Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-99


__ADS_3

Alex tengah menyiapkan sarapan pagi untuk Aira, segelas susu, dan omelet keju. Ia bahkan menyiapkan makan siang untuk Aira, seperti buah-buahan dan roti gandum.


"Resep semalam aku lupa, semoga yang ini enak" Alex memandangi hasil karyanya diatas meja.


Omelet keju yang dia lihat dari google.


Sepertinya Alex harus minta bundanya untuk menulis beberapa resep juga.


"Maaaassss!"


Alex menoleh, tiba-tiba Aira berlari kearahnya dengan heboh dan berakhir dipelukannya.


"Mas"


"Aira kamu jangan lari-lari" ucap Alex cemas.


"Maaf-maaf, aku seneng banget soalnya" ucap Aira.


"Hum? Kenapa?"


Alex mengelus rambut Aira yang baru saja dikeringkannya.


"Mas kerjain semua tugas aku sampai tuntas, rapi pula..Aku seneng banget" girangnya sambil lompat.


'Astagfirulloh Aira..anaknya itu loh'


"Iya, tapi jangan lompat-lompat..kamu lagi hamil sayang" ucap Alex selembut mungkin.


"Iyaa-iyaa, intinya makasih banyak mas, mas udah bantu aku" ucapnya.


"Sama-sama, selama kamu hamil ini mas gak akan kasih pekerjaan apapun" ucap Alex.


'Ah suami gue~'


Aira mangut-mangut, matanya beralih ke meja makan.


"Wah, mas masak omelet?" ucapnya takjub.


Alex mengangguk.


"Ih pengen cobain" serunya.


Aira duduk dikursinya dan secepat kilap menyantap omelet buatan Alex.


"Uhmmm.." gumamnya.


Alex memperhatikannya sambil menompang dagu.


"Gimana? Yang ini enak?"


Aira mengangguk.


"Enak, cuma rada asin terus kejunya kebanyakan" ucapnya dengan mulut penuh.


Alex tersenyum, tanganya terulur menyentuh pipi Aira.


"Kamu lucu" celetuknya.


Mata Aira membulat, ia menyembur keluar omelet yang sedang dikunyah.


"Uhuk-uhuk"


Alex menatap bingung.


"Kamu kenapa? Jangan dipaksa kalau asin"


'Bukan makanannya yang jadi masalah, tapi pujiannya itu loh, gue lagi makan! Bikin salting'


Aira menyengir.


"Eng-enggak tadi mau batuk" elaknya.


Alex menarik tisu yang ada dimeja makan lalu berjalan mendekat ke kursi Aira, ia menyentuh dagu Aira, membersihkan sisa omelet dibibir wanita itu karena makanan tersembur keluar.


"Kalau makan hati-hati, tersedak makanan itu bisa fatal"


Blush~


Jarak mereka sangat dekat, pemandangan indah dan sejuk dari wajah Alex, membuat pipinya memerah. Ditambah Suara Alex begitu sopan masuk kedalam telinga Aira.


"M-mas"


'Heh kok gerogi?! Kan udah sering gini!'


"Hum?"


Mereka saling berpandangan, mata Alex turun pada bibir Aira. Kepalanya mulai maju.


Aira tau Alex pasti mau menciumnya, tapi ini masih terlalu pagi untuk itu.


Tinggal lima centi lagi, Aira buru-buru menyendokkan omelet kemulut Alex dan menjauhkan kepalanya.


"Kita lagi sarapan jangan ngadi-ngadi" ucapnya.


Alex membeku.


'Ck..tinggal sedikit lagi' kesal Alex.


Aira melirik Alex, pria itu pasti kesal, tapi Aira merasa bahagia.

__ADS_1


'Pasti greget Hahaha'


Acara sarapan pagi yang dibumbui sedikir drama pun selesai, Aira sudah memakai sepatunya, ia berdiri didepan pintu menunggu Alex.


"Mas ayoo dong" eluhnya.


"Iya sebentar" saut Alex dari dalam.


Cklek..


Aira menatap Alex yang keluar sambil membawa dua tas bekal ditangannya.


"Ini buat makan siang, sama cemilan kamu" ucapnya.


Aira melongo.


"Mas nyiapin ini?"


Alex mengangguk.


"Buat aku?"


"Buat tukang parkir"


"Kok gitu?"


"Ya buat kamu sayang"


Responnya agak lambat, Aira baru terharu.


"Huhu mas kok baik"


"Telat" ucap Alex.


"Kan tadi kaget, gak jadi romantis ya?"


Alex berdehem.


'Ulululu kasian ganteng gue'


Aira mengandeng lengan Alex.


