
Pada setuju gak kalau aku bilang novel ini mau tamat? haha..
BERCANDA:V author masih mau menebar keuwuan
"Kali ini lebih enak dari nasi goreng, mas tau nasi goreng yang kemarin gak enak"
Aira menatap Alex.
Ia jadi merasa bersalah, sikapnya ini pasti membuat Alex tersinggung.
"Mas, maaf aku gak maksud-"
"Iya mas tau, mas yang seharusnya makasih karena kamu nutupin buat jaga perasaan mas"
'Tolong Author mau minggat aja, parah nih pasutri..Gak tauu apa author jomblo😔'
"Mas gak marah?"
"Enggak sayang, ayo kita makan malam ya..Pasti kamu laper"
Aira mengangguk.
Keduanya turun dengan bergandengan tangan. Beberapa langkah lagi sampai dimeja makan Alex meminta Aira untuk menutup matanya.
"Harus banget nih?"
Alex mengangguk.
"Oke"
Alex menutup mata Aira menggunakan kedua tangannya, ia menuntun Aira sampai didepan meja makan.
"Mas masak apa sih? Jangan bilang dapurnya hancur?" Tanya Aira penasaran.
"Enggak..Mas hitung sampai tiga baru buka mata"
Aira berdehem.
Alex menjauhkan tangannya dari mata Aira.
"Satu..Dua..Tiga.."
Mata Aira terbuka, ia takjub melihat makanan yang dihidangkan Alex diatas meja, terlihat tidak ada kegagalan. Mata Aira beralih keatah dapur, disana juga bersih.
"I-ini mas yang masak?" tanyanya.
Alex mengangguk.
Tanpa basa-basi Aira pun duduk dikursinya lalu menuangkan sup kemangkuknya.
Alex menatap lekat Aira yang menyendokan sup kedalam mulutnya. Jantungnya berdetak kencang, seperti ikut master chef dan berhadapan dengan para juri.
Ia menanti kalimat apa yang akan keluar dari mulut Aira.
"Umm.."
Aira kaget dengan rasa sup Alex.
'Enak banget!'
"Gimana?"
"Hum?"
"Rasanya gimana?" tanya Alex lagi.
"Enak banget..Ada bayemnya juga, ini suami terbaik pokoknya"
Aira mengacungkan ibu jarinya pada Alex.
"Mas pinter ih masak supnya, gak nyangka bisa lebih enak dari aku lagi.."
Alex malu-malu mendengar pujian Aira, syukurlah kalau Aira menyukai masakannya.
"Ayo mas makan juga..Atau mau disuapin?"
Alex menggeleng cepat.
"Kamu makan dulu, mas bisa nanti-nanti" ucap Alex.
"Nanti aku abisin loh ini" ucap Aira.
"Habisin aja, ini khusus mas buat untuk kamu yang lagi hamil"
OWWWW SO SWEET
Alex memberinya banyak kasih sayang dan perhatian.
"Mas.."
"Hum?"
Aira beranjak dari tempat duduknya lalu mendekati Alex dan duduk dipangkuan pria itu.
Alex mendelik kaget.
"Aku sayang banget sama mas" ucapnya.
Alex terkekeh.
__ADS_1
'Lucunya istri ku'
"Iya mas tau, mas juga sayang kamu"
Aira tersenyum lebar.
"Yaudah aku mau makan lagi" ucapnya.
Mangkuk Aira ada didekat tempat duduknya tadi, tapi ia tidak beranjak dari pangkuan Alex.
"Mangkuk kamu disitu Aira"
Alex menunjuk mangkuk Aira, nalun dengan santai Aira bilang.
"Ambil terus suapin" ucapnya manja.
Aira duduk dipangkuannya saja sudah menguji nyalinya, apalagi menyuapi.
"Mas?"
"Ah iya, mas suapin"
Alex pun menyuapi Aira, sangking sukanya Aira berulang kali minta tambah.
"Ah~ kenyangnya" ucap Aira.
Jujur paha Alex kram.
Kepala Alex menghadap samping agar bisa mengamati wajah cantik Aira.
"Makasih ya mas, aku kenyang hehe" ucapnya.
"Sama-sama"
"Aira, lusa kita kedokter kandungan ya untuk periksa baby" ucap Alex.
Aira mengangguk. Bohong kalau Alex cuma ingin melihat kesehatan anaknya, Alex juga ingin bertanya sampai kapan ia harus menahan diri.
"Mas aku kekamar ya? Mau ngerjain tugas kuliah buat besok" ucap Aira.
"Hum, tunggu mas dikamar ya"
Aira mengangguk, sebelum pergi Aira sempat memberi kecupan singkat dibibir Alex.
