
Atiya mendelik mendengar godaan dari Alex.
Alex menaik-turunkan alisnya.
"Mama mau cium juga?" goda Alex.
'Ya Allah pengen gebuk'
Wajah Alex benar-benar mengesalkan.
"Mas.."
Alex terkekeh.
"Mama kamu galak, padahal mau, iya kan?" tanyanya pada Atiya sambil mencolek pipi bayi mungil yang tidak tau apa-apa.
"Dih.."
"Hahaha..Jelek, cantikan Atiya" ledek Alex.
Aira langsung pergi ke meja makan, melewati Alex.
"Ayo kita sarapan sayang mama" ucap Aira.
Alex menahan tawa, ia menyusul lalu duduk dikursinya, matanya tertuju pada Aira.
'Jangan diladenin lagi cari perhatian' ucap Aira dalam hati.
Alex terus menatapnya, sekarang tangannya digunakan sebagai penyangga dagu.
Aira mencoba mengabaikan dan fokys pada sarapannya, ia harus menyusui Atiya setelah ini.
'*Kelilipan dong, biar merem tuh mata'
'mana bisa makan diliatin terus*'
"Cantik banget..Masyaallah" celetuk Alex.
Aira nyaris tersedak makanan dimulutnya, ia menoleh pada Alex.
"Mass!"
"Apaa?!" Alex menirukan nada bicaranya.
"Mas Alex ih!"
"Aira ih!"
Aira mempoutkan bibirnya, memasang wajah sedih.
"Ekhem..Lanjut sayang, maaf-maaf hehe" ucapnya.
Aira tersenyum.
'Gitu dong nurut sama nyonya'
Usai sarapan, Aira ingin menyusui Atiya, tapi ternyata anaknya itu belum merasa lapar.
"Atiya gak mau nyusu? Masih kenyang ya nak?"
"Iya ma, buat papa aja" saut Alex.
"Heh!"
Alex tersenyum lebar.
"Bercanda ma"
"Jangan ngomong aneh-aneh nanti kuping anakku ternodai" ucapnya sambil menutup telinga Atiya.
Alex melipat kedua tangannya.
"A.N.A.K K.I.T.A" koreksinya.
"Gak, aku yang ngelahirin, Atiya anak mama kan?" ia melihat Atiya untuk meminta dukungan.
"Nah iya katanya" lanjutnya.
"Ngarang" ucap Alex.
"Bukan penulis maaf" saut Alex.
Alex tertawa kecil.
"Ini jadi jalan-jalan gak? Udah jam setengah delapan sayang" ucap Alex.
Aira mengangguk cepat.
"Jadi dong, ambilin kereta bayi Atiya" pinta Aira.
"Hum.."
Alex bangkit, ia pergi mengambil kereta dorong bayi yang letaknya dilantai dua.
"Yeay Atiya jalan-jalan" ucap Aira.
Alex kembali dengan membawa kereta dorong bayi Atiya, Aira tersenyum kearahnya.
"Disini mas" ucap Aira.
__ADS_1
Alex meletakkan kereta dorong bayi tersebut tepat didepan Aira, dengan hati-hati Aira menggeletakkan Atiya didalam kereta dorong.
"Iiii lucunaa anak mama" puji Aira.
Ia menoel-noel pipi Atiya gemas.
"Kamu perlu ganti baju?" tanya Alex.
Aira menggeleng.
"Yaudah mas pake ini aja ya?" tanya Alex lagi.
"Iyaa sayang"
"Oke lets go" ucap Alex.
Mereka bertiga pun mulai bergerak, Alex bertugas mendorong kereta bayi Atiya, sedangkan Aira berjalan disampingnya.
"Hee dedek bayinya udah mulai keluar rumah, jalan jalan nih yaa" sapa tetangga.
Alex dan Aira tersenyum.
"Iya buk, jalan-jalan keliling perumahan" saut Aira.
Si ibuk mangut-mangut.
"Gemes banget bayinya, sehat selalu yaa"
"Amin, makasih buk" ucap Aira dan Alex serentak.
Si ibuk pun pergi setelah berpamitan.
"Mas tau gak?"
"Apa?"
"Aku sayang sama kamu loh" ucapnya.
Alex tersenyum manis.
"Itu mas juga tau" ucapnya.
"Mas sayang gak sama aku?"
"Sayang"
"kok kayak gak ikhlas" ucap Aira.
Alex tertawa kecil, ia mengusap kepala Aira.
"Ck..jangan diberantakin rambut aku" ucapnya.
"Marahin aja papanya ya nak, ya?"
"Utututu maaf sayang, sini cium" ledek Alex.
"Heh didepan umum ini loh, jangan kayak orang cabul" cibir Aira.
