MENIKAHI TIGA BELAS WANITA

MENIKAHI TIGA BELAS WANITA
Pergerakan.


__ADS_3

"Apa? Yang benar, Wo?"


"Serius, Pak Rt! Mereka berada dikontrakan Haji Agus."


"Wah! Ini nggak bisa dibiarkan, Wo. Harus ditindak!"


"Maka itu, aku datang kesini memang mau cari solusi, Pak."


Jiwo saat ini berada di rumah kepala Rt setempat. Setelah tadi berpikir selama beberapa waktu, akhirnya dia akan meminta dukungan Pak Rt dan beberapa tetangga untuk mendatangi tempat orang orang yang diperkirakan masih mengejar istrinya.


Ya, inilah salah satu rencana Jiwo. Dia ingin membuat Bejo dan kawan kawan tidak berkutik. Dengan mengajak Pak Rt dan beberapa warga, Jiwo yakin akan lebih mudah untuk menghadapi para penjahat daripada berkelahi. Jiwo juga ingin menguak rasa penasaran yang bergelayut dihatinya tentang hubungan Malik dan para penjahat itu. Jiwo sudah sangat ingin sekali mengetahui secepatnya. Maka itu Jiwo langsung bergerak saat itu juga.


"Baiklah, Wo, mending kita segera bertindak. Tapi sebelumnya kita ajak beberapa warga, Wo," ucap Pak Rt.


"Harus, Pak Rt. Kita bikin skakmat mereka."


Pak Rt segera saja pamit pada istri dan dua anaknya lalu dia mengeluarkan motornya dan langsung tancap gas bersama Jiwo. Seperti yang direncanakan, mereka mengajak beberapa warga. Setelah mendengar alasan Jiwo, sudah pasti mereka langsung setuju dan siap mengikuti Jiwo untuk menggrebek para oknum yang diduga akan mengincar istri istri Jiwo.


Sementara itu di malam yang sama tapi di tempat yang berbeda, para istri istri Jiwo juga sedang merasa cemas malam ini. Mereka cemas karena Jiwo pergi tapi tidak mengatakan mau pergi kemana. Mereka juga lupa bertanya karena saat Jiwo pamit, mereka sedang dilanda cemas setelah mendengar berita dari Alina.

__ADS_1


Selain para istri, tentu saja ada lagi satu wanita yang juga mencemaskan Jiwo saat ini. Siapa lagi kalau bukan Emak. Meski Emak sedari tadi lebih banyak diam, tapi di dalam hatinya dia selalu berdoa agar Jiwo selalu baik baik saja.


"Kamu tahu nggak, Lin? Kira kira Mister pergi kemana?" tanya Aluna.


"Tidak, tapi kalau dipikir pikir, mungkin Mister datang ke rumah orang orang itu," jawab Alina.


"Masa sih? Kayaknya nggak mungkinlah," bantah Anisa.


"Bisa saja itu yang terjadi, apa lagi sejak pulang si Mister kelihatan tenang banget. Mungkin dia nggak mau kita khawatir," ucap Aisyah.


"Kalau kayak gini malah semakin mengkhawatirkan nggak sih?" timpal Alifa.


Berbeda dengan keadaan Malik dan Titin. Malam ini mereka seperti sedang merayakan suatu kemenangan yang akan mereka dapatkan dalam waktu dekat ini. Pertemuannya dengan Bejo tentu saja meyakinkan pasangan suami istri itu kalau sebentar lagi mereka akan menyaksikan seorang pria malu dihadapan para tetangganya.


Malik juga saat itu juga langsung menceritakan pertemuannya dengan Bejo kepada sang ayah. Dengan rasa bangga dan keyakinan yang sangat tinggi, Malik ingin menunjukan kalau dia berada dipihak yang benar. Tidak seperti yang dituduhkan sang ayah.


"Buktikan saja secepatnya kalau kamu memang benar. Tidak perlu koar koar dulu kalau belum ada bukti," ucap Pak Rohim saat Malik memberi tahu tentang pertemuannya dengan orang yang mengenal istri istri Jiwo.


"Tenang, Pak. Besok pasti Bapak nggak bakalan berkutik dan percaya dengan bukti yang aku bawa," balas Malik dengan sangat yakinnya.

__ADS_1


Sedangkan Jiwo beserta rombongan, kini sudah sampai di tempat tujuan. Mereka langsung saja menemui si pemilik kontrakan yang rumahnya tepat di depan lokasi kontrakan.


"Maaf Pak Haji, kami malam malam datang kesini menganggu waktu istirahat Bapak," ucap Jiwo begitu dia dan rombongan sudah dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu yag lumayan luas sehingga rombongan Jiwo yang berjumlan enam orang bisa ikut duduk semua.


"Iya, nggak apa apa, tapi sebenarnya ini ada apa? Kok datang kesini rame rame? Aku sempat bingung dan kaget tadi," jawab Pak Haji ramah.


"Sebenarnya kami ada perlu dengan salah satu orang yang mengontrak di tempat Pak Haji," ucap Jiwo dengan sikap ramah seperti biasanya.


"Yang ngontrak di rumah saya? Siapa, Wo?"


"Itu, Pak. Yang pake mobil hitam dan ngontrak paling pojok."


"Kamu kenal mereka?" Tanya Pak Haji dengan kening berkerut.


"Sebenarnya tidak kenal, Pak Haji. Cuma aku memang harus menemui mereka, karena ini menyangkut istri istri saya, Pak Haji."


"Gini aja, Pak Haji," Pak Rt ikut bersuara. "Daripada Pak Haji bingung, mending Pak Haji antar kami ke tempat orang itu. Nanti disana Pak Haji bakalan tahu ada masalah apa Jiwo sama orang itu."


"Baiklah."

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2