MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Informasi Dari Istri


__ADS_3

"Mister kenapa wajahnya muram gitu?" tanya Aisyah saat menemani suaminya makan malam. Dia memperhatikan wajah Jiwo tidak ceria seperti biasanya. Dalam pandangan Aisyah, Jiwo merasa sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat.


Bukannya menjawab pertanyaan Aisyah, Jiwo hanya memandang wajah sang istri sembari tersenyum sedikit lalu kembali menikmati makanannya yang tiba tiba terasa hambar.


"Apa ini ada hubungannya dengan tamu yang mengaku dari kedutaan itu?" Aisyah mencoba menebak karena sang suami tidak kunjung memberi jawaban hingga Aisyah menerka nerka sendiri jawabannya


Lagi lagi Jiwo tidak menjawabnya. Dia hanya menampilkan senyum tipis sesaat lalu kembali memaksakan diri menikmati makanannya. Apa yang ditanyakan Aisyah memang benar, sikap Jiwo yang seperti ini lantaran ada hubungannya dengan tamu tadi sore. Entah kenapa, Jiwo malah enggan membahasnya. Dia belum siap mendengar jawaban dari istri istrinya jika membahas hal ini.


Meski agak kesal karena sang suami tidak mau menjawab, Aisyah tetap mencoba tenang dan sabar dalam menghadapi sang suami yang sikapnya sedang tidak biasa. "Mister tenang saja, kami tidak akan pulang ke negara kita."


Jiwo seketika menghentikan gerakan tangannya yang akan memasukkan nasi ke dalam mulut. Matanya menatap tajam sang istri dengan kening yang berkerut. "Maksudnya, Dek?"


Aisyah langsung tersenyum begitu sang suami mengeluarkan suaranya. "Kata Aluna, Arum, dan Alifa, kemungkinan orang yang katanya dari kedutaan adalah orang suruhan oknum yang pernah menculik kita, Mister."


Jiwo makin mengerutkan keningnya sambil mencerna apa yang diucapkan sang istri. "Maksudnya gimana, Dek? Yang jelas kalau ngomong?"

__ADS_1


Asiyah malah tersenyum lebar saat melihat wajah penasaran suaminya. "Jadi gini ..." Aisyah lantas menceritakan tentang mobil yang dicurigai Aluna dan Arum. Dua istri Jiwo itu memang langsung menceritakan semuanya begitu pulang dari warung. Sedangkan saat mereka cerita, Jiwo sedang berada di kamar. Jiwo baru keluar kamar sekitar tujuh lebih.


"Serius, Dek?" tanya Jiwo memastikan. Aisyah langsung mengangguk. Jiwo seperti mendapat angin segar begitu mendengar cerita dari Aisyah. Jiwo langsung menghentikan acara makannya dan bergegas menuju ruang tamu dimana istri istrinya berada. Dia ingin memastikan kembali cerita yang dia dengar.


"Benar, Mister, kan tadi saat masih berada di pasar, aku sama Arum ngikutin orang yang menculik hingga naik ke mobil," jawab Aluna ketika Jiwo melempar pertanyaan.


"Iya, Mister, aku kan juga memperhatikan mobil yang digunakan. Takutnya tiba tiba kita ketemu mereka di jalan, bagaimana? kan ngeri," sambung Arum.


"Baguslah, biar besok aku akan selidiki, kemungkinan mereka tinggal di suatu tempat yang tidak jauh dari tempat tinggal kita," ucap Jiwo setelah puas mendapat jawaban dari istri istrinya.


Tanpa terasa waktu kini menunjukkan pukul sembilan malam. Semua penghuni rumah sudah masuk ke dalam kamarnya masing masing. Begitu juga dengan Jiwo dan Aisyah.Tanpa terasa, ini adalah malam kedua wanita itu tidur bersama sang suami.


Aisyah sempat heran dan terkejut saat ada perubahan pada suaminya. Dulu saat pertama tidur bersama, Jiwo memakai kaos dan celana. Namun kini, suaminya hanya memakai sarung dan bertelanjang dada. Bahkan Jiwo yang dulu terlihat canggung saat tidur bersama, kini terlihat cuek dan tenang.


"Kok beda ya?" ucap Asiyah mengungkapkan rasa herannya.

__ADS_1


"Beda? Apanya yang beda?" tanya Jiwo sambil duduk diatas kasur dan bersandar pada tembok.


"Mister sekarang beda, nggak kayak pertama saat kita tidur bareng," balas Aisyah.


Jiwo langsung mengingat ingat kejadian pertama tidur bersama istrinya, lalu dia memandang keadaan dirinya sendiri dan langsung terkekeh. "Oh soal itu? Hehehe ... sebenarnya aku lebih suka tidur seperti ini sih. Cuma ya kan kemarin aku baru pertama kali tidur bareng wanita, jadi ya terpaksa memakai baju dan celana saat tidur."


Aisyah berdecih lalu berkata, "Apa Mister kayak gitu, gara gara Mister sudah menyentuh semua istri? Jadi Mister berani buka bukaan seperti itu?"


"Hahaha ... enggak juga, lagian, kan semuanya belum aku sentuh. Tapi ya ada baiknya juga kan? Aku bisa menjadi diri sendiri dengan tidur tanpa baju dan hanya menakai sarung saja."


Aisyah nampak manggut manggut, lalu dia merubah posisinya menjadi berbaring miring. Ide nakal Jiwo seketika mencuat. Dengan tersenyum nakal dia bergeser mendekati istrinya.


"Apa kamu juga sudah siap untuk di sentuh, Sayang?" bisik Jiwo hingga Aisyah membeku seketika.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2