Nisa Untuk Abi

Nisa Untuk Abi
Ice cream coklat.


__ADS_3

"Mau..." rengek Nisa, menunjuk setiap stand yang ada. Abi hanya melirik, dengan helaan nafas yang panjang.


"Ya, beli lah." ucapnya, sembari memberikan dompetnya pada sang istri.


Nisa berjalan, berjingkrak dengan begitu riang gembira. Abi menatapnya dari kejauhan, tetap berdiri dengan bersandar di sebuah tiang yang ada. Tatapannya seolah tak ingin lepas mengawasi istrinya disana.


Kriiing! Hp tiba-tiba berbunyi. Abi pun segera mengangkatnya. Alex lagi, dan akhirnya mereka bicara serius meski sejenak.


"Yasudah, kalau ada sesuatu lagi, segera kabari aku."


"Baiklah," jawab Alex dari tempatnya.


Abi mengantongi Hp, dan kembali melirik tempat Nisa berdiri. Namun, Ia sudah tak ada disana. Abi langsung kebingungan. Kakinya terasa gemetar, tapi Ia harus mencari keberadaan istrinya. Entah, perasaan takut macam apa yang Ia rasakan saat ini.


Pria itu berlari kecil, menelusuri Mall itu. Tatapan nya pun tak henti melihat kesana kesana kemari, mencari sang istri dengan fokus yang begitu penuh.


"Kau, dimana?" batin Abi, yang mulai gamang lagi. Ia pun berada dalam dua rasa. Ketika harus fokus mencari, tapi Ia juga berusaha menahan diri agar traumanya tak ikut muncul ketika mulai cemas.


"Mas!" panggil Nisa, dan langsung menghampirinya."Mas kenapa?"


Abi langsung menoleh, dan menggenggam tangan nya dengan kuat. Ia pun membawanya ke sebuah. Tempat yang sepi.


"Kenapa?" Nisa berlari kecil, menyesuaikan diri dengan langkah suaminya.

__ADS_1


"Kau darimana?" Abi tampak kesal.


"Ke kamar mandi, bentar. Kenapa sih?"


"Tak tahu kah kau betapa... Arrrgh Kau ini."


"Apa Nisa harus lapor? Cuma bentar loh, cuma...."


Tuuuuk! Abi kembali menyentil Nisa dengan kedua jarinya.


"Aaaakkhh! Weeeeh!" pekik Nisa, mengerenyitkan dahinya.


"Apa? Sudah, makan cemilanmu dengan duduk disana. Tak sopan, makan sambil jalan."


"Tak akan, jika kau tak cari masalah." jawab Abi, datar. Berjalan dengan satu tangan menggenggam tangan Nisa, dan satu tangan lagi di saku celananya.


Nisa mencebik, menghentak kan kakinya dilantai dengan kuat. Di hari pertama mereka kencan, Abi juga tak menunjuk kan perubahan sedikitpun.


" Manis kek, rangkul, suap-suapan ice cream."


"Kita bukan ABG lagi," jawab Abi, yang rupanya mendengar gerutuan sang istri.


Tiba disebuah tempat duduk pojokan Mall. Mereka duduk dengan saling berhadapan, dengan cemilan yang Nisa beli. Banyak, membuat Abi mendelik lalu melirik sang istri dengan lirikan khasnya.

__ADS_1


" Sesekali, Mas... Mau?" tawar Nisa, dengan satu cup Ice cream coklatnya.


"Tidak...." Abi membuang muka.


"Rere suka coklat. Apakah ketika Nisa makan coklat, Mas ingat dia?"


"Tak perlu ku jawab."


"Tapi ini Nisa. Nisa! Nisa juga suka coklat." tegasnya, mengulurkan satu sendok ice cream ke mulut Abi.


"Ayo," tatap dan angguk Nisa, mencoba membujuk suaminya.


Abi hanya menelan salivanya dalam-dalam. Tampak jelas, ketika jakun nya naik turun. Tapi, Abi mendekat dan menerima suapan itu darinya.


"Yeeeey,,," sorak Nisa dengan gembira. Meski cemas, ketika menunggu akan bagaimana respon Abi selanjutnya.


"Mas?" panggil Nisa, ketika Abi tampak diam dan mematung. "Mas ngga papa?"


Abi tak menjawab. Justru Ia meraih cup Ice cream itu dari Nisa. Ia menyendoknya dengan kasar, dan memasuk kan nya kedalam mulutnya dengan cepat. Tampak emosinya seolah tak stabil, dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Tapi tampak juga dengan jelas, ketika Abi hanya ingin berdamai dengan segala keadaan yang ada.


***


Happy 1M, popnya Mas Abi😍😍

__ADS_1


Lambat sih, karna emang ngga rameπŸ₯². Apa memang judulnya kurang menarik, ya? Yasudahlah. Yang penting, Readers tetap setia menemani Mas Abi dan Nisa. 😘😘


__ADS_2