Nisa Untuk Abi

Nisa Untuk Abi
Dan untuk pertama kalinya.


__ADS_3

Abi memperdalam pangutaan nya. Sesekali beralih untuk menyesap ceruk leher Nisa dan memainkan kecupan di telinganya. Membuat gadis itu menggeliat memejamkan mata nya menahan geli. Tangan nya terus merayap di wajah Abi, dengan sesekali menyibakkan poni yang menutupi keningnya.


"Nisa suka, melihatnya terang seperti ini," bisiknya pada Abi, dengan menikmati setiap sentuhan yang Abi berikan di setiap inci tubuhnya. Apalagi, ketika tangan Abi mulai nakal menghampiri bagian yang masih terbungkus dengan kaos ovesize yang Nisa kenakan .


Abi mengalihkan tatapan nya pada Nisa, dan gadis itu mengangguk padanya. Sebagai tanda, jika Ia mengizin kan apapun yang dilakukan Abi padanya. Abi menelan salivanya, lalu memberanikan diri menyingkap yang dikenakan Nisa kala itu. Tak tanggung, Nisa sekalian membukanya dan melempar sembarang di lantai.


Pria itu terbelalak, menyaksikan semua keindahan yang terpampang didepan matanya. Nisa masih tak diam, membuka satu persatu kancing kemeja Abi, hingga semuanya terpampang nyata di depan matanya. Otot perutnya yang selalu menggoda, akhirnya dapat Ia nikmati dengan bebas setiap incinya.


Tatapan Abi pun semakin dalam. Ia tak akan melepaskan Nisa malam ini.


Mereka saling menyesap, membuat syurga untuk mereka sendiri malam ini. Meski diselingi rintihan, karena Nisa memang baru pertama kali melakukannya. Hanya pada Abi, suaminya. Ia berikan mahkota yang telah Ia jaga selama ini. Nisa bahkan menitikan air mata, ketika Abi memulai penyatuan keduanya.


"Hey, kau menangis?" tanya Abi, yang tampak cemas. Bahkan, Ia nyaris menghentikan, tapi Nisa melarangnya.

__ADS_1


Gadis itu hanya meraih tangan Abi, dan menciumya beberapa kali diselingi desahaan dari keduanya yang saling bersautan. Abi mengusapkan jarinya di bibir Nisa, membiarkan Nisa menghisapnya dalam-dalam. Untuk menahan suara yang mungkin akan Ia timbulkan malam ini.


Suasana semakin panas. Mengalahkan udara dingin yang datang dari Ac di kamar itu. Keringat pun membasahi wajah dan tubuh Abi, semakin menambah indah dan gemas pemandangan yang ada di depan mata Nisa. Gadis itu memberi senyumnya yang indah dan penuh rona bahagia. Hingga keduanya sama-sama mencapai puncak dari kisahnya malam ini.


Abi melenguh nafas panjang, mengecup Nisa yang masih dibawah kungkungannya, untuk yang kesekian kalinya.


***


Abi membuka matanya, menatap Nisa yang masih tidur dalam pelukannya. Mengenakan kemeja yang Ia pakaian setelah semua aktifitas keduanya. Ia menatapnya dengan gemas, sembari jarinya menyisir alis hingga turun ke hidung istrinya yang bangir itu..


"Mas...." ucapnya gugup. Seketika menutup tubuhnya dengan selimut. Tertunduk, dengan wajahnya yang tersipu malu.


"Kenapa, menyesal kah?" godanya, meski masih dengan wajahnya yang datar.

__ADS_1


Nisa hanya menggeleng, dan berusaha bangkit dari tidurnya. Namun, terasa nyeri di bagian intii nya.


"Aaaakh, sakit...." keluhnya manja.


Abi hanya menarik kembali tubuhnya, dan membawanya dalam peluk hangatnya.


"Disini saja. Aku tahu, kau masih sakit. Aku, tak ingin melihatmu menangis lagi." ucap Abi, begitu lembut dan menenangkan. Meski masih sulit memberikan ekspresi yang seharusnya.


Nisa yang masih saja tersipu malu, tanpa sadar memukul dada Abi. Membuat pria itu sakit bahkan tersedak hingga batuk


"Kenapa kasar sekali?"


"Maaf, ngga sengaja..." ucap Nisa, yang lalu mengusap dan meniupnya dengan lembut.

__ADS_1


"Masih sakit?"


"Tidak..." geleng Abi, dan mengecup kening istrinya dengan hangat.


__ADS_2