
YEAY AIRA UDAH MAU LAHIRAN NIH..SABAR YA SATU ATAU DUA PART LAGI :V
"Orang di meja sebelah itu terus ngeliatin mas, bukan satu, tapi mereka berlima!"
"Kayak gak pernah liat orang ganteng, heran ya...Apa cuma mas doang yang bisa dilirik disitu?"
"Ya oke, mas paling ganteng disitu, tapi kan gak sopan banget!"
Alex menanggapinya dengan anggukan.
Aira mengomel panjang lebar didalam mobil, Alex diam-diam membesarkan volume musik agar meredam suara omelan istrinya.
'Udah balik Aira yang asli' ledek Alex.
"Makanya aku minta pulang, kamu apa gak peka mas? Malah senyum balik ke mereka?"
'Kenapa aku yang salah'
"Enggak" jawab Alex polos.
Aira berdecap.
"Parah..Gak peka? Itu metode mereka memikat laki-laki..mas seharusnya ngerti" omel Aira.
"Iya sayang" balas Alex.
"Iya apa? Yang bener, aku-"
Cup!
Alex mencium sekilas bibir Aira, sontak membuat wanita itu terdiam.
"Akhirnya senyap" ucap Alex.
"Jadi mas gak suka aku ngomel?"
'Loh gagal..'
"Kalo gak suka bilang mas, lagian aku gini tuh tandanya sayang"
Bla bla bla..
'Ini mau sampai kapan aku diomelin..'
'Nak kamu pasti gak kuat denger omelan mama'
Pada akhirnya Alex pasrah diomeli habis-habisan oleh Aira, niat ingin mengakhiri malah memperpanjang.
Alex yang malang.
Tak lama berselang, Aira mulai tenang dan diam. Wanita itu tertidur dikursinya.
Alex sengaja berkeliling sebentar sebelum sampai kerumah tadi. Perlahan ia menggendong tubuh Aira.
Dengan hati-hati Alex membuka pintu rumah dan membawa istrinya masuk kekamar, ia merebahkan tubuh Air di atas ranjang.
Membenarkan posisi tidurnya agar nyaman.
"Hah..lumayan berat" ucap Alex dengan nafas terengah-engah.
Alex bertekuk lutut didepan Aira, tangannya mengusap dahi sang istri. Wajah Aira kalau sedang terlelap sangat cantik.
"Kasian istri mas.."
"Capek ngomel ya?" tanya Alex.
Ia tersenyum sekaligus bangga.
Aira marah seperti tadi karena takut kehilangan Alex, dan caranya mengomel itu..Ya sedikit menyakiti gendang telinga Alex tapi tak apa.
Itu bukti cinta Aira.
Alex sangat bucin? Iya benar sekali.
Bibir Alex mendarat didahi Aira, hanya sebentar, ia tidak mau mengganggu tidur Aira.
Karena Alex sudah memprediksi, jam sebelas malam keatas Aira akan mulai 'rewel' dan mulai tidak bisa tidur.
Pria itu membuka pintu balkon kamar. Alex berdiri disana menikmati angin malam yang menerpanya, cukup menenangkan pikirannya.
Alex memejamkan matanya.
__ADS_1
"Dua bulan lagi..Dua bulan lagi Lex.." gumam Alex.
"Sebentar lagi Anakmu bakal lahir kedunia.." lanjutnya.
Pikiran Alex campur aduk, ia tak sabaran menunggu putri kecilnya lahir, dan juga...
Alex gelisah setiap membayangkan sakitnya Aira nanti saat melahirkan.
Ia mencoba untuk berpikir positif, tapi rasa gelisahnya tidak bisa hilang, kalau terjadi sesuatu pada Aira, ia tidak akan bisa hidup lagi.
Dreeet...
Dreet...
Alex mengusap wajahnya, ia merogoh kantung celana.
"Assalamuallaikum?"
"Waalaikumsalam bun, ada apa?" tanya Alex.
"Gakpapa nak, bunda cuma mau tanya, kamu sehat kan? Aira?" tanya Reva.
"Sehat bun..Aira juga"
"Syukurlah..Aira lagi apa?"
Alex menengok kebelakang sebentar.
"Aira tidur bun, kecapean, jarang-jarang bisa tidur nyenyak" ucap Alex.
"Oo..Jangan berisik kamu ya, biarin Aira tidur"
"Alex dibalkon bun, jadi gak mengganggu" ucap Alex.
"Ah syukurlah..Tapi, Apa lagi ada masalah nak?"
"Enggak bun, aman"
Namanya naluri seorang ibu, Reva bisa tau dari suara Alex yang terdengar berat, bahwa ada sesuatu yang mengusik pikiran putra sulungnya itu.
"Bunda tau kamu lagi ada masalah" ucap Reva.
Alex memijat pangkal hidungnya.
