Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-110


__ADS_3

Ia membayar untuk masuk kedalam sana, Aira terus menariknya untuk segera masuk.


Demi istri dan anak supaya tidak ileran nanti waktu lahir, Alex rela dijadikan bahan tertawaan ibu-ibu dibelakangnya.


"Ini istrinya ya mas?" tanya penjaga.


Alex mengangguk.


Penjaga ini pun sama, menertawainya juga.


"Lagi ngidam, makanya minta dituruti semua" ucap Alex.


Penjaga itu tertawa.


"Yang sabar ya mas, itu belum seberapa loh, kedepannya banyak rintangan dan cobaan lagi dari bumil" ucapnya.


Alex mendelik.


"Yang bener pak?"


"Iya pak, saya pengalaman"


'Mati aku'


"Mas ayoo, kenapa lama banget,keburu dikuasai anak-anak itu" sebal Aira.


"Iya-iya, ini pak"


"Iya terimakasih mas, ini wajib pakai kaos kaki ya mas" penjaga memberi Alex sepasang kaos kaki.


"Semangat ya papa muda" ucap Penjaga.


"Iya pak"


Aira melangkah dengan girang, seakan-akan menemukan surga dunia. Ia sangat tertarik dengan mandi bola yang membuat anak-anak kecil disana tertawa puas.


"Aira mas pakai kaos kaki dulu" ucap Alex.


Aira sudah pakai kaos kaki, meskipun ia sangat antusias, mau tak mau ia menunggu Alex.


"Udah belum?"


Alex ingin tertawa, kalau dilihat-lihat Aira lucu juga, ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari tempat itu.


"Iya udah"


Dengan girang Aira bergabung dengan anak-anak yang ada disana.


"Haiii" sapa Aira ramah.


Anak-anak itu balas melambai pada Aira.


"Kakak ikut boleh gak?" tanya Aira.


"Boyeh, ayo cini kak, bial lame mandi bola cama-cama" ucap anak perempuan.


Aira gemas, ia mencubit pipi anak itu.


"Uuu lutuunaa" ucapnya.


Alex yang memperhatikan itu tertawa kecil, melihat interaksi Aira dengan mereka.


Aira bergabung dan tertawa bersama.


'Ya apapun itu asalkan Aira senang'


"Your wife?" Tanya seseorang memecah lamunan Alex.


Alex menoleh, ada seorang wanita yang kelihatannya ibu muda.


'Dia yang nyapa aku pakai bahasa inggris?'


"Iya istri saya" ucap Alex sembari tersenyum.


Wanita itu terkejut.


"Astaga saya kira orang asing" ucapnya.


"Saya blasteran" ucap Alex.


"Ah gitu, pantes bule mukanya"


Alex tertawa canggung.


"Pengantin baru ya?" tanyanya.


"Jalan empat bulan"


"Ooh masih baru" ucapnya.


Wanita itu mengulurkan tangannya.


"Saya ibu dari anak yang dicubit pipinya sama istri kamu" ucapnya.

__ADS_1


Alex kaget, ia segera meminta maaf.


"Maaf kalau gak sopan, istri saya terlalu gemes sama anaknya"


"Iya gakpapa kok, biasa itu mah, kamu pasti sayang banget ya sama dia?"


"Iya, sangat, istri saya juga lagi hamil, dia ngidam minta main kesini"


"Ah beruntungnya, lagi hamil pula,jadi iri" ucapnya.


Firasat Alex tidak enak, ia bergeser sedikit, bukan tidak suka, tapi bahaya kalau Aira melihatnya bersama wanita lain. Jadi ia perku berjaga-jaga.


Emosi Aira labil karena kehamilan.


Alex itu tampan, wajar orang-orang meliriknya.


"Saya Mita, kamu?" tanyanya lagi.


Alex tidak membalas jabat tangan wanita itu.


"Maaf, saya Alex"


"Ah gakpapa kok maklum saya"


"Hum"


Alex fokus pada Aira, harap-harap Aira menoleh ke belakang dan Alex bisa menjauh dari wanita itu.


Nyatanya Aira asik sendiri.


"Alex, saya boleh tanya?"


"?"


"Istri kamu keliatan lebih muda dari kamu, kalian beda berapa taun?"


"Tujuh tahun"


Wanita itu terkekeh.


"Dua satu umur istrimu? Jangan bilang umur kamu dua puluh delapan?"


"Benar"


"Wah kita seumuran ternyata, udah saya duga"


Alex tersenyum.


"Ibuu"


"Iya sayang?"


"Tadi katana tante icu athu thantik" ucapnya.


