
"Mas?"
"Dia tau semua tempat apalagi makanan kayak gini, karena sandwich yang kamu minta gak ada didekat sini, yaudah mas minta tolong Raka " ucap Alex.
"Lebih tepatnya memaksa" saut Raka.
"Oooh gitu, makasih ya pak Raka, maaf ngerepotin" ucap Aira.
"Ya gakpapa" ucap Raka.
"Te-terus mau pada ngapain?" tanya Aira binggung.
"Gak ada, ayo masuk" ucap Alex hendak membawa Aira masuk.
"Woi, sini kunci mobilnya" ucap Raka, kesabarannya sudah habis.
"Pak Raka gak bawa mobil?" tanya Aira.
"Gak, saya dipaksa ikut sama suami kamu, dan sekarang dia malah nyuruh saya naik ojek" eluh Raka.
Aira menatap Alex.
"Mas?" ucap Aira.
"Dia udah gede gak boleh manja" ucap Alex.
"Anterin" ucap Aira.
"Tapi Aira.."
"Harus tau terimakasih, mas udah bikin susah pak Raka, anterin pak Raka!" ucap Aira.
Alex menghela nafas, ia melirik Raka, pria itu menjulurkan lidah sebagai tanda kemenangannya.
"Kamu gakpapa ditinggal sendiri?"
Aira mengangguk.
"Gakpapa, aku mau kekamar, makan ini hehe" ucapnya.
Alex mengelus rambut Aira.
"Kunci pintu ya" ucap Alex.
Aira mengangkat ibu jarinya.
"Sip!"
Seakan-akan berat untuk mengantar Raka pulang, Alex memeluk Aira dengan manja.
"Ah padahal udah kangen" ucapnya.
'Ada plastik gak? Mau muntah dulu' ucap Raka dalam hati.
'Gak sopan, romantis didepan orang kayak aku'
Aira menepuk-nepuk punggung Alex.
"Anterin aja dulu, nanti bisa berduaan lagi" ucap Aira.
"Humm" ucap Alex.
Raka berdehem, membuat kedua insan itu menoleh.
"Ini kapan saya dianter pulang ya?" ucapnya.
Aira terkekeh.
"Lupa ada pak Raka, yaudah sana mas"
Alex melepas pelukannya, ia masuk kedalam mobil diikuti oleh Raka.
"Masuk gih" ucap Alex.
"Iyaa, hati-hatiii" ucap Aira.
"Aira saya pulang dulu" giliran Raka buka suara untuk berpamitan.
"Iya pak, sekali lagi makasih"
"Iyaaa sama-sama"
Wush~
Mobil Alex keluar dari pekarangan rumah, Aira segera masuk dan menutup pintunya. Ia menaiki anak tangga menuju kamar.
Ia tidak sabar melihat apa Alex membeli permintaannya dengan benar.
"Ah capek" eluhnya.
Sruuk!
Aira menuang seluruh isi kantung plastik diatas ranjang. Matanya membulat sempurna.
"Banyak banget!" Serunya girang.
"Kok bisa inisiatif beliin cemilan ini" ucap Aira.
Ia tersenyum lalu menyentuh cincin pernikahannya.
"Baiknya pak Alex" ucapnya.
__ADS_1
Tring!
Notif pesan membuat Aira beralih pada benda persegi panjang itu.
Saat Alex tidak ada, Aira menghubungi Nana, untuk menanyakan pelihal Gilan, gadis itu sempat marah besar karena Aira belum memberi penjelasan apapun padanya, tapi ia mau mengerti.
...Nana Kating...
Gilan sibuk organisasi sama skripsi aja sih, kan sebentar lagi presma diganti.
^^^Diganti? Oh udah mulai ya?^^^
Iya, gue sama Gilan sebentar lagi wisuda.
Saran gue, kalau mau ketemu Gilan itu langsung keruangan BEM aja, dia sering disana.
^^^Kalau gue diusir gimana?^^^
Gue bantai dia
Lagian, gak mungkinlah..
^^^Oke makasih infonya.^^^
Iya, lo seriusan hamil? Asli gue kaget pas lo telfon tadi, gue pikir kalian baru nikah, ternyata udah lama, udah isi lagi.
^^^Ya, maaf telat ngasih tau^^^
Gakpapa, lain kali gue mampir ya?
Boleh?
^^^Boleh^^^
Oke see u Ra..
Nana tidak bersama Gilan lagi, Nana benar-benar berhenti untuk mencintai pria itu. Nana juga bercerita kalau Gilan sekarang cuek, dan lebih galak dari biasanya.
Aira sempat ragu, ia takut melihat Gilan, tapi sama seperti Alex, Nana meyakinkannya bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan selagi kita berkata jujur.
"Semangat, besok pasti bisa ngobrol baik-baik" ucap Aira.
