
Makin ramai pembacanya, terimakasih yak, buat kalian yang ngoreksi dari awal aku nulis makasih juga.
Mata kuliah Raka pun dimulai, Aira berdiri tegak didepan kelasnya, ia seperti anak sma yang dihukum karena lupa mengerjakan pr.
"Ck..Gara-gara ngantuk doang dikeluarin" sebalnya.
Aira menengok kekanan dan kekiri, lalu melihat kearah Raka, ia mulai bosan.
'Si Raka lama juga ngocehnya' ucap Aira dalam hati.
Aira berulang kali berdecak sebal, Cukup lama Aira berdiri disana dan kelas tak kunjung usai.
"Ikut keruang saya"
Aira menoleh kekanan.
'Astagfirulloh kaget gue'
"Ayo jalan" ucap Raka.
Pria itu berjalan lebih dulu, Aira mau tak mau Aira mengikuti dari belakang sambil menggerutu.
"Malesin banget"
"Seharusnya bisa rebahan jam segini, malah disuruh keruangan dia!"
"Kamu bisa diam?"
Aira tersentak, Raka ternyata mendengarnya.
"Iya pak"
Ditengah berjalan mereka melewati ruangan Alex, secara kebetulan Alex membuka pintu. Aira mengerjapkan mata panik, sialnya Raka menghentikan langkahnya untuk menyapa pria itu.
"Pagi pak" sapa Raka.
"Pagi juga pak" sapa Alex balik.
Alex melirik Aira yang berada dibelakang Raka, Aira menundukkan kepala tidak berani melihat wajah suaminya.
'MATI LO RA'
'KETAUAN LO KETIDURAN, ABIS LO DICERAMAHIN NTAR'
"Asisten pak Raka?" tanya Alex menunjuk Aira.
Raka menggeleng.
'Bilang iya aja please'
"Bukan pak, Mahasiswi ini tidur saat mata kuliah saya dimulai"
Aira mendongak sedikit melihat reaksi Alex, dalam hatinya menyumpah serapah Raka.
Gleg!
Ia menelan ludah, lihatlah bibir Alex menyeringai, tamat sudah Aira ini kedua kalinya ia terciduk tidur.
"Hm, saya permisi pak" ucap Alex lalu pergi.
Pria itu sempat menatap tajam Aira, membuat wanita itu menyengir malu.
"Kamu kenapa?" tanya Raka.
Aira menggeleng cepat.
"Gakpapa"
'Gara-gara lo nih ah, siap-siap diomelin kan gue'
Sampailah diruangan Raka, Aira duduk dikursi yang ada didepan pria itu.
"Kenapa kamu tertidur?" tanya Raka.
"Karena saya manusia pak" jawab Aira seadanya.
"Kamu bukan anak Sma lagi paham?"
"Paham"
"Saya tidak mengerti kenapa orang seperti kamu bisa masuk ke Universitas terbaik"
__ADS_1
"Nyogok kali" gumam Aira.
"Yah, kamu harus lebih banyak belajar tata tertib saat saya mengajar"
"Saya gak suka Mahasiswi yang bodoh" lanjut raka.
"Kalau pinter saya udah jadi Dosen juga" ceplos Aira.
"Gak lucu"
Aira melongo.
"Siapa yang bikin lucu?"
Raka mengabaikannya.
"Oke, karena ini kelas kedua saya jadi saya maafkan kamu cuma perlu minta maaf" ucap Raka.
Tanpa bertele-tele, Aira langsung meminta maaf.
"Maaf pak saya tidak mengulangi, jika saya mengulanginya saya siap diskors" ucap Aira.
Raka mendesis melihat mimik wajah Aira, pria itu bangkit lalu menyilang kedua tangan didada.
"Dari awal sampai sekarang kamu memang tidak menyukai saya ya?" ucapnya.
Sangat kontras terlihat kalau Aira tidak menyukainya.
"Saya hanya menjaga batasan Mahasiswa dan Dosen" ucap Aira.
Raka mengangguk.
"Hum, bagus"
"Maaf pak, kalau tidak ada lagi yang perlu saya ucapkan saya izin"
Aira bangkit, ia paham kemana arah bicara Raka sekarang. Aira melangkahkan kaki kearah pintu.
"Saya makin curiga sama kamu"
Kepala Aira berbalik menatap binggung Raka.
"Kenapa kamu gak memperlakukan ucapan kamu itu ke Dosen Alex?" tanyanya.
"Ada keisimewaan tersendiri kah?"