Alex tertawa.
"Mulut kamu.."
"Satu" sautnya.
Mereka saling bercanda, benar-benar keluarga kecil yang harmonis.
"Kak Ai"
Aira menoleh kebelakang.
"Eh?"
Ada seorang gadis, mengenakkan seragam SMP, tersenyum lebar kearahnya.
"Oh kamu..Kakak pikir siapa tadi" ucap Aira.
Gadis itu mendekat.
"Wah ini Atiya ya, gembul banget" ucapnya.
"Iyaa, cantikkan?"
Gadis itu mengangguk.
"Haha, iya jelas mamanya cantik" ucapnya percaya diri.
Alex meliriknya.
"Apa?"
Alex menggeleng cepat.
"Mala kok tumben jam segini baru mau berangkat? Biasanya pagi-pagi" ucap Aira.
Gadis itu bernama Mala, Mereka sering bertegur-sapa saat berpapasan dijalan, Dia anak yang sopan, orang tua Mala sering menceritakan tentang prestasi anaknya itu pada Aira, dan juga ramah kepada Aira dan Alex.
Tapi Kedua orang tuanya jarang berada dirumah karena sibuk dengan pekerjaannya.
"Gakpapa kak, memang disengaja mau berangkat siang" ucap Mala.
__ADS_1
"Temen kamu banyak yang terlambat?" tanya Alex.
"Emm..Iyaa"
"Jadi kamu juga pengen terlambat?"
Mala mengangguk.
Aira melihat wajah Alex dengan bingung.
"Lain kali jangan diikuti, itu gak benar" ucap Alex.
Mala diam.
'Hah?'
Ia menyengol lengan Alex, tapi diabaikan.
"Mala jangan dengerin omongan mereka yang sering terlambat, Mala harus jadi diri sendiri ya? Mala siswi yang teladan pasti disekolah kan? Itu namanya prestasi, harus dipertahankan, jadi anak nakal bukan prestasi, dan bukan hal yang membanggakan tapi itu pembodohan" nasehat Alex.
Barulah Aira paham maksud suami tampannya.
"Iya Mala, kamu tuh udah perfect banget sih menurut aku, cantik, pinter, jadi siswi teladan lagi" tambah Aira.
"Iya kak, Mala salah"
"Eh, bu-bukan begitu" ucap Alex.
"Aduh..Mati kita, anak orang nangis nanti" gumam Aira.
"Bukan salah mas Ra, mas cuma ngasih nasehat" ucap Alex memelas.
"Iya kasih nasehat tapi muka kamu kayak ngajak ribut"
'Ya Allah salah lagi aku' ucap Alex dalam hati.
"Emm Mala, maksud Bang Alex, Mala jangan niruin yang bandel-bandel ya, bahaya soalnya dek,ditambah Mala anak perempuan kan, harus bisa jadi anak baik ,oke?"
Mala mengangguk.
"Makasih kak"
Aira mengusap kepala Mala.
"Aduh maaf ya, kamu makin telat ini Mal"
"Aku mau pulang aja kak, izin sama guru, aku gak berani kesekolah karena terlambat kak" ucap Mala.
'Kalo gua sih trobos aja ya hehe'
"Yaudah, gakpapa,tapi janji ya mulai besok jangan diulangin" ucap Aira.
Mala mengangguk.
"Pinter"
"Makasih ya bang Alex, Mala pulang dulu" ucap Mala.
Alex mengangguk.
Mala pun pergi dengan berlari-lari kecil.
"Dia kurang kasih sayang, tapi dia pintar menempatkan diri" ucap Alex.
"Mas"
Alex melihat wajah Aira.
"?"
Pok!
"Akh" pekik Alex.
Aira memukul lengan Alex.
"Can't you see that?"
"Iya maaf mas gak bermaksud begitu"
Aira memegang wajah Alex.
"Makanya sayangku kalo mau bicara sama orang lain mukanya jangan begitu, nyeremin" ucap Aira gemas.
"Oke"
"Ayo lanjut jalan, eh balik aja deh, mas mau berangkat kerja" ucapnya.
"Atiya aku gendong aja, mas dorong keretanya" lanjut Aira.
Ia mengambil Atiya dari kereta bayi, lalu berjalan mendahului Alex.
"Labil" cibir Alex pelan.
"Ayo mas jangan lamban" ucapnya.
"Iya nyonya.."
"Atiya anak mama, si cantik dan ceria, Atiya anak mama, gak boleh nangisss~" senandungnya.
__ADS_1
Entah lagu apa yang ia nyanyikan, yang pasti itu ciptaan Aira sendiri. Setiap hari ada saja lagu yang ia buat.