
Ia melangkah dengan perlahan.
"Tidur?" tanya Aira.
Alex mengangguk, tangannya sibuk mengayun-ayun putri kecilnya.
Aira menggaruk pelipisnya menggunakan jaro telunjuknya, menandakan ia tengah memikirkan sesuatu.
"Sekarang?"
"Iyaa, aku mau ngomong sama mas" ucap Aira.
Alex pergi menidurkan Atiya ke ranjang bayinya, beberapa saat kemudian ia kembali menemui Aira dibalkon. Wanita itu berdiri menatap kedepan, kedua tangannya memegang tepian besi.
Sadar kehadiran suaminya, Aira menoleh.
"Mas tau gak kenapa aku diem?"
"Tau"
"Sadar gak, mas yang salah?"
Alex mengangguk.
Ia meraih kedua tangan istrinya, lalu menggenggamnya.
"Maafin mas, mas yang salah memang..Karena mas gak kasih tau kamu"
"Tapi-"
"Humm ada tapinya" potong Aira.
"Lanjut" ucap Aira.
"Mas punya alasan tersendiri, mas juga gak berpikir kamu bakal marah dan dingin ke mas Ra, mas dan Loren udah janjian dari minggu lalu..Niatnya mau kasih kamu kejutan"
"Kejutan apa? malu-maluin aku iya" ucap Aira.
"Sayang..Tolonglah, mas udah tau mas salah" balas Alex.
"Iya aku maafin kamu mas, cuma kamu itu udah sering banget gak ngomong dulu sama aku, aku ini istri kamu loh" ucap Aira dengan suara meninggi.
Alex tetap merendah, karena ia yang salah.
"Sayang.."
"Apa? aku males banget mas, sepele kamu sama aku" ucap Aira.
Ia mendengus, membuang pandangan kearah.
"Sayang, siapa yang bilang mas sepele ke kamu? enggak, sama sekali mas gak pernah punya pikiran begitu, mas sayang kamu" ucap Alex, ia menarik lengan Aira, tak perduli jika wanita itu terus menepisnya.
"Mas cuma-"
"Halah"
"Dari taun lalu gitu, kalo aku marah bilangnya 'sayang kamu, sayang kamu', gak mempan mas, kalau bener sayang, hal se-sepele apapun pasti kamu cerita " Aira benar-benar mengeluarkan semua kemampuan actingnya.
Alex diam ditempatnya.
"Gak berani jawab kan? orang aku benar" ketusnya.
"Aku mau sendiri, mas tidur dikamar lain malam ini" ucap Aira melangkah pergi.
Mata Alex membulat.
Pisah kamar?!
"Airaa kita masih bisa omongin baik-baik..Jangan pisah kamar" ucap Alex.
Aira enggan mendengarkannya.
Alex menghela nafas.
"Ck..Salahku memang..sampai nyinggung perasaan istri sendiri" gumam Alex.
Ia nampak frustasi, Mana bisa ia tidur tanpa Aira disampingnya. Alex sudah melakukan kesalahan besar, sampai separah ini.
"Tapi pisah kamar itu gak baik" lanjutnya.
Ia mengejar Aira lagi, jangan sampai benar-benar terjadi pisah kamar.
__ADS_1
"Sayang" panggilnya.
Dikamar tidur tidak ada, hanya ada Atiya yang terlelap di keranjang bayinya. Alex menuruni anak tangga menuju halaman belakang.
"Sayang?"
'Cepat juga jalannya'
Berpindah kedapur, ternyata istrinya disana, wanita itu tengah menegus segelas air putih didepan dispenser.
"Aira mas-"
"Awas" tolak Aira, ia hendak meninggalkan dapur, malas melihat wajah Alex.
"Oke!" ucap Alex tiba-tiba hingga membuat Aira tersentak kaget.
"Mas yang salah, kamu menganggap mas tidak ngehargai kamu, tapi Aira..demi Allah mas gak pernah seperti itu, udah mas bilang, mas pengen kasih kamu kejutan, cuma ga semulus yang diharapkan, mas siap kamu hukum dengan cara apapun..tapi jangan pisah kamar" suaranya mulai merendah lagi.
'Udah ala-ala sinetron banget marah gue'
Mata pria itu sayu.
'AAAA INI MAKE ME CRAZY'
Alex memohon dengan wajah lugunya, ini hal yang luar biasa, entah ini tipu muslihatnya untuk mempengaruhi Aira dan membuatnya menurut, Jujur kalau benar, Aira akan melakukannya.
