Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-63


__ADS_3

Raka mendesis, Mira dengan sengaja tidak mengangkat panggilannya. Padahal Raka sangat ingin melihat ekspresi gadis itu.


Pasti sudah terjadi pertengkaran hebat diantara Mahasiswanya itu, Ah sayang sekali Raka tidak ikut kesana.


Semua menjadi bagus kalau dia ikut.


"Hah..Sayang sekali gak diangkat" gumam Raka, tangannya memutar-mutar handphonenya.


Beberapa saat kemudian ia berdecap.


"Mck..Kasihan Aira" ucapnya.


Raka menghela nafas, ia bangun dati sofa, berjalan menuju kamar tidurnya. Lagi-lagi Raka menghubungi seseorang.


"Hm, seharusnya belum tidur kan?" monolog Raka, ia menempelkan handphone di telinganya.


Raka mengoyangkan kakinya menunggu panggilannya diangkat.


"Halo?"


"Halo pak, saya menganggu tidak?"


"Langsung ke intinya saja, anda ingin bicara apa" ucap orang diseberang sana dengan dingin.


Raka tertawa kecil.


"Baik-baik..Besok bisa bertemu?"


"..."


"Sesudah mengajar, jad tidak mengganggu waktu anda kan? saya mau bicara sesuatu"


"Saya tidak bisa,lain kali saja" ucap orang itu hendak mematikan panggilan.


"Ini tentang Mahasiswa kita Aira dan Mira..Pak Alex" ucap Raka cepat.


Alex terdiam.


"Gimana pak?" tanya Raka.


"Siapa tuh?"


Raka mendengar suara Aira dari telefon, tiba-tiba Alex mengakhiri telefonnya.


"Yah dimatiin"


Ia memutuskan mengirim pesan pada Alex, Raka tidak mau mengganggunya karena Aira ada didekat pria itu, bisa-bisa niatnya untuk bertemu Alex gagal.


^^^Saya akan menemui bapak^^^


^^^Keruangan, besok...^^^


Setelahnya Raka merebahkan tubuhnya kekasur, kedua tanganya menjadi alas kepala.


"Mari kita luruskan semuanya"ucap Raka diakhiri helaan nafas.


Kamar Alex.


"Gimana pak?"


Alex diam, menimang-nimang pikirannya, haruskah ia menemui bajingan yang mengusik istrinya itu?.


Berpapasan dikampus saja Alex sudah geram ingin menghajar wajahnya. Seharusnya pria itu tau kan kalau dirinya pasti akan menghajar Raka, tapi kenapa pria itu malah mau bertemu.


Raka memang orang aneh.


"Siapa tuh?"


Alex menoleh kebelakang, Aira duduk sambil mengucek kedua matanya, wanita itu terbangun.


Alex segera mematikan handphonenya lalu menaruh kembali benda itu ke atas nakas, ia beralih pada Sang istri.


"Kamu kenapa bangun?" tanya Alex, tangannya menangkup kedua pipi Aira.


"Mas telfonan sama siapa?"


"Cuma orang salah sambung, tidur lagi gih" ucap Alex.


Aira langsung percaya.


"Bentar mau kekamar mandi" ucap Aira.

__ADS_1


"Hum"


Wanita itu pergi kekamar mandi. Alex melirik handphonenya, ada notifikasi pesan whatsapp dari Raka.


Hanya dibaca oleh Alex.


Cklek..


Aira keluar kamar mandi dengan langkah kaki menyeret, matanya setengah menutup.


"Kamu kok gitu jalannya Ra?"


"Hum?" Aira membuka matanya lebar.


"Jalan kamu itu"


"Ngantuk jadi mager" jawab Aira.


Alex menyambut Aira yang naik keatas tempat tidur.


"Sini sayang mas peluk" ucap Alex lembut.


Karena sangat mengantuk Aira menurut saja, ia menarik selimutnya lalu mendekat, memeluk tubuh Alex.


Sapuan lembut dikepala Aura dan rasa kantuk, membuatnya kembali menutup mata.


"Dasar bocah" gumam Alex sembari tersenyum.


Pagi hari pun tiba, Alex bangun lebih awal dari Aira. Seusai menunaikan sholat subuh Alex pergi kedapur, ia akan memasak sarapan untuk Aira.


Alex bahkan sudah siap dengan celemek berwarna pink milik Aira.


Alex menatap sekeliling dapur, yang jadi masalah adalah satu, bagaimana cara memasak?.


Alex tidak pernah menyentuh dapur selama hidupnya, dari dulu bundanya yang mengerjakannya.


Dan setelah menikah Airalah yang memasak. Ia termenung lama, barulah Alex teringat kalau ia hanya perlu menonton tutorialnya dari youtube.


Alex berlari kecil kembali kekamar mengambil handphonenya, ia menatap Aira yang masih terlelap ditempat tidur.