Alex menghela nafas.
"Gak ada apa-apa bunda" elaknya.
"Bunda ini orang yang ngelahirin kamu, bunda tauu kamu bohong"
Alex diam sejenak.
"Cerita kebunda apa yang bikin kamu gelisah"
"Bun.."
"Hum iya Alex?"
"Alex gak tenang..Alex gelisah"
"Karena Aira?"
"Yah..Sebentar lagi Aira bakal melahirkan, Alex senang karena segera jadi orang tua, tapi disatu sisi, aku juga takut bunda, Takut Aira kenapa-napa..Takut Aira gak sanggup..Melahirkan itu sakit bunda, Alex liat banyak yang tidak sanggup dan..kemungkinan untuk hidup itu-"
"Ssst..Alex..Alex gak boleh berpikir begitu..Melahirkan itu memang sakit nak, dan itulah kewajiban seorang wanita sekaligus istri, hamil itu anugerah yang paling indah dari allah"
"Dan "kemungkinan" itu sama seperti pendapat, belum tentu benar akan terjadi, buktinya banyak wanita yang berhasil berjuang.."
"Bunda paham kekhawatiran kamu, tapi bunda harap kamu Jangan seperti ini..Aira semakin terpuruk dan takut nanti.."
"Kamu harus kuat, jangan lemah dan berpikir yang tidak-tidak..Coba liat wajah istri kamu, dia juga gak sabar menunggu anak kalian lahir..Dia juga takut nak, tapi Aira gak akan menunjukkan didepan kamu, suaminya"
"Dia tau kamu bakal seperti ini.."
"Alex harus kuat, buang jauh-jauh semua pemikiran buruk itu, suport Aira, dia butuh lebih banyak perhatian dan dukungan, supaya Aira punya dorongan yang lebih positif lagi"
Mata Alex berkaca-kaca, tangannya sampai dingin sangking cemasnya.
"Kalo kamu banyak ngelamun dan keliatan stress begini, istri kamu bakal ikutan berpikir yang tidak-tidak..Paham ya nak? Alex bisa, bunda yakin"
"Renungkan apa yang bunda bilang, kamu banyak-banyak berdoa sama Allah, semoga Aira diberi perlindungan dan kesehatan" lanjut Reva.
__ADS_1
Alex menunduk, begitu takutnya ia kehilangan Aira.
"Sayangi Aira.." ucap Reva.
"Bunda.."
"Alex bersyukur punya orangtua seperti bunda, terima kasih bun, Alex jauh lebih tenang..."
"Dan aku janji, gak akan begini lagi..demi Aira dan anak Alex" tekadnya.
Semua nasehat dari Reva menjadi sebuah kesadaran untuk Alex, ia terlalu berpikir jauh.
"Alhamdulilah..Bunda yakin kamu bisa, semangat ya nak"
"Iya bun"
"Bunda tutup dulu telfonnya ya...Assalamuallaikum"
"Waalaikumsalam"
Alex menyimpan kembali handphonenya.
"Astagfirulloh.." ucap Alex.
"Ambil wudhu dulu biar lebih tenang" lanjutnya.
Alex masuk kedalam kamar, ia melewati ranjang tidur Aira.
"Eungh...Jahat"
Langkah kaki Alex terhenti.
"Aira bangun?" gumamnya.
Aira bergerak dengan mata tertutup.
"Mas udah mau jadi papa, tapi jahat..."
Alex mendekatinya, Aira mengingau dalam tidurnya. Ia menarik selimut Aira.
"Iya mas jahat sayang" ucap Alex.
"Kenapa senyum ke semua perempuan..." ngigau-nya.
Alex tersenyum.
"Cemburunya sampai alam mimpi" ucap Alex.
Cup..
Alex pergi kekamar mandi dan mengambil wudhu, Hero selalu berpesan padanya.
Ketika pikiran kacau, pergilah berwudhu...Itu akan membuatmu lebih tenang.
"Hah..." helaan nafas panjang.
Alex meyakinkan dirinya sendiri, agar lebih baik lagi.
"Bismilah..."
Cklek...
Alex ikut bergabung dengan Aira diranjang, ia duduk sambil memandangi wajah sang istrinya.
Yang Reva katakan benar, Alex salah. Lihatlah wajah Aira, wanita itu sedang mencoba kuat.
Kecupan bertubi-tubi ia berikan keseluruh wajah Aira.
"Maafin mas, mas berpikir terlalu berlebihan.."
"Emm..." lenguh Aira.
Ia mengusap pipi Aira.
"Good night Aira.."
Cup..
Kecupan terakhir.
Tanpa pikir panjang, Alex merebahkan tubuh sembari memeluk Aira.
__ADS_1
"I love you...kamu gak akan berjuang sendirian Ra..mas ada disamping kamu, selalu"
Author sok bijak banget wkwk :(