Ia menyalakan televisi, sambil mengunyah sandwich dimulutnya. Aira berniat menghabiskan semuanya, tapi baru setengah ia sudah tidak bernafsu.
"Ih kok aneh? Biasanya makan ini bisa habis banyak" ucapnya bingung.
Aira menaruh kembali sandwich ditangannya.
"Baby udah gak mau ya?" kekeh Aira.
Cklek..
Aira menoleh kearah pintu.
"Kyaaa"
Aira langsung tergeletak ditempat tidur, Alex membuka pintu, dan langsung memeluknya erat.
"M-mas sesek!" ucapnya.
Alex melonggarkan pelukannya, ia menyembunyikan wajahnya leher Aira.
"Kangen" ucapnya pelan.
"Pak Raka udah diantar sampai rumah?"
"Hum"
"Duduk dulu, aku abis makan, nanti muntah" pinta Aira.
Alex segera membantu Aira duduk kembali, matanya tertuju pada camilan yang Aira taruh diatas ranjang, dan sandwich yang tidak dihabiskan.
"Udah?"
Aira mengangguk.
"Baguslah" ucap Alex senang.
"Tapi mas, aku cuma sanggup makan setengah sandwich, padahal dulu bisa habis beberapa bungkus" ucapnya.
Alex mengelus perut Aira.
"Babynya ngeselin nih, kasian bunda mau nyemil yang banyak" ucapnya.
"Mas gak marah kan?"
"Hum? Enggak, buat apa marah Aira" ucap Alex lembut.
"Kan beliinya jauh"
Alex menangkup pipi Aira.
"Mau belinnya disabang pun mas gak marah, ini kan demi anak kita" ucap Alex.
'Meleyot gue'
"Aduh-aduh" ucap Aira tiba-tiba sambil menyentuh dadanya.
Alex mendelik, ia panik karena istrinya kesakitan.
"Ke-kenapa sayang? Ma-mana yang sakit?" tanyanya panik.
__ADS_1
"Ini jantung aku rasanya mau meledak, mas ganteng banget kalau senyum" ucapnya.
Alex terdiam, Aira menjahilinya ternyata.
"Pffft..."
Alex menatap Aira yang menahan tawa.
"Aira kamu..."
"Hahahaha, panik ya?"
Alex mencubit pipi Aira geram.
"Kamu ya"
"Aaaa sakittt!" protes Aira.
"Mas udah panik, kirain kenapa-napa" omel Alex.
Aira menggelitik leher Alex.
"Ututututu, ganteng aku" ledek Aira.
Alex berusaha menghindar karena geli, tapi Aira terus menjahilinya.
"Aira.."
"Wleee"
"Aira geli" ucap Alex.
"Bodoamad wlee gak denger~" ucapnya.
Bruk!
Alex menarik tangan Aira hingga membuatnya terlentang.
"Kamu nakal ya" ucap Alex.
Pria itu tersenyum setan, Aira gelagapan.
"M-mas itu ada apaa" gegernya sambil menunjuk belakang Alex.
Otomatis Alex menoleh kebelakang, Aira mendorong tubuh pria itu sampai jatuh kelantai. Lalu menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.
Alex menarik sudut bibirnya.
"Harus bayar ya bu" ucapnya.
Aira merinding mendengar ucapan Alex, ia menutup wajahnya dengan selimut. Ia bisa merasakan Alex naik keatas ranjang dan mendekatinya.
'Berasa syuying The Nun njir'
"Aira" bisik Alex.
'HUWAAA pak Alex kayak medhi'
Perlahan Aira menurunkan selimut yang menutup wajahnya dan terpampanglah wajah Alex yang sudah ada diatasnya.
"Hehe"
"Apa haha hehe?" tanya Alex.
Aira menyengir.
"Kamu tau total belanjanya berapa?"
Aira menggeleng.
"Tiga ratus ribu"
"Beli apa tuh?" tanya Aira polis.
Alex mencolek hidung wanita itu.
"Makanan buat istri"
"Oh makasih, silahkan menyingkir" ucap Aira.
Tolong, Aira sedang berdebar.
"Bayar dulu setengahnya" ucap Alex.
"Setengahnya lagi?"
"Nanti kalau udah lahiran" ucap Alex santai.
"Dih cabul"
"Udah sini bayar dulu" ucap Alex tak sabaran.
"Oke deh, sini" ucap Aira percaya diri.
Dengan wajah sok tenang, Aira mendekatkan bibirnya lalu mencium bibir Alex.
'Tremor gue, gak ada akhlak banget punya suami'
Bukan Alex namanya kalau diam dan menurut, begitu mendapat kesempatan, Alex langsung mengambil alih ciumannya, dan mengontrol bibir Aira.
"Good girl" ucap Alex disela-sela ciuman.
__ADS_1
'Oke pasrah' ucap Aira dalam hati.