Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-28


__ADS_3

Mira duduk manis sambil memperhatikan sekeliling ruang tamu yang cukup luas, ada beberapa hiasan kayu di meja dan barang-barang antik.


"Eh ada tamuu ya"


Mira menoleh ke asal suara, ternyata itu Reva yang baru saja turun dari tangga. Mira bangkit lalu mencium tangannya.


"Teman Aira ya?" tanya Reva.


"Iya tante"


"Duduk sini yuk, Airanya mana?"


Mira menunjuk dapur. "Kedapur tante"


Reva mangut-mangut.


"Ini jenguk Aira ya?" tanya Reva sambil senyum.


"Iya nih tan, sakit katanya, makanya saya buru-buru kesini" ucap Mira.


Reva tertawa kecil, dirapatkannya duduknya ke Mira. "Kamu jangan khawatir, mereka abis bikin keponakan" bisiknya.


Mira membulatkan matanya.


"OMAY-"


"Sssttt"


Mira langsung membungkam mulutnya.


"Serius tante?" ucapnya pelan, Reva mengangguk mantap.


'Aira mainnya hebat ahahhaha'


"Duh panted ya tan jalannya agak beda, abis ngan**u ternyata"


Revaa mengacungkan jempol.


"Pokoknya ck..Mantep, kita tunggu kabar baiknya"


Keduanya tertawa jahil saat menceritakan dua sejoli yang tengah berada didapur.


Dapur.


"Chatingan sama siapa tuh? asik banget" sindir Aira saat memasuki dapur.


Alex mematikan handphonenya.


"Teman saya"


Aira mangut-mangut, ia mengambil sebuah piring dan gelas, ditaruhnya didepan Alex. Aira sedang menyiapkan makan siang untuk Alex.


"Saya siapin, terus saya tinggal ya? gak enak ada teman saya" ucap Aira.


"Oke"


Aira mengangguk.


'Nurut banget, besok novelnya ganti judul suamiku penurut kali ya'


"Bapak gak usah ketemu Mira, nanti langsung keatas aja" ucap Aira.


Alex menompang dagunya. "kenapa?"


"Gak boleh ketemu Mira pokoknya"


"Kenapa saya harus nurut?" Alex memancing Aira, istrinya itu terlihat cemburu kalau ia sampai menemui temannya.


'Cih gak nurut ternyata'


Aira menghela nafas.


"Gak boleh pak, dirumah ini cuma boleh ngelirik saya, paham?" Aira keceplosan.


Ia langsung menutup rapat mulutnya, sedangkan Alex tersenyum senang. Aira merutuki kesialannya.


'Ni mulut gak tau kondisi banget'


"Lupain, anggap aja bapak gak denger" elaknya tanpa melihat wajah Alex.


"hem...Saya gak bakal lirik wanita lain kecuali istri saya yang sudah lebih dari cukup"


'Iyalah orang gue masih muda'


Aira salah tingkah, ia malah pergi mengambil gelas kosong lalu hendak berjalan keluar.


"Kamu ngapain?"


"minum jus"

__ADS_1


"Kenapa cuma bawa gelas kosong?"


Aira menepuk jidatnya, malu sekali rasanya. Ia berbalik lalu membuka kulkas dengan tergesa-gesa, Alex memperhatikannya membuat geli hati.


"Oke bye" ucap Aira berangsur pergi.


Kembali keruang tamu, Aira melihat mertuanya tengah asik berbincang dengan sahabatnya, entah apa yang dibicarakan mereka tapi kedua terlihat sangat senang.


'Jangan-jangan gue dighibahin'


"Eh bundaa" sapa Aira.


"Nah itu Airanya udah balik, tante tinggal ya hihi" ucap Reva bangkit dari sofa.


Aira tersenyum kemertuanya, matanya melirik Mira yang sedang melihatnya sambil tertawa. Dihampirinya Mira lalu menepuk pundaknya.


"Sakit lo ya?" ucap Aira.


"Lo kali yang sakit bukan gue" balas Mira.


"Ngomong apa lo sama mertua gue? sampe ketawa-ketiwi" tanya Aira penasaran.


Mira mengangkat bahunya.


"Serius Miirrr"


"Gak ngomongin apa-apa, kepo banget" ucap Mira.


Mata Aira menyipit, curiga.


"Jangan bilang kalau kalian ghibahin gue?" ucapnya.


Mira menatap jijik.


"Yaampun tante pede banget"


"Tante-tante matamu" sewot Aira.


Keduanya kembali berbincang.


"Anyway...Soal nanti malem gimana?" tanya Mira.


'Nanti malam?'


"Emang ada apaan?" tanya Aira, wajahnya bingung.


"Astaga...Pikun banget" omel Mira.


"Banyak pikiran apa gak semet mikir karena liat suami ganteng" ceplos Mira yang dihadiahi pukulan.