"Ah saya paham, kamu jadi simpanan pak Alex ya?" sindir Raka.
Astaga Raka, apa benar dirimu itu seorang Dosen yang berpendidikan dan seorang sarjana?.
Aira diam ditempat menggenggam erat knop pintu, kalau bisa dilepas mungkin Aira sudah melempar itu kewajah Raka.
"Saya gak nyangka, kamu yang cantik begini jadi simpanan Dosen"
"Setau saya Alex itu sudah menikah, bahkan baruu"
"Kamu sudah berani melangkah dan menggoda dia"
'Dongo, gue istrinya'
Raka berdecap.
"Ck..ck..Sayang sekali"
Aira mencoba tetap menahan diri.
"Sudah selesai pak? Saya permisi"
"Saya bisa bayar kamu lebih mahal kalau mau jadi simpanan saya juga" tawarnya.
'Gila'
'Suami gue cakep dibandingin sama lo ya jauh'
Aira menghela nafas kasar.
"Pak jaga omongan bapak, saya bukan wanita seperti itu" tegas Aira.
"Lalu wanita seperti apa? Wanita seperti apa yang setiap saat menemui Dosennnya lalu makan bersama didalam ruangan itu juga"
Raka duduk kembali dengan tangan kirinya menompang dagu.
__ADS_1
"Saya kira bapak gak perlu ikut campur dengan siapa saya dan urusan pribadi saya" ucap Aira dingin.
Brak!
Aira membanting kuat pintu, Raka hanya tersenyum, baginya menyenangkan mengusik Mahasiswinya yang satu itu.
Begitu keluar dari ruangan Raka, Aira ingin menemui Alex, ia harus mengatakan apa saja yang telah Raka perbuat dan katakan padanya.
Aira jamin Raka pasti akan dihabisi oleh suami tampan dan panasnya.
"Brengsek" umpat Aira.
"Pak Alex harus tau masalah ini, gue udah muak liat mukanya"
Ia sampai didepan pintu Alex.
"Pak sa-"
Ucapan Aira terpotong, ternyata ruangan Alex kosong.
"Loh..Kok gak ada"
Aira masuk melihat sekitar dan membuka toilet yang ada diruangan itu, tapi Alex tidak ditemukan.
"Pak Alex kemana sih"
Aira berhenti sejenak, lalu terkekeh.
"Oalah bego, kan lagi ada kelas" ucapnya.
"Eh tapi tunggu..."
"Handphone gue dimana?"
Aira merogoh saku celana kainnya, ia lupa menaruh dimana benda persegi panjang itu.
Aira mencoba mengingat, beberapa saat kemudian ia menepuk jidatnya.
"Dimeja pak Raka!"
Ia menaruh dimeja Raka saat pria brengsek itu memintanya untuk minta maaf. Aira mengusap wajahnya kesal.
"Yatuhan ceroboh banget gue"
Aira frustasi, bagaimana cara mengambil benda itu. Aira menutup kembali pintu ruangan Alex, ia berlari kecil menemui Mira dikelas.
"Miraa, tolongin gue" ucapnya dengan nafas terengah-engah.
Mira ikutan panik melihat Aira, ia pikir telah terjadi sesuatu.
"Ke-kenapa Ra" tanya Mira gelagapan sambil memegang pundak Aira.
Bukannya menjawab Aira malah menarik Mira keluar dan menjauh dari kelas.
"Ada apa sih? Lo bikin gue panik tau gak" sebal Mira.
"Hp gue...Hp gue ketinggalan diruangan si Raka" ucap Aira.
"Yaudah diambillah" ucap Mira.
Pak!
Pipinya dipukul Aira.
"Dongo...Kalau gitu bisa gue ambil dari tadi..Masalahnya itu-"
Aira menahan ucapannya, tidak mungkin ia katakan apa yang terjadi tadi.
"Masalahnya itu? Itu apa?" tanya Mira penasaran.
"Itu-itu nanti kalau pak Alex chat gue terus diliat sama Raka gimana..Azab gue" ucap Aira.
"Gue minta tolong lo ambilin ya" Aira memohon.
"Tunggu disini" ucap Mira.
Mata Aira berbinar-binar, ia kagum Mira nampak seperti superheronya. Dengan gagah menerima permintaan tolongnya.
"Oke oke tolong babe" ucap Aira.
Mira mengangguk lalu pergi kearah ruangan Raka.
__ADS_1
Aira tinggal duduk dan berdoa semoga Raka tidak mengotak-atik handphonenya dan menemukan chat Alex disana.