
"Bundaaa" Rachel memeluk Reva begitu wanita itu turun.
"Astaga..Berat kamu tuh" ucap Reva.
"Ummm...Kangen jadi adek-adek" candanya.
"Kan sekarang masih adek-adek" balas bunda.
"Ish bundaa.." rengek Rachel.
Rachel melepas pelukannya.
"Ayah mana?"
"Dikamar..Samperin gih" ucap Reva.
"Oke siap!"
Rachel melenggang menaiki anak tangga dengan riang.
"Eh Rachel.."
Rachel berhenti, ia menoleh kebelakang.
"Iya bun?"
"Kamu diantar siapa? Taksi?" tanyanya.
"Enggak..Sama mas" ucap Rachel.
Reva mengerutkan dahi.
'Kok gak mampir ya?'
"Sama Aira juga?"
Rachel mengangguk.
"Udah ya bun, aku kangen ayah" ucapnya.
"Hem..Dasar anak ayah"
Anak perempuannya ini benar-benar lengket sekali dengan ayahnya.
"Nanti ajak Ayah makan malam ya dek.." ucap Reva.
"iyaaaaa!"
Reva menggelengkan kepalanya mendengar suara cempreng anak gadisnya. Ia duduk disofa.
"Nyonya mau saya bikinin teh anget?" tawar bibi yang baru saja turun.
Reva menoleh.
"Dari mana bi?"
"Naruh kopernya Non Rachel di kamar..Nya" ucap Bibi.
"Ooh.."
'Alex sama Aira kenapa gak mampir ya? Gak biasaanya..' pikir Reva.
"Bi.." Reva mencolek lengan pembantunya.
"Iya Nya?"
"Tadi Rachel beneran diantar Alex?" tanyanya penasaran.
Bibi mengangguk.
"Kok gak mampir? Ada bilang sesuatu gak?"
"tadi Aden cuma kirim salam buat Nyonya...Tapi, keliatannya Aden buru-buru" jelas si bibi.
Reva mengerutkan dahi.
"Buru-buru?"
"Hum..Nyonya mau saya bisikin sesuatu?"
Reva yang penasaran pun mengangguk cepat.
Bibi mendekatkan bibirnya ke telinga Reva. Reva membulatkan matanya lalu menutup mulutnya.
"Serius bi?"
Bibi mengangguk antusias.
Reva berubah tertawa.
"Hoho...jadi begitu ya"
Ia bangkit dari sofa.
Bibi memberitahukannya, saat Alex bilang hanya mengantar sang adik, bibi melihat wajah Aira yang tampak tak senang dengan Alex, mereka juga berjarak sewaktu berdiri bersebelahan.
"Faktor hamil ya Nya?" tanya Bibi.
"Iya bi...kayanya Aira bener-bener sensitif dan emosional" ucap Reva.
Ternyata menantunya itu sedang marahan.
"Alex jarang mau cerita sama aku, padahal dia bisa minta solusi.." ucap Reva.
"Haih..Nyonya, mungkin Aden punya caranya sendiri" ucap bibi.
"Semoga anaknya sehat waktu lahir ya bi.."
"Aminn"
"Hum...Yaudah bi, siapin makan malam ya" suruh Reva.
__ADS_1
Bibi mengangguk lalu pergi ke dapur.
Di Mobil.
Alex menyetel musik kesukaan Aira didalam mobil. Ia menyetir sambil mengikuti nada dari setiap lirik lagunya.
Sesekali ia melirik Aira yang enggan buka suara.
"Ssh..Belum makan malam, enaknya mampir ke resto mana ya?" tanya Alex pada diri sendiri.
Aira menoleh sebentar.
'Gue juga laper..Capek mau masak..'
'Makan di mcd dong..'
Jawabnya dalam hati.
Mobil mereka mendekati salah satu tempat makan cepat saji, Aira menatap ketempat itu, namun Alex melewatinya begitu saja.
Aira melongo.
"Kok dilewati sih?" ceplosnya.
Aira secara spontan mengeluh,
Senyuman tersemat diwajah Alex, ia menang.
"Oh mau makan disitu?" tanya Alex dengan suara lembut.
Aira tersentak kaget, ia menutup mulutnya, lalu bersikap cuek lagi. Aira menatap kedepan seolah-olah tidak mengatakan apapun.
Alex tertawa pelan, istrinya melihat dengan sinis.
Tidak sampai disitu, Alex memutar arah kembali, menuju restoran cepat saji tadi.
"Papa putar balik yaa.." jahil Alex.
'Gak, gak ***** lagi'
'Ta-tapi anak gue gak bisa diajak kompromi huwaaaa..Ni anak gak ada kenyangnya'
Mobil berhenti ditempat parkir, Alex melepas sabuk pengamannya.
"Kita sampai..." ucapnya.
Alex mendekat ke Aira,ingin membantu melepas sabuk pengaman, tapi Aira menyingkirkan tangannya.
Pria itu tetap tersenyum tulus.
Sampai turun dari mobil, Alex membukakan pintu untuk Aira yang tengah hamil.