'Akting Kecewa Ra! akting'
Aira diam, wajahnya ingin menangis.
Alex yang melihat, langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat.
"Mas yang gak baik Ra, mas siap nerima konsekuensinya" ucap Alex.
'Ya Allah langsung seret kekamar aja apa gimana ya' gregetnya.
"Aku bilang kamu tidur dikamar lain" ucap Aira.
"Enggak, yang itu mas gak mau" tolaknya mentah-mentah.
Aira melepas pelukannya.
"Oke-oke..Mas tidur dikamar sebelah" ucap Alex dengan tidak ikhlas.
"Kamu bakal maafin mas kan?" tanyanya.
"Hum" dehem Aira.
Alex tersenyum lebar, ia menarik kedua tangan Aira, tubuhnya sedikit membungkuk lalu bergerak maju, hingga dua benda kenyal miliknya dan Aira menyatu.
Cup!
Aira mendelik.
"Maaf" ucap Alex, menyadari ekspresi istrinya yang ia pikir tidak suka.
"Hahahahahaha" tawa Aira pecah.
Alex melongo.
"Kam-kamu kenapa?"
"Tau ah bego banget punya suami" ucapnya sembari tertawa.
Alex mengerutkan dahinya.
"Pasti gak paham" tebak Aira.
Beberapa detik kemudian Alex mulai menangkap maksud istrinya.
"Kamu ngerjain mas?" tanya Alex.
Aira mengangguk.
"Udah deh, mau kekamar" ucapnya.
Alex menahan tangannya.
"Kamu nakalnya kelewatan, mas panik karena kamu marah-marah sampai mata berkaca-kaca" ucap Alex.
"Biar kamu kapok, tapi apa yang aku bilang itu serius, awas mas sepele lagi" ancam.
__ADS_1
Alex tersenyum lega.
Ia mendempetkan tubuhnya dan Aira, lalu menciumi seluruh wajah istrinya, tak terkecuali bibir wanita itu.
"Mas!" protes Aira.
"Stop, atau kamu tidur dikamar lain!" tegas Aira.
"Mas gak bisa tidur kalau gak dipeluk kamu" rayu Alex.
Blush~
Ciuman Alex turun keleher Aira, membuat kepala wanita itu sedikit mendongak. Ia mengendusnya lalu mengecup semua bagian yang ia suka, terutama dibagian bawah telinga.
Aira lumayan sensitif dengan bagian itu.
"Emhhh" lenguhnya.
Ia meremas pundak Alex.
Alex semakin jadi, ia meninggalkan bekas merah keungu-unguan dileher istrinya.
"Kamu wangi" ucapnya.
"Kamu sengaja, pakai semuanya hari ini kan?" tebak Alex.
"Iya sengaja, Sengaja banget" ucap Alex.
Tubuh Alex kembali tegak, ia memeluk-hanya memeluk istrinya.
"Mas kangen kamu" bisiknya.
Aira menyandarkan kepalanya didada Alex, tangannya juga menyentuh dada pria itu.
"Tiap hari ketemu"
"Ketemu tapi gak boleh diapa-apain" eluhnya dengan bibir manyun kedepan.
"Emang mau mas apain aku?" ucap Aira pura-pura tidak mengerti.
"Kita udah lama gak berhubungan Ra, mas kangen" bisiknya.
Aira mengigit bibirnya.
'SESAK NAFAS, PAKSU GEMES BANGET'
"Itu..Aku juga..." ucap Aira pelan.
Alex kembali sumringah.
"Hari ini boleh?"
Alex mengigit telinga Aira.
Aira meringis, ia mengangguk.
"Nanti malam ya?" ajak Aira.
"Sekarang" ucap Alex.
"Gak bisa mas..Atiya-Ehh" pekik Aira.
Alex menggendong tubuhnya secara tiba-tiba, Aira menatap tajam, pria itu membalas dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Mandi lagi, mumpung masih sore" ucapnya.
"Yaudah ayo, Atiya lagi anteng" ucap Aira.
Alex cekikikan.
Ia masuk ke kamar sebelah, Aira berpegang erat pada leher suaminya saat pria itu membuka pintu.
"Mas main aman, kamu tenang aja" ucapnya dengan manis.
Blam!
Pintu tersebut tertutup rapat.
Akhirnya, bisa bercumbu dengan sang istri lagi setelah penantian panjang haha.
LAGI PUASA, GA BOLEH ADEGAN ADEGAN HOT, SELEBIHNYA SILAHKAN MEMBAYANGKAN SENDIRI WKWK.
__ADS_1