"Dadaa~"
Alex membersihkan sisa makan Aira dan mencuci piringnya. Repotnya kepala rumah tangga kita ini.
Blam!
Aira menutup rapat-rapat pintunya, ia menyentuh dadanya.
"Kaget banget orangnya pasti..Aaaaakh bisa gila gue"
"Inisiatif dari mana coba, sampai berani gitu, pasti dia mikir gue godain dia" ucap Aira.
Ia salah tingkah setelah duduk dipangkuan Alex, bukan kemauannya tapi rasanya Aira ingin menempel pada pria itu.
Ia menunduk melihat perutnya.
"Baby tolong ya, jangan bikin mama ganas didepan papa" ucapnya sedikit merengek.
"Tega kamu nak" lanjutnya.
Aira mendengus.
"Ngidam gue parah banget"
Alex menaruh piring ketempat asalnya, ia bersiap menyusul Aira kekamar. Namun tiba-tiba handphonennya berdering.
Alex memang membawa ipad dan handphonenya tadi.
"Halo?"
"Halo pak Alex, bisa kita ketemuan?"
Alex menegok jam dinding.
"Saya gak bisa, Aira dirumah sendirian" ucap Alex.
"Kalau gitu saya kerumah bapak boleh?"
"Ada yang mau diomongin" lanjutnya.
"Yasudah saya kirim alamatnya" ucap Alex.
"Oke pak"
'Kenapa lagi laki-laki ini'
Alex menghela nafas, kutu kupret bernama Raka ini menganggu saja. Entah apa yang ingin Raka bicarakan lagi dimalam hari ini.
"Aira"
Alex membuka pintu kamarnya.
"Hum?"
Aira duduk diatas ranjang dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya hingga rambut, bersama laptop.
__ADS_1
"Raka mau datang, mungkin laki-laki itu bakal lama ngobrolnya, kamu gakpapa saya tinggal dikamar sendiri?"
Aira tersenyum, ia menurunkan selimutnya.
"Gakpapa mas, aku juga lagi nugas"
"Pak Raka tau rumah kita?" tanya Aira.
"Dari mas, kamu didalam aja ya jangan keluar-keluar"
Aira mengerutkan dahi.
"Loh kenapa?"
"Mas gak mau dia liat kamu" ucap Alex.
Wow posesif sekali bapak ini.
"Bukannya gak sopan? ada tamu tapi istrina sembunyi"
Benar, tapi Alex tidak rela Aira yang bertambah cantik karena hamil ini dilihat oleh Raka, yang bernotabene pernah menyukai Aira.
"Tamu mas yang lain boleh, tapi yang ini jangan, dia berbeda" ucap Alex.
Aira tertawa.
"Ada-ada aja, Pak Raka kan dosen aku mas"
Alex menghampiri Aira, menarik tengkuknya dan mencium bibirnya.
Cup..
"Mas bilang gak boleh, berarti gak boleh" suara Alex serak.
Aira mematung, ia segera mengangguk.
"Hh..Pinter"
Cup..
Alex menciumnya lagi, lebih menuntut, Alex mengigit bibir bawah Aira dan memaksa lidahnya masuk kedalam mulut Aira, mengabsen setiap gigi-gigi.
"Sssh.."
Suara decapan bibir keduanga terdengar jelas diseisi kamar.
"Mas.." Aira mendorong Alex untuk menyudahi ciumannya.
Aira Mengusap bibirnya.
"Kenapa cium-cium" eluhnya.
"Pengen" ucap Alex.
Aira memukul lengan kekar Alex.
"Ish dasar"
Ting tong!
Bel rumah berbunyi.
"Kayaknya itu dia mas" ucap Aira.
"Hum, kamu lanjutin gih, mas mau turun"
Alex mengelus rambut Aira.
"Iya"
Alex melangkah kearah pintu, tapi berbalik lagi.
"Kenapa mas?"
"Handphone kamu mana?"
Aira memberikan handphonennya pada Alex.
"Masih banyak yang kirim chat ke kamu?"
Aira mengangguk.
"Oke mas pegang handphone kamu ya, suoaya gak nambah beban pikiran kamu karena chat-chat gak penting ini" ucap Alex.
"Gakpapa mas aku udah biasa"
"Gak boleh"
Alex pergi begitu saja dengan membawa handphone Aira ditangannya.
Aira menyentuh dahinya.
"Ya Allah suami gue posesif banget sekarang"
**SEKEDAR INFO BUAT PEMBACA NOVEL AKU YANG DIBAWAH INI, MOHON BERSABAR YA, AKU MAU KELARIN INI DULU, BARU DISANA RAJIN UP, MOHON PENGERTIANNYA YA LOPE U.
TAPI TENANG BESOK AKU UP KOK, DOUBLE**
__ADS_1