Senyuman terulas dibibirnya.


"Tidur lebih lama ya sayang" ucap Alex.


Ia kembali kedapur, menaruh benda itu didekat tempat masak.


Tangannya mulai bergerak memotong daun bawang dan bahan-bahan untuk menumis, yang dipandu oleh youtube.


Alex mau membuat makanan paling simple tapi spesial.


Tentu saja nasi goreng! Lalu spesialnya? Spesialnya datang dari hati, hati Alex yang penuh cinta dalam membuat sarapan untuk Aira.


Cukup lama ia mengotak-atik dapur, akhirnya nasi goreng spesial dengan cinta matang. Alex menghidangkannya diatas meja, tak lupa segelas susu hangat untuk Aira.


"Selesai" ucap Alex tersenyum puas.


Buru-buru Alex melepas celemeknya, Alex mau membangunkan Aira agar segera turun.


Membayangkan ekspresi senang wanita itu saja sudah membuat jantung Alex berdebar.


Tangan Alex menepuk pelan pinggang Aira.


"Aira.."


"Airaa, bangun" panggilnya.


Aira menggeliat, matanya perlahan terbuka, yang ia lihat adalah wajah Alex yang berseri-seri sambil menatapnya.


"Eungh..."


"Bangun, saya sudah bikin sarapan" ucap Alex.


'Sarapan? Pak Alex masak gitu? Wah..'


Aira menatap Alex, ia tidak yakin pria itu memasak sarapan. Setaunya Alex tidak bisa memasak, memotong bawang saja sulit baginya.


"Kamu gak percaya?"


Aira menggeleng, wajah polosnya membuat Alex tertawa kecil.


Aira sedang meremehkannya ya.

__ADS_1


"Yasudah ikut saya kalau gak percaya"


Alex membawa Aira keluar kamar, sebelum itu ia meminta Aira menutup matanya.


"Mas masak apasih?" tanya Aira penarasan.


"Nanti juga tau, yuk"


Alex memegang kedua bahu Aira, mereka menuruni anak tangga sampai ke meja makan.


"Sekarang buka mata" seru Alex.


Aira membuka matanya, ia mengerjap saat melihat sarapan yang tersedia dimeja makan, Alex sungguh membuatkannya sendiri.


Aira terkesan dengan ini semua, ia menoleh pada Alex.


"Se-serius mas yang masak?"


Alex mengangguk mantap.


Mata Aira membulat, hatinya tersentuh dengan perlakuan manis Alex.


'Pagi-pagi bikin tambah bucin' batin Aira.


Tanpa menunda waktu lagi, Aira segera duduk dikursi. Namun, saat diperhatikan lagi nasi goreng buatan Alex ini aneh, warna bukan lagi coklat malah lebih gelap lagi dan telur mata sapi yang hampir gosong.


Aira menelan ludahnya, agak ragu untuk menyuap nasinya.


"Tadi saya gak tega biarin kamu masak" ucap Alex.


Aira mendongak menatap pria itu.


'*Jadi dibela-belain bangun pagi buat masakin gue?'


'Yaallah kayak gini ternyata pak Alex dengan sisi manisnya*'


Mengingat Alex yang berusaha untuk membuat nasi goreng pertama dalam hidupnya, Aira langsung menyantapnya, lupakan saja soal rasa yang terpenting Aira menghargai masakan Alex.


Pria itu menatap Aira serius.


"Gimana Ra?"


Aira hampir memuntahkannya lagi,beruntung ia bisa menahan.


"E-enak kok" ucap Aira berbohong.


Padahal nasi goreng Alex terasa sangat manis dan gosong.


Alex tersenyum bangga.


"Kamu suka kan?"


Aira mengangguk dan tersenyum, tangannya meraih segelas susu hangat.


"Banget..." ucap Aira.


"Kamu tau apa nama masakan ini?"


Aira mengerutkan dahi lalu menggeleng


'Nasi goreng amburadul ala Alex mungkin' ucap Aira dalam hati.


"Nasi goreng cinta" celetuk Alex.


Aira tersedak susu hangat yang barusaja si minum. Jujur Aira shock, apa itu sungguh keluar dari mulut Alex? sejak kapan pria itu bermulut manis?.


"Uhuk..uhuk"


"Aira kamu gakpapa?"


"i-iya"


Aira menyentuh bibirnya.


'Sialan, gue bisa salting kalau gini'


"Nasi goreng ci-cinta ya? kenapa bisa itu namanya?" tanya Aira.


"Karena saya bikinnya sambil mikirin kamu" ucap Alex.


'*Shit! gue mimisan melihat keuwuan'

__ADS_1


'Seseorang bisa cubit gue? jangan bilang ini cuma mimpi, kalau iya mending gue gak usah sadar-sadar, tetep tidur*'


__ADS_2