"Serius gak usah bercanda" ketus Aira.


"Yaallah galak bener...Nanti malem kan partynya mahasiswa fakultas kitaaa, gitu doang lupa lo" ucap Mira sambil mengusap-usap lengannya yang dipukul Aira.


Aira melongo.


"Party?!"


Mira mengangguk.


Aira memukul jidatnya, ia lupa membicarakan hal ini pada Alex, Aira sama sekali tidak ingat jika malam nanti ada party.


"Duh Mir gimana nih.." Aira mengigit jempolnya panik.


"Lo belum izin Ra?" Mira ikutan panik.


Aira menggeleng.


"Mampus kita Ra, terus gimana dong?"


"Ya-ya gak tau..."


Mira memegang pundak Aira. "Cepetan lo izin sama suami lo!"


"Kalau dia gak ngizinin gimana? dia pasti tauvada kak Gilan" ucapnya cemas.


"Pasti diizinin, bilang lo pergi sama gue gak akan ketemu Gilan"


Aira menimang-nimang, haruskah ia izin sekarang juga.


"Cepetan Aira.." Mira mendorong-dorong tangannya.


"I-iya sabar gue juga takut ngomongnya"


"Alah sama suami sendiri juga" ucap Mira.


"Bukan masalah itu, pak Alex ini susah diyakinkan, lo mah enak tinggal ngomong" sebalnya.


Mira nampak berpikir sejenak, lalu mendekat ketelinga Aira. entah apa yang dibisikannya, yang pasti bukan ide baik.

__ADS_1


"Heh gila lo? gak- gak mau gue" protes Aira.


Mira menyungging bibirnya.


"Ya bego, terserah lo deh...Dikasih saran juga"


Aira menggigit bibirnya, saran Mira memang tidak ada bagusnya.


"Ck... Yaudah deh, nanti gue omongin" ucapnya.


Jam didinding menunjukkan pukul empat sore, Mira juga sudah meninggalkan kediaman Alex beberapa menit yang lalu, kini Aira berada dibalkon bersama Alex.


Pria itu tampak bersantai dengan buku ditangannya, Aira sibuk berjalan kesana-kemari karena gelisah.


'Gimana ngomongnya...'


'Saran Mira bener-bener gila..Masa gue lakuin itu ke pak Alex'


'Yaallah bantuin gue dong'


Aira mengingat kembali bisikan Mira.


"Coba aja rayu pak Alex, duduk dipangkuannya trus rangkul lehernya, nah baru lo ngomong..Pasti diizinin"


Aira menepuk-nepuk pipinya.


"Ayo lakuiin Aira lo pasti bisa" gumamnya.


Aira menelan salivanya, kali ini ia sudah bertekad. Aira berdiri didepan pria itu.


"Pak" panggil Aira.


"Hm?"


"...."


Aira mendongak, lidahnya kelu, sampai didepan Alex tekadnya menurun lagi.


"Mmm..Anu"


"Kamu kenapa?" Alex menutup bukunya, ia melipat kedua tangan didepan dada, pandangannya tertuju ke Aira.


Aira menutup matanya rapat, tanpa aba-aba langsung duduk dipangkuan Alex, otomatis pria itu kaget.


"Aira kamu.."


Aira mengalungkan tangannya, membuat rahang pria itu mengeras dan wajahnya memerah.


"Pak saya mau bicarain sesuatu.." ucap Aira.


"Apa?"


'Ayo Aira lo pastiii bisaa'


Gleg!


Diusapnya rambut Alex, agar pria itu tenang.


"Saya minta izin mau ke party mahasiswa"


ucapnya takut-takut Alex marah.


Cukup gugup untuk menanti jawaban yang keluar dari mulut Alex. tiba-tiba pria itu menahan tangan Aira yang mengalung pada lehernya.


Deg!..


"Kamu seperti ini supaya saya memberi izin kan?"


'Marvolus...Pinter'


Aira mengangguk.


Alex mengangkat sudut bibirnya, menatap Aira dalam, Aira yakin ada sesuatu yang tidak beres dengan mimik wajah suaminya.


"Please pak...Saya sama Mira kok, gak akan ketemu dia" ucap Aira.


"Yakin?"


Aira mengangguk cepat.


"Oke..tapi ada satu syarat.." ucap Alex.


'Kan...Perasaan gue gak enak'


Alex memeluk pinggang Aira, wajahnya mendekat membuat jarak keduanya hanya lima centi saja.


"Kamu harus janji tidak akan menolak" ucapnya pelan.


Hembusan nafas Ale terasa diwajah Aira, karena sangat ingin pergi, Aira mengiyakan permintaan Alex, pria itu langsung mengulum senyuman.

__ADS_1


Aira tau kemana pikiran pria ini sekarang.


'Awas lo Mir' batinnya.


__ADS_2