"Makasih ya mas ku sayang, perhatian sama istri" ucapnya dibuat-buat.


Kali ini Alex yang salah tingkah.


"Hem..I-iya, jangan makan dikantin, gak sehat" ucapnya.


"Iya engak jajan dikantin" ucap Aira dengan menggemaskan.


"Ayo berangkat"


"Aira tunggu"


Aira berhenti, ia menatap Alex.


"Kenapa?"


"Gimana nanti kamu ketemu mantan kamu?"


Aira keheranan.


'Mantan? Emang gue punya mantan?'


"Mantan ya?"


"Iya"


"Aku kan gak punya mantan" ucapnya polos.


Alex menghela nafas.


"G.I.L.A.N" ucap Alex.


Aira ber-oh ria lalu tertawa.


"Haha dia mah bukan mantan, jadian aja gak pernah" ucapnya.


"Berarti dulu kamu dighosting?"


Jleb..


Aira menatap sinis Alex.


"Ya-yakan waktu itu belum deket banget, pas nikah baru mulai deket terus jalan bareng"


"Oh, yang kamu diboncengin itu ya?"


Aira tersenyum kikuk.


"Posisinya aku masih gak reka nikah, tetep ngejar kak Gilan"


"Gakpapa yang penting sekarang kamu hidup sama saya, saya yang halalin gak ngeghosting"


'Bener sih tapi kok ngeselin ya'


"Hum, bukan dia yang ngeghosting, tapi aku"


"Oke bisa dipahami" ucap Alex.

__ADS_1


"Jadi gimana kalau ketemu dia?" lanjut Alex.


"Gak tau"


"Saran mas, bersikap biasa aja, semakin kamu menghindar semakin dia ngerasa kamu masih suka dia" ucap Alex.


Aira mengangguk.


"Ayo berangkat" ucap Alex.


Keduanya masuk kedalam mobil dan melaju keluar pekarangan rumah.


Universitas Indonesia.


Degh!


Jantung Aira berdetak kencang, entahlah tadi dirumah ia tidak seperti ini. Begitu sampai didepan kampus ia merasa gelisah.


Alex membuka pintu mobil, hendak keluar.


"Mas" Aira menahan tangannya.


Tangan Aira dingin, Alex masuk kembali dan menutup pintunya.


"Tangan kamu dingin, kamu takut?"


Dengan ragu-ragu Aira mengangguk.


Alex menangkup kedua pipinya.


"Tarik nafas, percaya sama mas, semua bakal baik-baik aja"


"Aku gak tenang"


"Bukannya kamu yang bilang kalau kamu itu orang yang berani?"


"Tapi sekarang aku ciut" ucap Aira.


"Hei calon mama masa penakut, jangan takut sama sesama manusia"


"Kalau mereka macem-macem gimana?"


"Kamu jangan lupa disini mas juga kerja, ada pak rektor, mereka bisa kena masalah" ucap Alex meyakinnya.


Mungkin memang sulit bagi Aira, ini hari pertamanya kembali kekampus semenjak semua orang tau statusnya dan pernikahannya.


Alex berusaha memberinya semangat dan kekuatan agar tidak takut lagi.


"Kita keluar sekarang?"


Aira mengangguk.


"Abaikan pandangan orang, tetap jalan lurus keruangan kamu, pakai earphone juga supaya tenang"


"Iya mas"


"Telfon mas jangan lupa"


"You can trust me" ucap Aira.


Cup!


Satu kecupan mendarat di kening Aira.


"Okey, I trust you" ucap Alex sembari tersenyum.


Aira keluar dari mobil dan melihat area sekitar parkiran, ada beberapa Mahasiswa yang baru memarkirkan kendaraan juga.


"Eh beneran ternyata, liat tuh"


"Beruntung banget ya, iri sama dia"


"Dia yang punya bestie kayak melihara harimau?dia anak semester berapa sih? Ck..iri parah"


Aira terus berjalan, ia melirik Alex yang terus tersenyum lembut padanya.


Sampai masuk kedalam koridor yang ramai, semakin banyak yang memperhatikannya dan berbisik.


"Aaaa pak Alex udah sold out sama teteh itu"


"Patah hati satu fakultas ini mah"


"Huhu pak Alex ku"


Aira ingin tertawa mendengar suara mereka yang sedih dan tidak ikhlas.


"Kamu saya tinggal ya?"


Aira mendelik, Alex mengunakan kata saya lagi. Tapi pria itu memberi isyarat.


'Kita dikampus'


"Ingat telfon saya"


Aira mengangguk.


Ia berpisah dengan Alex, Aira melangkahkan kakinya lagi.


"Aira kan?"

__ADS_1


"Ya?"


__ADS_2