"Oh iya? Udah bilang makasih?"


"Uhm! Ccudah!"


Alex tersenyum melihat anak perempuan itu, pipinya sangat menggemaskan terlebih saat mengadu pada ibunya.


Alex semakin tidak sabar untuk melihat anak mereka nanti.


"Bu, athu main aghi yak?"


"Iya sayang"


Anak itu pergi menghampiri Aira.


"Siapa namanya?" tanya Alex penasaran.


"Sekar"


"Oh Sekar, namanya sama seperti Mahasiswi saya"


"Wah kamu dosen?" kagetnya.


Alex mengangguk.


Mita menghela nafas.


"Pekerjaan suami saya juga dosen, dan saya dulu mahasiswinya dulu di fakultas kedokteran, kami menikah selama empat tahun dan akhirnya punya Sekar.."


"Tapi Sekar gak pernah ketemu ayahnya karena ayahnya pergi" lanjut Mita.


Alex menatap sendu anak perempuan bernama Sekar, kasihan sekali anak sekecil itu tidak pernah melihat ayahnya.


"Waktu Sekar umurnya masih tujuh bulan, suami saya main dibelakang saya"


"Dia nikah lagi"


Suasana jadi canggung, curahan hati dari ibu muda seperti Mita, membuat Alex ikut sedih.


Ia menatap Aira, semoga dia dijauhkan dari orang-orang yang ingin mengganggu kebahagiannya.

__ADS_1


"Saya turut sedih untuk kamu dan Sekar " ucap Alex.


"A-anu maaf ya Lex, saya cuma mau berbagi pengalaman haha"


"Iya, tapi kita baru ketemu, kenapa kamu cerita kesaya? Kalau saya bukan orang baik gimana?" ucap Alex sopan.


Wanita itu tersenyum kaku.


"Saya tau kamu orang baik, saya cuma mengingatkan, kamu laki-laki, harus bisa jaga hati"


"Saya iri, meihat


"saya mau ketempat istri saya"


"Y-ya silahkan Lex"


Alex memutuskan menyusul Aira. Tidak nyaman rasanya dekat Mita, Alex bukan berpikir negatif, tapi ia harus waspada.


"Sayang" panggil Alex.


Aira tidak mendengarnya.


"Sayang" panggil Alex lagi.


Aira menoleh.


"Eh mas, ada apa?"


"Mas mau ngomong"


Aira mengerutkan dahi.


"Ngomong apa?"


"Ada..Jangan disini, kita pindah keprosotan atas" ucap Alex.


"Ee..Mas bentar lagi ya? Masih seru main sama mereka" ucap Aira.


Alex tersenyum lembut.


"Yaudah nanti aja, mas boleh ikut gabung?" tanya Alex.


"Boleh, boleh kan anak-anak?"


"Boyeehhh" ucap mereka serentak.


"Aih lucunyaa" ucap Alex.


Aira tertawa.


"Tuh kan mas gemes, apalagi aku" ucapnya.


Alex mengelus rambut Aira.


'Istri aku lebih lucu'


"Padahal udah sore, masih ramai aja" ucap Alex.


"Namanya juga mall mas, anak-anak juga betah main disini" ucap Aira.


Alex duduk disamping Aira, ia bermain dan melempar bola satu sama lain bersama anak-anak.


Alex melirik kebelakang, Mita masih duduk disana sendirian sambil melamun.


"Padahal aku capek, mau duduk disana nanti diajak ngobrol lagi" gumam Alex.


Laki-laki mana yang akan nyaman mendengar istri orang lain curhat masalah rumah tangga.


"Apa mas? mas ngomong apa?"


Alex menggeleng cepat, ia spontan berbicara, beruntung suasana sekitar berisik jadi Aira tidak mendengarnya.


Alex melihat Arlojinya, hampir pukul enam sore.


"Aira, udahan yuk" ucap Alex.


"Jam berapa?"


"Hampir jam enam, kamu kan lagi hamil gak boleh capek-capek" ucap Alex.


Aira menurut, ia bangkit dari tempat itu, lalu membersihkan pakaiannya, Alex membantunya.


"Lets go pulang" ucap Aira.


"Udah mau pulang ya?"


Aira dan Alex menatap orang yang berdiri didepan mereka, itu Mita, wanita itu tersenyum.


"Eh siapa ya?" tanya Aira.


Mita mengulurkan tangannya.


"Saya Mita, ibu dari anak ini"

__ADS_1


Sekar memeluk kaki Mita.


"Ooh si manis yaa, saya Aira" ucap Aira.


__ADS_2