
Rangkaian demi rangkaian acara, Jiwo jalani dengan baik dan memuaskan. Banyak pihak yang merasa senang mengundang Jiwo beserta para istri ke dalam program acara televisi mereka. Bahkan tak sedikit pula yang mengabadikan momen saat mereka bertemu dengan pria beristri tiga belas itu.
Rencana awal, Jiwo dan para istri hanya akan menghadiri acara televisi yang memang sengaja mengundang mereka. Namun diluar dugaan, banyak juga yang meminta Jiwo sebagai bintang tamu video para vloger dan juga beberapa sponsor untuk mengiklankan beberapa produk.
Seperti saat ini, di sebuah hotel, Jiwo sedang menjalani pemotretan dengan menggunakan busana muslim bersama istri istrinya. Jiwo dan istrinya benar benar bisa belajar dengan cepat. Hanya dengan beberapa kali arahan, mereka bisa bergaya ala foto model profesional.
Uang yang mengalir ke rekening Jiwo pun makin bertambah banyak. Entah uang itu akan digunakan untuk apa nantinya, yang pasti Jiwo akan membahasnya bersama para istri nanti ketika sudah berada di rumah.
Setelah semua kegiatan terlaksana dengan baik, kini saatnya Jiwo bersama para Istri dan juga Emak, menikmati wisata yang ada di ibu kota. Mereka berkunjung kesana kemari secara acak. Dari Mall terbesar, pantai, hingga wahana permainan yang sangat seru. Meski Emak tidak ikut naik wahana, tapi Emak cukup menikmati suasana kebersamaan dengan anak dan menantunya.
Rencana awal mereka ke ibu kota hanya enam hari saja, tapi kenyataannya mereka di sana hingga delapan hari. Semua itu karena ada acara tambahan yang terpaksa Jiwo terima termasuk menjadi bintang iklan dadakan. Beruntung, hampir semua kegiatan biayanya diangggung oleh pihak yang bersangkutan. Jadi Jiwo tidak mengeluarkan banyak dana untuk perjalanan mereka.
"Akhirnya, nyampe juga!" seru beberapa istri Jiwo begitu mobil memasuki komplek Rw tempat tinggal mereka. Beberapa warga yang kebetulan melihat Jiwo melintas, sontak saja langsung menyambutnya. Mereka berbondong bondong mendatangi rumah Jiwo.
"Wuih! Artisnya sudah pulang," ucap tetangga Jiwo saat Jiwo sudah turun dari mobil.
"Artis apaan, Mas? Cuma wawancara doang," balas Jiwo.
"Tapi kan lumayan, Wo. Bisa masuk televisi dan dapat duit," seorang ibu ikut menimpali.
__ADS_1
Jiwo hanya menjawab ucapan itu dengan senyuman yang lebar. Matanya terus mengawasi para istri yang turun dari mobil dan membawa barang bawaan mereka termasuk oleh oleh.
Para warga hanya menyapa sebentar. Mereka tahu, Jiwo dan yang lain butuh istirahat setelah perjalanan jauh mereka serta kegiatannya selama mereka berada di kota.
"Astaga! Kenapa malah pada tiduran di situ?" ucap Jiwo yang terakhir kali masuk rumah dengan membawa barang barang yang berat dan menaruhnya di dekat kursi ruang tamu. Sedangkan dia melihat istri istrinya berbaring di karpet ruang tamu dan ruang tengah.
"Nanti lah, Mister, baru juga jam segini," jawab salah satu dari mereka. Jiwo hanya menggelengkan kepalanya lalu menutup pintu dan masuk ke dalam kamar. Jiwo langsung melepas pakaiannya dan menyisakan boxer kemudian merebahkan badannya. Rasa lelah yang mendera membuat Jiwo akhirnya terlelap tak lama setelahnya.
Tanpa terasa, waktu kini beranjak malam, di saat semua istri sudah rapi dan segar kembali dan bersiap untuk istirahat, tapi Jiwo justru masih betah dengan tidurnya sejak tadi sore. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan malam, tapi Jiwo belum ada tanda tanda kalau dia akan bangun.
Sepertinya Mister masih lama bangunnya?" ucap salah satu istri yang mendapat jatah tidur bareng. Selama berada di ibukota, Jiwo memang sama sekali tidak melakukan hubungan ranjang dengan istri istrinya.
Arin menggeleng lalu matanya menatap suaminya yang masih tidur nyenyak dan memperhatikannya dari atas hingga ke bawah. Saat tatapan mata Arin jatuh tepat pada gundukan celana suaminya, tiba tiba Arin tersenyum lebar.
"Aku tahu, apa yang harus kita lakukan, kamu mau ikut nggak?" ucap Arin.
"Ikut ngapain?" tanya Alena.
Senyum Arin begitu penuh arti, sedangkan Alena memperhatikan Arin dengan kening yang berkerut. Tangan Arin bergerak hingga meraih celana kolor Jiwo.
__ADS_1
Arin!" pekik Alena lirih. "Jangan bilang kamu mau ..."
"Tepat! Aku mau bermain dengan isi celana Mister. Kangen tahu. Pasti baunya segar banget ini," ucap Arin antusias sambil menurunkan celana kolor suaminya secara perlahan.
Segar gimana?" tanya Alena semakin merasa heran.
"Mister kan seharian belum mandi, pastti di dalam isi celananya bau keringat banget tuh."
"Ah iya benar. Aku mau juga dong?"
"Ayok!"
Tanpa dikomando, dua wanita itu langsung mendekatkan lubang hidungnya menghirup aroma yang dikeuarkan isi celana Jiwo. Mereka tidak sekedar menghirup tetapi juga menciumi seluruh area bawah perut sang suami. Hingga saat Jiwo terbangun, mata Jiwo dikejutkan oleh apa yang dilakukan kedua istrinya di bawah perut Jiwo.
"Kalian lagi pada ngapain?"
"Mencium aroma terapi, Mister."
"Astaga!"
__ADS_1
...@@@@@...