
Ini adalah karya pertama jadi bahasa dan penulisan masih belum tertata, jgn lupa mampir ke My Beloved Lecturer, ini bahasanya insyaallah lebih rapi, meskipun gak 100%, dan alur cerita bakal berbeda dari novel perjodohan lain, insyaallah 👀💗
Tak terasa ini hari terakhir mereka ada dipenginapan, sore nanti mereka sudah harus pulang ke jakarta.
Aira berdiri didepan jendela, pemandangan begitu indah, angin yang sejuk berhembus menyentuh kulitnya yang putih.
Aira tersenyum lebar, ia sangat bahagia, hatinya berbunga-bunga. Dulu ia pergi bersama kedua orang tuanya bahkan dengan sahabatnya, tetapi sekarang, ia disini berdua dengan suaminya.
Seorang pria yang datang tiba-tiba dalam kehidupannya lewat embel-embel perjodohan. Sangat lucu jika diingat bagaimana perjuangan Aira untuk tidak disentuh Alex, bahkan ingin menyudahi segalanya, padahal Alex sudah mencintainya jauh sebelum mereka menikah.
Namun takdir yang menguasai semua ini, Alex adalah pria yang tepat untuknya, meskipun keduanya sering beradu pendapat yang berbeda dan sikap kekanak-kanakan..Alexlah yang paling sabar menunggunya.
Semua itu sudah berlalu.
Dan benar-benar berlalu.
Kini keduanya sudah dikaruniai seorang malaikat kecil yang melengkapi kehidupan rumah tangga mereka.
Atiya hadir membawa sejuta kebahagian dikeluarga kecil itu.
Dari ini semua Aira belajar, perbedaan usia bukan penghalang dan tingkat kedewasaan bukan diukur dari umur saja.
"Sayang?" panggil Alex.
Aira menoleh kebelakang.
"Kamu lagi apa disitu?" tanya Alex.
Pria itu menghampiri Aira.
"Liat pemandangan, terus keinget kita dulu hehe" ucapnya.
"Kita dulu?"
Aira mengangguk.
Alex tertawa kecil, Aira menyentuh pipi pria itu.
"Makasih banyak ya mas..Makasih kamu udah menjaga hati kamu cuma buat aku, makasih juga untuk kesabaran kamu menghadapi aku yang kadang sulit ngertiin kamu" ucap Aira.
Tangan Alex memegang pinggang Aira.
"Enggak Aira, seharusnya mas yang banyak berterimakasih kekamu, kamu mau nerima mas didalam hidup kamu, bahkan memberikan seorang malaikat kecil untuk mas, mas bahagia Ra.."
Mereka saling tatap satu sama lain, mata Aira berkaca-kaca.
Ia langsung jatuh kepelukan sang suami, memeluknya dengan erat.
"Mas, aku sayang kamu, sayaaang bangettt" ucapnya dengan sesegukan.
Alex membalas pelukan sang istri, lalu mengecup keningnya.
"Mas juga sayang kamu.." ucapnya.
Adegan semakin romantis karena mereka berada didepan jendela, seperti scene dalam sebuah drama.
Alex melonggarkan pelukan mereka, ia menunduk melihat wajah cantik milik Aira.
Diusapnya bibir merah tersebut.
"Jangan nangis, eyeliner kamu luncur" ledeknya.
Aira yang sudah terharu berubah menjadi jutek.
"Mmm serius mas!"
Alex tertawa hingga nampak giginya lalu mengecup pipi sebelah kiri Aira.
"Mau eyeliner atau apalah itu, mas gak perduli, kamu cantikk dimata mas" ucap Alex.
Aira memajukan bibirnya.
"Kira-kira udah berapa kali ya mas bilang ini" ucapnya.
__ADS_1
"Uhm..udah ratusan atau ribuan kali ya? Hahaha, abisnya punya istri cantiknya gak gak tanggung" puji Alex.
Ia mencubit pipi Aira, yaah..lagi dan lagi pipi gembul itu jadi sasaran.
"Mass ih jahil banget" ucap Aira.
Ia nenyembunyikan wajahnya didada Alex, Alex pun memeluknya lalu mengoyangkan tubuhnya kekanan dan kiri.
Itu ia lakukan karena gemas dengan Aira.
"Ra, coba liat keluar" ucap Alex saat matanya menangkap objek menarik diluar sana.
"Gak mau!"
"Liat dulu, mas serius"
"Gak!, mas bohong" tolaknya.
"Enggak, itu buruan kamu liat, nanti nyesel" ucap Alex.
Aira dengan perlahan menggerakkan kepalanya untuk melihat keluar jendela.
"Apaa?" tanyanya.
Tubuhnya maju membelakangi sang suami sambil melihat sekeliling.
