGGAK BENER! KENAPA KALIAN MALAH MEMUTAR BALIKKAN FAKTA? HAH!"


"Nyatanya istri kamu ..."


"MANA BUKTINYA!" Bentak Jiwo langsung didepan wajah Malik hingga pria itu tidak bisa melanjutkan kata katanya dan sedikit gemetar melihat wajah amarah Jiwo di hadapan mukanya. "MANA BUKTINYA! BAWA SINI!"


Malik dan Titin tergagap dengan tubuh gemetar hebat. Jiwo saat ini sangat terlihat menakutkan. Mereka sendiri juga bingung karena tidak memiliki bukti.


"MANA!" bentak Jiwo lagi dengan sangat keras dan itu membuat yang melihat kemarahan Jiwo semakin merasa takut.


"ORANG ORANG SEPERTI MEREKA TIDAK BISA DIAJAK BICARA BAIK BAIK, PAK! LIHAT! SURUH MEMBUKTIKAN UCAPAN MEREKA SAJA NGGAK ADA YANG JAWAB!" balas Jiwo masih dengan teriakan yang sangat lantang dan menakutkan.


"DENGAR YA PARA WARGA! TADI AKU HENDAK KE RUMAH PAK RT AMBIL MOBIL, KETEMU MALIK DAN TITIN. MEREKA MENGHALANGI JALANKU DAN LANGSUNG MENGHINA ISTRI ISTRIKU!" ucap Jiwo lalu dia menatap tajam ke arah Titin dan Malik. "BENARKAN YANG AKU KATAKAN? HAH!"


Titin dan Malik benar benar terbungkam. Apa yang dikatakan Jiwo memang benar, sepasang suami istri itu yang memulainya. Malik yang biasa menatap Jiwo dengan tatapan menghina dan merendahkan, kali ini tatapannya benar benar berbeda. Nyalinya sungguh menciut melihat kemarahan Jiwo yang tidak pernah dia lihat.


"JAWAB BRENGSEK! APA KALIAN BISU?"


"Diam kamu, Jiwo! Anak saya ..."

__ADS_1


"KAMU YANG DIAM, BU DARMI!" bentak Jiwo lalu kembali menatap tajam ke arah Titin dan Malik. "MENURUT KALIAN! WANITA BAIK BAIK ITU SEPERTI APA? HAH! YANG RELA HAMIL DULUAN SEBELUM NIKAH? GITU?"


Malik dan Titin hanya bisa celingukan dan menunduk. Mereka benar benar tidak berani menatap Jiwo seperti biasanya. Sedangkan Jiwo kembali menatap Darmi dengan tajam.


"KALIAN YANG SERING MENGHINA, TAPI JUSTRU KALIAN YANG PUNYA HATI BUSUK! KALIAN YANG BERBUAT HINA TAPI MALAH SUKA MENGHINA ORANG LAIN! DASAR SAMPAH!"


salah satu istri Jiwo meraih tangan Jiwo, "Sudah, Mister. Sudah ya? Kita pulang!"


"AWAS JIKA KALIAN MASIH BERANI NGUSIK KETENANGAN KELUARGA SAYA! AKU NGGAK AKAN PERNAH TINGGAL DIAM KALI INI!"


"Wo, sudah, Wo, sudah ... makin banyak yang lihat, nggak baik."


"Biar mereka tahu, Pak Rt. Betapa busuknya hati ketiga orang ini," balas Jiwo lalu dia menunjuk ke arah Titin dan Malik. "Jika kalian tidak bisa membuktikan ucapan kalian! Aku akan kasuskan kalian semua! Paham!" ancam Jiwo lalu dia segera saja pergi meninggalkan tempat kejadian. Para istrinya segera ikut dan tak lama kemudian dua orang Rt juga pergi.


"Gila ya? ternyata anak dan menantu lurah kita tukang fitnah."


"Kasian Pak Lurah, namanya selalu buruk gara gara anaknya."


Cibiran para warga mulai menyeruak sembari membubarkan diri, membuat Darmi, Titin dan Malik merasa panas dan malu. Mereka langsung saja masuk ke dalam rumah, tak mempedulikan cibiran tetangga yang terus menyerang.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2