
"Ayo lah, Nisa... Masa kumpul temen ngga boleh. Setidaknya, kami ajak kamu karena pernah satu angkatan." bujuk Maya.
"Nanti malam, kan? Nanti, aku kabari lagi."
"Baiklah, sampai bertemu nanti,," harapnya begitu tinggi.
Maya memang sudah sangat lama tak bertemu Nisa. Ia mendapat tugas di luar kota, dan hanya sesekali menyapa lewat Wa atau pun saling balas komentar di Facebook. Apalagi, ketika Nisa pertama kali nya memajang foto pernikahan nya dengan Abi. Sontak, begitu banyak komentar yang datang.
Nisa menyudahi obrolan mereka. Ia memilih kembali istirahat dan menunggu Abi menghubunginya. Ia tahu betul, bagaimana kesibukan Abi saat ini. Apalagi, perkara tanah itu.
"Kasihan, Mas Ku." gumam nya, menatap foto Abi di layar Hpnya. Foto yang sengaja Ia curi, ketika Abi tengah santai diruang kerja nya. Tanpa sadar, matanya terlelap dan tidur memeluk Hpnya.
***
Alex dan Abi, tengah berjibaku dengan Hp mereka masing-masing. Satu persatu mereka hubungi, teman dari para teman-teman nya, tetangga dari para tetangganya. Seolah tak ada satu pun yang luput dari pantauan mereka.
Pintu di ketuk secara tiba-tiba. Abu mempersilahkan masuk, dan ternyata Feby membawa beberapa file padanya.
"Ini, Pak. Bu Manda meminta saya membawa ini. Beliau sedang..."
__ADS_1
"Ya, saya tahu. Terimakasih," ucap Abi, langsung menerima file itu bahkan tanpa menatapnya sama sekali. Hanya Alex, yang berusaha bersikap ramah padanya.
"Terimakasih, Feby..." senyumya begitu manis.
"Sama-sama, Pak Alex," angguk Feby, lalu keluar dari ruangan itu.
Alex langsung meraih berkas itu, dan membantu Abi memeriksa nya.
"Kau tak makan siang?" tanya Alex.
"Ah, iya... Makan siang," Abi dengan sigap meraih Hpnya.
"Hallo, sayang?" panggil Abi, pada Nisa yang ada di seberang sana.
"Ya, tak apa. Kau sudah makan siang?"
"Belum, Mas. Bentar lagi aja," jawab Nisa, sembari mengucek matanya yang masih setengah terpejam. Abi kemudian mengingatkan nya, dan Nisa menjawabnya dengan anggukan seperti biasa. Sementara Nisa, menceritakan tentang ajakan Maya untuk berkumpul bersama teman-teman nya.
" Kapan? "
" Nanti malam?"
__ADS_1
"Kau ingin datang?"
"Ehmmmm, gimana ya?"
"Datanglah, tak apa. Kau dalam pengawasan ku. Aku, mungkin akan lembur dengan Alex." terang Abi.
"Lembur?" tanya Nisa. Tapi tak apa, karena Abi bersama Alex saat ini. Hingga Ia merasa aman menitipkan Abi padanya.
"Hey, kenapa diam?" tegur Abi.
"Ah, ngga papa. Yaudah kalau lembur. Nanti, Nisa minta seseorang untuk mengantar pakaian ganti buat Mas."
"Baiklah, bye sayang." Abi tampak begitu manis, terlihat dari tatapan matanya ketika tengah bicara pada Nisa. Pemandangan yang langka, sejak Lima tahun ini.
Abi menutup Hp, dan meletak kan nya di meja. Dengan santai, kembali memeriksa segala file yang ada di depan matanya. Ia tak sadar, ketika Alex menatapnya tajam dengan mendenguskan nafas penuh kekesalan padanya. Dadanya naik turun, mulutnya monyong menahan caci maki yang rasanya ingin Ia lontarkan pada pria itu.
"Kau, kenapa?" tatap Abi, mengerenyitkan dahi nya penuh heran.
"Kau kenapa, kau kenapa? Ku kira, kektika aku bilang lapar, maka kau akan pesan kan makanan untuk kita." omel Alex padanya.
"Kau tahu, aku tak pernah makan siang."
__ADS_1
"Setidaknya kau pesan untuk ku! Dasar Keparaaaat!!" Alex beralih menghampiri Abi, langsung menyerangnya membabi buta. Ingin mencekik sekuat tenaga hingga Ia sesak dan kehabisan nafas. Hingga pria itu menjerit sekuat tenaga untuk meminta tolong padanya.