'Jangan sweet-sweet! Gue masih sakit hati'
"Kamu tau gak Ra?"
'Gak, apaan?'
"Ada menu es krim baru disini, kamu mau coba?"
"Gak" jawab Aira.
Lain dihati, lain dibibir.
Dasar Aira.
Keduanya masuk, Aira duduk dibangku, sedangkan Alex pergi untuk mengantri.
"Main pergi aja..gak mau tanya dulu gue pesen apa?"
"Huft...Nyebelin"
Tak lama Alex kembali membawa pesanan nampan.
Mata Aira mengerjap.
'Dimana es krimnya?!'
Ia tidak mendapati es krim kesukaannya, hanya ada kentang goreng dan fried chiken milik Alex.
Ingin mengomel tapi sedang masa merajuk.
'Ah yaudahlah..'
Aira mengambil kentang goreng miliknya. Alex memperhatikan itu.
Alex menahan tawanya, pasti Aira kecewa.
"Gak ada es krim, habis" ucap Alex santai.
'APA YANG HABIS? JELAS-JELAS GUE TADI LIAT ADA YANG PESEN ES KRIM'
'Dasar pelit'
Aira semakin hancur moodnya.
Disela-sela makan, Alex pergi begitu saja.
"Mau kemana sih?" gumam Aira.
Ternyata pria itu kembali sambil tersenyum.
"Ini eskrim kamu..Strawberry mcflurry.." ucap Alex.
Aira menatap Alex, ia mendengar suara dari meja pelanggan kanan kirinya.
"Suaminya tuh? Ganteng ya"
"Eh liat, Bule cowoknya"
"Main ome tv dapat gak ya cowok bule?"
__ADS_1
"Ganteng, orang kaya, keliatan jelas"
'Wes...Apa ini? Bahaya sekali brodi, memuji suami orang'
"Makasih"
Aira mengambil eskrimnya.
"Tadi bilangnya habis?" tanya Aira.
"Menu baru yang habis" ucap Alex.
Alex melanjutkan makannya dengan santai, sedangkan Aira mulai gelisah.
'Salah milih tempat duduk gue, kenapa disini sih..banyak perempuan!'
'Gak ada pasangannya lagi..bisa-bisa pak Alex digodain'
'Harus cepat pulang ini mah'
Aira segera menghabiskan kentang goreng miliknya.
"Pelan-pelan, nanti keselek Ra"
"Berisik" ucapnya.
'Astagfirulloh galaknya..'
Melihat ke samping, wanita dimeja itu tersenyum padanya, Alex pun tersenyum balik.
"Senyum terus" sindir Aira.
"Kamu ngomong apa?" tanya Alex.
"Buruan..Aku mau pulang!" ucapnya.
"Udah gak marah ya?" pancing Alex.
Aira memelototinya.
"Oke mas udah selesai kok, mas cuci tangan dulu" lanjut Alex.
"Hm"
"Ikut?"
"Bisa sendiri"
Alex pergi.
"Nyebelin" gumam Aira.
Mereka bergantian, begitu Alex duduk Aira bangkit untuk membersihkan tangannya.
"Yakin, Bisa sendiri?" tanya Alex.
Aira membalas dengan deheman.
Di ujung sana Aira memantau meja Alex dan meja sebelah, Aira yakin sekali gadis-gadis itu melihati suaminya.
"Genit banget warga +62, pantang liat orang ganteng" kesalnya.
Aira kembali ke tempat duduknya ia melirik sinis gadis-gadis itu.
"Udah?"
Aira diam, ingin marah karena hal sepele. Ia tidak mengerti dengan dirinya sendiri.
"Aira?"
"Pulang.." ucapnya pelan.
Nada bicara Aira mulai merendah, Alex pun beranjak membawa istrinya keluar dari sana.
Aira menggandengnya dengan erat.
"Kita udah baikkan ya?" tanya Alex.
'Belum'
'Ya udahlah..kalo gak, gak gue gandeng'
Aira bahkan menempelkan kepalanya kelengan Alex.
'Ini sebenernya kerasukan apa toh?'
'Eksperinya pas masuk sama pulang berubah' monolog Alex.
"Masuk mobil gih" ucap Alex.
"Mas" panggil Aira.
"Hum?"
"Lain kali kalo gak ada aku, jangan makan di tempat ini, ditempat manapun!, makan di warung aja" ucap Aira.
Alex tersenyum, ia mengusap pipi Aira.
"Aih...kenapa tiba-tiba jadi posesif gini hm?" tanyanya.
"Gakpapa"
Aira membuka pintu mobilnya.
"Satu lagi..aku minta maaf dan aku udah maafin mas" ucapnya.
"Ma-"
"Sst..Ini karena kentang gorengnya enak" potong Aira lalu masuk kedalam mobil.
"Haha..astaga"
__ADS_1
Konyol sekali, dimaafkan karena rasa kentang goreng pesanan Alex enak.
"Makasih kentang goreng" ucap Alex sambil tertawa