"Disana, yang ada anak kecilnya dua orang" Alex menunjuk kearah dua anak kecil, mereka berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, tengah berjongkok didekat pohon sambil berbincang.
Usianya mungkin sekitar empat atau lima tahunan, entah apa yang mereka bahas, tapi terlihat lucu sekali karena bibir kecil keduanya sampai maju saking seriusnya.
Aira tertawa gemas.
"Astaga itu bocah-bocah bahas apa, serius banget mas" kekehnya.
"Mereka adik kakak kayaknya" lanjut Aira.
"Hum, mungkin iya"
"lucu ya sayang" ucap Alex.
Dua anak kecil itu membuat Aira jatuh hati dan merindukan Atiya, ya begini mungkin naluri seorang ibu. Aira senyum-semyum sendiri membayangkan kalau anak perempuan itu Atiya dan yang satunya...
"Atiya kalau punya adik pasti kayak mereka Ra" ucap Alex.
Aira berbalik, tersenyum misterius.
"Bener juga, pasti lucu" ucap Aira.
Alex menahan senyum.
Ia mengangkat tubuh wanita itu lalu mendudukkannya ditepian jendela, Aira panik memegang pundak Alex takut jatuh kebelakang dan jatuh dari lantai dua, yaa..tidak usah dibayangkan karena itu pasti mengerikan.
"Mas! Mas! Jatuh nantii astagfirulloh" paniknya.
Alex malah memandangi wajahnya sambil tersenyum.
'YaAllah baru aja genrenya romantis, kenapa sekarang jadi psikopat'
"Mas ih! Serem loh nanti aku jatuh gimana?"
"Kan udah mas penggangin gak akan jatuh" ucap Alex.
Aira menggeleng, ia takut.
"Mas gak mau mas, turunin" ucapnya menahan Air mata.
Alex pun menurunkannya, Aira langsung memeluknya.
"Jangan gitu ah gak lucu" ucapnya.
"Eh kamu nangis sayang?"
"Astaga sayang maaf, maaf mas gak bermaksud bikin kamu takut..maaf" ucap Alex.
__ADS_1
Ia bersalah karena membuat istrinya ketakutan.
Aira mendongak.
"Jangan gitu lagi! Awas!" ancamnya.
Alex mengangguk.
"Janjii gak lagi" ucap Alex.
"Oke, aku maafin!"
Alex menciumi seluruh wajah Aira.
"Seeing your smile is happiness for me. Meanwhile, having you is the most beautiful gift in my life" ucap Alex.
Aira ingin meleleh rasanya.
Pipinya sudah merah seperti kepiting rebus.
"I love you" ucap Aira, ia mengecup bibir Alex.
"I love you too"
Bibir mereka bertaut kembali, Tangan Alex berada dipinggang istrinya, sedangkan Aira mengalungkan tangannya dileher pria itu.
"But..." ucap Alex pelan.
Alex menyudahi ciuman mereka, Aira menatap mata Alex.
"Balik ke pembicaraan kita tadi, kira-kira adik Atiya nanti mau laki-laki atau perempuan?" tanya Alex.
"Dua-duanya kalau bisa sih mas" ucap Aira.
"Oke ayo kita laksanakan" ucap Alex dengan mantap.
Mata Aira membulat.
"HEH! Gak sekarang yaa Atiya masih kecil! Mau aku sentil hah?!"
"Yaudah kalau gitu..sekarang papa butuh mama" ucap Alex dengan senyum iblisnya.
Aira tertawa saat tubuhnya digendong pria itu.
"Hahaha curang banget ya pak dosen suamiku ini"
"Biarin"
Sekarang Aira harus banyak bersyukur atas semuanya kepada Tuhan, ia harus menjadi ibu dan istri yang baik untuk suami dan anaknya.
Entah saat ini mereka bertiga atau suatu hari akan datang anggota keluarga baru yang menambah keceriaan dalam rumah tangga.
Kebahagiannya ini Aira berharap akan terus hadir tanpa ada kata akhir....
...TAMAT...
Terimakasih sudah menemani segala proses Aira dan Alex sampai menjadi keluarga kecil yang indah dalam novel Pak Dosen Suamiku.
Author bener bener terharu banget, gak nyangka karya ini punya banyak pembaca yang alhamdulilah selalu suport😭😭.
Nangis banget akhirnya karya ini selesai, setelah banyak perjuangan untuk novel ini.
Beribu bahkan berjuta kali author sangat berterimakasih buat para pembaca!!❤❤
Tanpa kalian author gak mungkin bisa sampai dititik ini!
DUH GATAU MAU NGOMONG APA LAGI HUHU.
Sayang kalian banyak banyak!!❤😭
Author bakal kembali memanjakan pak dosen suamiku lovers, haha lovers ga tuh.
Dengan menghadirkan extra part🤭
__ADS_1
Ditunggu yaa.